b:include data='blog' name='all-head-content'/>
bismillah

Welcome

31. Katakanlah ( Muhammad ), " Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. " Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang,
32. Katakanlah ( Muhammad ), " Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-org kafir. " ( QS. Ali Imron : 31-32 )
Fruity Cherry Heart

Senin, 07 Februari 2011

Cantiknya Bidadari

Diposting oleh AKHWATimoet di 18.25 0 komentar

Terheran-heran. Tapi itulah kenyataan. Seseorang yang mungkin dengan mudahnya melepas jilbabnya dan merasa enjoy mempertontonkan kecantikannya. Entah dengan alasan apa, kepuasan pribadi, materi dunia, popularitas yang semuanya berujung pada satu hal, yaitu hawa nafsu yang tak terbelenggu.
Padahal… nun di surga sana, terdapat makhluk yang begitu cantik yang belum pernah seorang pun melihat ada makhluk secantik itu. Dan mereka sangat pemalu dan terjaga sehingga kecantikan mereka hanya dinikmati oleh suami-suami mereka di surga.
Berikut ini adalah kumpulan ayat dan hadits yang menceritakan tentang para bidadari surga.

Harumnya Bidadari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kecantikan Fisik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

"Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” (Qs. Ad-Dukhan: 54)

Abu Shuhaib al-Karami mengatakan, “Yang dimaksud dengan hur adalah bentuk jamak dari haura, yaitu wanita muda yang cantik jelita dengan kulit yang putih dan dengan mata yang sangat hitam. Sedangkan arti ‘ain adalah wanita yang memiliki mata yang indah.
Al-Hasan berpendapat bahwa haura adalah wanita yang memiliki mata dengan putih mata yang sangat putih dan hitam mata yang sangat hitam.


Sopan dan Pemalu

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati bidadari dengan “menundukkan pandangan” pada tiga tempat di Al-Qur’an, yaitu:

"Di dalam surga, terdapat bidadari-bidadari-bidadari yang sopan, yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan biadadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. Ar-Rahman: 56-58)

"Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” (Qs. Ash-Shaffat: 48)

Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.”
Seluruh ahli tafsir sepakat bahwa pandangan para bidadari surgawi hanya tertuju untuk suami mereka, sehingga mereka tidak pernah melirik lelaki lain.

Putihnya Bidadari

Allah Ta’ala berfirman,

"Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. ar-Rahman: 58)

al-Hasan dan mayoritas ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah bidadari-bidadari surga itu sebening yaqut dan seputih marjan.
Allah juga menyatakan,

"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah.” (Qs. Ar-Rahman: 72)

Maksudnya mereka itu dipingit hanya diperuntukkan bagi para suami mereka, sedangkan orang lain tidak ada yang melihat dan tidak ada yang tahu. Mereka berada di dalam kemah.
Baiklah…ini adalah sedikit gambaran yang Allah berikan tentang bidadari di surga. Karena bagaimanapun gambaran itu, maka manusia tidak akan bisa membayangkan sesuai rupa aslinya, karena sesuatu yang berada di surga adalah sesuatu yang tidak/belum pernah kita lihat di dunia ini.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah mengetahui sifat fisik dan akhlak bidadari, maka bukan berarti bidadari lebih baik daripada wanita surga. Sesungguhnya wanita-wanita surga memiliki keutamaan yang sedemikian besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

"Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan lagi, seorang manusia telah Allah ciptakan dengan sebaik-baik rupa,

"Dan manusia telah diciptakan dengan sebaik-baik rupa.” (Qs. At-Tiin: 4)

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani)

Subhanallah. Betapa indahnya perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah perkataan yang seharusnya membuat kalian, wanita dunia, menjadi lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi wanita shalihah. Berusaha untuk menjadi sebaik-baik perhiasan. Berusaha dengan lebih keras untuk bisa menjadi wanita penghuni surga..
Nah, tinggal lagi, apakah kalian mau berusaha menjadi salah satu dari wanita penghuni surga?


muslimah.or.id
READ MORE - Cantiknya Bidadari

Selasa, 25 Januari 2011

20 LANGKAH MEMBANGUN SIKAP MENTAL SEORANG PEMENANG

Diposting oleh AKHWATimoet di 20.00 0 komentar

. Belajarlah terus-menerus untuk dapat mengendalikan diri. Pengendalian diri membuat anda hidup berdasarkan keputusan anda sendiri. Orang yang sangat bijak pernah menulis,”Orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota”.

II. Ketika suasana hati sedang buruk, jangan biarkan diri anda hanyut dalam perasaan negatif. Berusahalah untuk segera memulihkannya dengan tindakan-tindakan yang positif.

III. Biasakanlah bertanggung jawab pada diri sendiri. Hilangkanlah kebiasaan mencari kambing hitam untuk disalahkan atau mencari-cari alasan untuk membela diri. Semakin besar tanggung jawab pribadi anda, maka akan semakin berkembang karakter anda.

IV. Hindari kebiasaan mencari penghargaan atau pujian dari orang lain. Sadarilah bahwa harga diri anda tidak dikukur berdasarkan penilaian orang lain tapi seberapa jauh anda menghargai diri sendiri. Hanya orang-orang yang lemah saja yang suka mencari-cari pujian dan haus akan perhargaan.

V. Berusahalah untuk selalu meningkatkan kualitas hidup. Itu tidak saja dapat memperkaya jiwa anda tapi juga menumbuhsuburkan rasa percaya diri.

VI. Beranilah memasuki wilayah yang penuh tantangan, jangan berdiam diri ditempat yang nyaman dan aman saja. Ingatlah bahwa karakter anda dibentuk dalam badai, bukan dalam ketenangan.

VII. Milikilah visi, tujuan yang pasti. Visi yang jelas membuat anda tahu kemana anda harus melangkah. Orang yang tidak punya visi dalam hidupnya bagaikan seorang pelari maraton yang tidak tahu dimana letak garis finish. Ingatlah bahwa ketidakpuasan dan patah semangat seringkali tidak disebabkan oleh ketiadaan materi namun karena ketiadaan visi.

VIII. Lakukanlah segera apa yang harus anda lakukan. Kebiasaan menunda tidak saja akan mengikis rasa percaya diri dan membuat anda lemah, tapi juga bisa membuat masalah semakin besar.

IX. Kembangkanlah kebiasaan bertindak. Bila anda sudah memiliki pengetahuan dan kesadaran, maka langkah yang paling penting adalah bertindak. Tindakanlah yang akan membuat pengetahuan dan kesadaran anda mengubah hidup anda.

X. Berpikirlah besar. Keberhasilan dan kebahagiaan anda banyak ditentukan oleh cara berpikir anda. Bila anda berpikir besar, anda cenderung menarik hal-hal yang besar terjadi dalam hidup anda. Tapi sebaliknya, pikiran yang kecil membuat dunia anda terasa sempit dan tidak menyenangkan.

XI. Berusahalah untuk terus-menerus menyelaraskan sikap positif anda dengan perkataan anda. Perkataan anda merupakan alat untuk memperkuat sikap anda, begitupun sebaliknya.

XII. Berpeganglah pada prinsip yang sudah berlalu biarlah berlalu, dan yang akan terjadi biarlah terjadi. Jangan biarkan masa lalu menganggu dan jangan biarkan masa depan merusak masa kini. Yang penting anda mengisi masa kini dengan hal-hal yang positif.

XIII. Hadapilah setiap masalah yang datang bukan sebagai ancaman yang akan mengalahkan, tapi sebagai tantangan yang akan membuat anda semakin kuat.

XIV. Biasakanlah untuk berfokus pada kemungkinan untuk berhasil dari pada mengantisipasi kemungkinan buruk. Meskipun anda mempunyai kemungkinan untuk kalah, namun berjuanglah untuk menang dan berpikirlah sebagai pemenang.

XV. Anggaplah setiap kegagalan itu sebagai pelajaran, bukan sebagai alasan untuk menyerah. Dengan demikian anda tidak dikalahkan oleh kegagalan, namun dibesarkan oleh kegagalan. Seorang yang bijak pernah menulis,” Tidak ada kegagalan, yang ada Cuma kemunduran-kemunduran kecil.

XVI. Jangan mudah menyerah menghadapi situasi dan kondisi apapun. Bertahanlah dan cari jalan keluarnya. David Tyler Scoates pernah menulis, “Selamanya terlalu pagi untuk menyerah”.

XVII. Beranilah untuk mengakuai kesalahan tidak saja kepada tuhan, tapi juga pada diri sendiri dan orang lain. Mengakui kesalahan merupakan tindakan yang membebaskan jiwa anda dari beban yang berat.

XVIII. Berusahalah untuk menjadi seperti termostat yang mempengaruhi lingkungan, dan bukan seperti termometer yang dipengaruhi oleh lingkungan. Bautlah diri anda berarti bagi orang lain. Bukan parasit atau beban bagi orang lain.

XIX. Beranilah untuk mengakui keunggulan kelebihan atau prestasi orang lain tanpa merasa rendah diri. Biasakanlah melihat sisi-sisi positif orang lain dan pujilah dengan spontan dan tulus. Hindari perasaan iri hati ketika orang lain diperlakukan secara istimewa di hadapan anda.

XX. Jadilah seorang motivator, pemberi dorongan tidak saja bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain. Hanya pecundang saja yang sukamenghambat orang lain untuk kemajuan dirinya sendiri.
READ MORE - 20 LANGKAH MEMBANGUN SIKAP MENTAL SEORANG PEMENANG

MEMOHON DI SAAT GENTING

Diposting oleh AKHWATimoet di 18.49 0 komentar

Saudara,
Allah SWT mengetahui keperluan diri kita lebih daripada kita sendiri. Maka sebab itu Allah SWT telah mengadakan segala keperluan kita sebelum kita memohon kepadaNya. Untuk memiliki apa yang diperlukan oleh kita, kita hanya perlu memohon kepada Allah SWT.
Namun di dalam hal memohon ini, ramai yang melihat dari segi keperluan bentuk fizikal. Jika ada dari segi perasaan hati, ramai yang memohon setelah sesuatu menimpa pada hati tersebut seperti sedih dan sempit.
Kita jarang memohon di saat genting iaitu dalam keadaan hampir melakukan sesuatu yang kita tahu kesudahannya adalah tidak baik. Seperti contoh, ketika kita bersembang, kita tahu jika kita mengumpat, kita berdosa. Namun hati ini memberontak untuk kita bercerita keburukan orang lain kepada kawan-kawan kita dan selalunya kita akur dengan kehendak hati. Kita sering menyalahkan Allah SWT dengan mengatakan bahawa kita tidak boleh berbuat apa-apa kerana hati kuat berasakan untuk mengumpat.
Nah! Di sinilah kita seringkali melakukan kesalahan besar di mana kita tidak memohon di saat genting sebelum beberapa ketika untuk mengumpat. Kita tidak memohon kepada Allah SWT agar mengubah kehendak hati kita agar tidak mengumpat.
“Ya Allah, aku rasa nak cakap pasal si fulan ni ya Allah. Tapi nanti berdosalah ya Allah. Ya Allah Kau cabutlah rasa nak cakap pasal si Fulan ni ya Allah. Kau cabutlah rasa itu ya Allah. Bantulah aku ya Allah. Aku tak mampu nak kawal rasa aku ni ya Allah. Bantu aku ye ya Allah, bantu aku. Terima kasih Allah, terima kasih”.
Saudara,
Sejak dua bulan ini saya menerima banyak masalah rumahtangga pembaca laman web ini. Ada yang memeningkan kepala apabila suami orang bercinta dengan isteri orang. Alasannya mudah. Soal jiwa tiada siapa yang dapat menghalang termasuk diri sendiri. Perasaan cinta itu datang sendiri. Ia menyeronokkan walaupun tahu ia salah. Mana mungkin ingin menghalangnya.
Persoalan pertama yang harus di lihat adalah bukankah kita sedar bahawa cinta yang sedemikian merupakan satu perbuatan yang buruk? Jika ditanya pasti jawapannya tahu dan sedar. Namun sekali lagi jawapan yang diberi adalah soal hati. Perasaan itu datang dan Allah SWT yang memberinya.
Apakah Allah SWT yang salah dalam hal ini? Mari kita lihat, ketika suami orang dan isteri orang ini dilamun cinta yang mendalam, pasti ada kesedaran bahawa apa yang dilakukan merupakan perkara yang buruk pada mulanya. Ketika ini mengapa TIDAK MEMOHON kepada Allah SWT agar dihilangkan perasaan cinta itu? Sejauh mana permohonan yang dilakukan? Rasa cinta itu memang datang. Allah SWT beri pada mereka rasa itu. Allah SWT tidak mencabut rasa itu kerana mereka tiada memohon agar Allah SWT mencabut rasa itu.
Lalu siapakan yang bersalah? Mengapa tidak memohon kepada Allah SWT untuk dihilangkan rasa itu awal-awal lagi kerana masing-masing tahu akibatnya adalah buruk. Merosak dan memporak perandakan rumahtangga sendiri. Tengah sedar, ingat dan tahu itu, mohonlah agar Allah SWT cabutkan rasa itu. Nanti sudah berada di dalam rasa cinta, pasti tidak termampu lagi untuk melawan rasa cinta itu.
Saudara,
Ketika nafsu memuncak ingin melakukan maksiat dan kejahatan, apakah kita menyalahkan Allah SWT kerana memberikan rasa itu kepada kita? Sedangkan pasti sebelum melakukannya kita sudah tahu akibat daripada perkara yang buruk jika kita melakukannya.
Kesalahan adalah pada diri kita kerana kita tidak memohon kepada Allah SWT di saat genting perasaan kita. Kita terus menurutkan rasa hati yang ada ketika itu sedangkan kita tahu jika kita melakukan apa yang kita rasa, pasti akan membawa kepada keburukan.
Mengapa kita tidak mengambil pengajaran cerita Nabi Yusuf ketika saat hendak melakukan maksiat bersama Zulaikha, Nabi Yusuf memohon kepada Allah SWT agar merahmati nafsu baginda. Lalu Allah SWT memberi kekuatan kepada nabi Yusuf agar tidak meneruskan kehendak hati untuk melakukan maksiat.
Saudara,
Mohonlah kepada Allah SWT di saat genting di mana jiwa kita terasa seolah-olah tidak mampu dibendung lagi untuk melakukan maksiat atau kejahatan. Yakinlah ketika kita memohon kepada Allah SWT di saat genting itu, Allah SWT akan menarik, mencabut, meluaskan kesempitan rasa untuk melakukan maksiat dan kejahatan yang ada dalam hati kita saat itu.
Ketika kita terasa dengan pasangan kita, mohonlah pada Allah SWT agar mencabut rasa terasa kita itu ketika itu juga. Tidak perlu kita melayan untuk merajuk atau memarahi pasangan kita dengan hal yang sebenarnya tidak perlu terasa.
“Ya Allah, geram betul dengan laki aku ni ya Allah. Boleh dia lupa beli barang yang aku suruh ya Allah. Aku dah pesan banyak kali tadi, dia boleh lupa. Dah lah balik lambat. Ya Allah sabarkan aku ya Allah. Cabutkanlah rasa geram ini ya Allah. Buangkanlah rasa geram ini dalam hati aku ni ya Allah. Sabarkan aku ye ya Allah. Sabarkan aku. Terima kasih Allah, terima kasih”.
Ketika kita marah pada anak-anak kita, mohonlah pada Allah SWT agar mencabut rasa marah itu serta merta. Tidak perlu kita menurutkan rasa marah itu. Kita mohonlah agar Allah SWT menunjukkan pada kita cara bagaimana mahu mendidik anak-anak kita. Setiap anak kita, pasti berbeza cara didikannya. Sebab itu hanya Allah SWT yang tahu cara terbaik untuk mendidik setiap anak-anak kita.
Ketika kita ada rasa benci, mohonlah pada Allah SWT agar dicabut rasa benci itu tanpa ditangguhkan. Biarlah hati kita tenang dan lapang setelah Allah SWT cabut rasa benci itu dari hati kita.
“Ya Allah, aku benci tengok muka budak tu ya Allah. Bencinya aku ya Allah. Tak tau lah mengapa, setiap kali aku tengok muka dia, aku rasa benci. Ya Allah Engkau cabutlah rasa benci aku ini ya Allah. Rasa benci ini tak menenangkan hati aku pun ya Allah. Buat apa aku nak benci dia pun ya Allah. Bantulah aku ya Allah. Cabutkan rasa benci pada budak tu ye ya Allah. Terima kasih Allah, terima kasih.”
Ketika kita ada rasa dengki, mohonlah pada Allah SWT agar dicabut rasa dengki itu di saat itu jua. Biarlah hati kita ini bersih dan suci yang banyak digunakan untuk Allah SWT.
Saudara,
Jangan dilayan rasa hati untuk melakukan maksiat dan kejahatan serta terasa dengan perasaan yang buruk. Mohonlah pada Allah SWT untuk mencabut rasa yang menyempitkan itu. Apabila kita memohon, pasti Allah SWT akan memberinya. Pasti….kerana Allah SWT tidak pernah memungkiri janjiNya.
Memang kita tidak mampu melawan kehendak hati kita kerana ia dipegang oleh Allah SWT. Namun kita diberi oleh Allah SWT pilihan iaitu untuk memohon kepada Allah SWT. Terpulang samada kita ingin memohon untuk dicabut rasa yang sempit itu atau mengikut rasa hati yang menyakitkan diri sendiri di kemudiannya.
Apabila perasaan sempit dicabut dari hati kita, kita sentiasa mempunyai hati yang sabar, yang lapang, yang bahagia, yang tenang dan kita hidup dengan jiwa yang positif di dalam hidup BerTuhan.
Yang penting……memohon kepada Allah SWT.
READ MORE - MEMOHON DI SAAT GENTING

Senin, 24 Januari 2011

aku bahagiaaaa.....

Diposting oleh AKHWATimoet di 20.47 0 komentar


Bismillahirrahmanirrahim.....
25 Januari,,,
11:50,,rasanya aku tak menyangka...
skrg,,umurku sdh menginjak 19 thn...
Ya Allah,,kemana umurku yg dLU??

semoga ada hasiL yang baik atas usahaku yang kemarin.........
hiduP adalah ujian...dan ada pertanggungjawaban.....

Banyak sekali harapan yang belum tercapai,,semoga ajah tahun ini bisa..
( Ya Rabbi,,kabulkan doaku )

Rasulullah mengajarkan bahwa kita harus lebih baik dari hari kemarin,,agar kita termasuk orang-orang yang beruntung..
Bukan seorang yang merugi,,dan apalagi sampai celaka..Naudzubillahimin dzalik...

Harus kuperbaiki segala yang belum baik,,
mempertahankan yang sudah ada dan tingkatkan tentunya,,,,,.....


dhudhudhuu,,,senengnya hari ini..........

gk boleh sia-siain waktu..!!!
Manfaatkan sisa hidup yang ada...
Perbaiki diri,,iTu harus !!

semoga semua berjalan dengan sempurnaaaa..........
walau ada rintangan,,aku HADAPI !!
optimis selalu !!!



karena Allah ada bersamaku :)
READ MORE - aku bahagiaaaa.....

Rabu, 19 Januari 2011

Dialog Aku Dan Hati

Diposting oleh AKHWATimoet di 00.52 2 komentar
“ Sesungguhnya ubat hati itu ada lima perkara, maka ubatilah hati kamu dengan lima perkara tersebut. Pertamanya, bacalah Al-Quran dengan menghayati isi kandunganya. Kedua, mengosongkan perut dari terlalu kenyang atau berpuasa. Ketiga, bangun ( beribadat ) di waktu malam. Keempat, menghampirkan diri kepada Allah ( beribadat ) disepertiga malam dan yang kelimanya, sentiasa bersama-sama di dalam majlis orang-orang yang soleh ”-
Ibrahim Al-Khawas RA



Tirai malam dibuka. Di hujung pentas dua sahabat karib sedang berbicara. Aku dan Hati. Kelihatan sang Hati berduka nestapa.


Aku: Duhai hati, mengapa kau bermuram durja hari ini? Kongsilah masalahmu padaku.


Hati : Aku kongsikan kiranya kau sudi mendengar.


Aku : Ya, aku ingin mendengar.


Hati : Bagaimana aku tidak bermuram. Aku sedih. Kau tidak seperti dulu lagi. Kau tidak lagi menemani aku dengan Tahajjudmu dimalam hari. Kau biarkan aku merintih rindu pada Tuhan.


Aku : Maafkan aku. Apakah itu sahaja? Wajahmu jua kulihat pucat tidak bermaya. Mengapa begini?


Hati : Wahai diri, mana mungkin aku tidak pucat sebegini kalau tidak kau tidak berikan aku makanan padaku lagi?


Aku : Makanan? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.


Hati : Bodohnya engkau. Bukankah dahulu engkau memberi aku makanan kepadaku dengan bersedekah pada yang memerlu? Mengapa sekarang kau tinggalkan sedekah itu??


Aku : Jahilnya aku. Aku minta maaf. Apa lagi yang membuat engkau menjadi lemah dan tidak bermaya begini?


Hati : Ke mana Al Quranmu minggu ini? Aku belum mendengarnya walau sepatah. Aku rindukan lantunan ayatNya. Mengapa kau begini? Mahukah engkau melihat aku mati lantaran tidak ku dengar lagi ia kini?


Aku : Jangan begitu wahai hati. Aku bersalah! Aku bersalah! Maafkan aku. Aku tidak mahu melihat engkau mati atau derita. Terus khabarkan padaku apa lagi yang membuat kau menderita sebegini?


Hati : Aku merasakah hidupku kosong. Tiada ruh. Tahukah engkau mengapa?


Aku : Tidaklah engkau lebih mengetahui dari aku. Aku ternyata jahil sekali.


Hati : Ke mana solat jemaahmu? Aku merasa duniaku tidak bererti dan tidak ada keberkatan dek solat jemaah yang kau jauhkan. Mengapa kau sebegini teruk?? Bukankah kita pernah bersama-sama mendengar bahawa Rasulillah SAW pernah ingin membakar rumah sahabat yang tidak bersolat jemaah? Jua kau pernah membacakan hadis kepadaku berkenaan Baginda menyuruh sahabat yang buta sekalipun untuk datang mendirikan solat jemaah! Apakah kau lupa?? Maka, lantaran alasan apakah lagi yang kau berikan pada Ilahi ketika dihitungkan kelak??


Aku :Duhai hatiku sayang, Aku menyesal. Entah syaitan apa yang merasukku sampai aku menjadi begini. Aku terkadang ingin kembali kepada fitrah tetapi tidak terdaya rasa.


Hati : Kau memang bodoh! Bagaimana engkau ingin terbitkan kekuatan seandainya kekuatan itu sendiri kau halau bilamana ia menghampirimu?? Bukankah kau tahu, aku menjadi kuat dengan segala apa yang pernah kau lakukan dahulu?? Sekarang kau tinggalkannya, maka bagaimana kau dan aku ingin menjadi kuat? Kuatkan aku dalam kau maka kau akan kuat bersamaku.


Aku: Ternyata segala katamu tepat belaka. Aku memang jahil. Beruntung sungguh aku mendapat sahabat sepertimu. Suka duka bersama. Baiklah, aku akan menjadi lebih baik dari aku sekarang. Maafkan aku atas segala kekejaman aku terhadapmu wahai hati. Maafkan aku.


Hati : Aku gembira amat mendengar begitu. Ayuh, kita mulakan taubat denganNya. Moga-moga Dia menerima ampunmu dan ampunku jua.


Aku : Ayuh!


Dua bersahabat meninggalkan pentas menuju ke kamar solat. Tirai malam ditutup perlahan-lahan. Sebuah lagu diputarkan.


Tombo Ati iku limo perkorone
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo iso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani


Obat Hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perbanyaklah
Salah satunya siapa bisa menjalaniMoga-moga Gusti Allah mencukupi
READ MORE - Dialog Aku Dan Hati

(Dari Hawa Untuk Adam Tercinta)

Diposting oleh AKHWATimoet di 00.48 0 komentar
Adam,mengertilah...
Hawa bukanlah insan yg kuat.....
bukan juga insan yg bisa menahan nafsu..
tatkala diri diuji, Hawa sering tewas...
tewas dgn godaan syaitan & nafsu sendiri..

Adam,mengertilah...
sungguh, Hawa telah cuba melakukan yg terbaik..
agar diri ini tidak menjadi fitnah dunia...
telah Hawa cuba menjaga diri ini sebaik-baiknya..
Hawa sedaya upaya menjauhkan diri dari tabarruj..
perfume, make up, perhiasan...
telah Hawa elakkan sejauh-jauhnya..
namun mengapa masih Adam tertarik pd Hawa
yg serba kekurangan ini..

Adam,mengertilah...
Hawa ini berjiwa lembut...
sukar untuk Hawa menolak bila Adam meminta...
Hawa tau permintaan Adam
tak mungkin membawa Hawa ke kancah maksiat...
namun, Hawa lemah...
Hawa takut zina hati...

Adam,mengertilah...
setiap kali 'sms' diterima..
Hawa keliru...
ingin sekali Hawa membiarkan sahaja..
tapi Hawa akur tuntutan sahabat...
Hawa tewas...
Hawa reply juga...
mengenangkan Adam adalah sahabat....

Adam,mengertilah...
setiap layanan yg Hawa beri hanya sekadar membantu..
mungkin Hawa adalah antara kasih sayang Allah yg dikurniakan buat Adam..
memudahkan perjalanan hidup Adam..
jgn disalah tafsir apa yg Hawa berikan..

Adam,mengertilah...
Hawa mengharapkan Adam menjaga Hawa..
namun,bukanlah 'couple' yg Hawa pinta...
tp cukuplah sekadar tidak memandang Hawa..
cukuplah sekadar menghormati Hawa sebagai Hawa..
jgn dipinta apa yg tak mampu Hawa berikan..
kerana Hawa milik Allah sepenuhnya...
READ MORE - (Dari Hawa Untuk Adam Tercinta)

Kisah Isteri Solehah...Subhanallah,,

Diposting oleh AKHWATimoet di 00.45 0 komentar

Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.

Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…

Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.

Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.

Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..

Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.

Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.

Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.

oOo

Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi ?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…

Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.

oOo

“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…

Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.

Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.

“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”

“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.

Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.

“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”

“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.

Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”

“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.

“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”

“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”

”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.

oOo

Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.

“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.

Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.

Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.

“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”

Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…

Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.

“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”

Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah).

“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.

Subhanallah,..aku membacanya, sambil menangis.. :) Hehe..Semoga ku dikaruniakan Istri Yang Solehah Mujahidah Nan Jamilah :) Amien...


Sumber: Kafemuslimah
READ MORE - Kisah Isteri Solehah...Subhanallah,,

Senin, 07 Februari 2011

Cantiknya Bidadari


Terheran-heran. Tapi itulah kenyataan. Seseorang yang mungkin dengan mudahnya melepas jilbabnya dan merasa enjoy mempertontonkan kecantikannya. Entah dengan alasan apa, kepuasan pribadi, materi dunia, popularitas yang semuanya berujung pada satu hal, yaitu hawa nafsu yang tak terbelenggu.
Padahal… nun di surga sana, terdapat makhluk yang begitu cantik yang belum pernah seorang pun melihat ada makhluk secantik itu. Dan mereka sangat pemalu dan terjaga sehingga kecantikan mereka hanya dinikmati oleh suami-suami mereka di surga.
Berikut ini adalah kumpulan ayat dan hadits yang menceritakan tentang para bidadari surga.

Harumnya Bidadari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kecantikan Fisik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

"Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” (Qs. Ad-Dukhan: 54)

Abu Shuhaib al-Karami mengatakan, “Yang dimaksud dengan hur adalah bentuk jamak dari haura, yaitu wanita muda yang cantik jelita dengan kulit yang putih dan dengan mata yang sangat hitam. Sedangkan arti ‘ain adalah wanita yang memiliki mata yang indah.
Al-Hasan berpendapat bahwa haura adalah wanita yang memiliki mata dengan putih mata yang sangat putih dan hitam mata yang sangat hitam.


Sopan dan Pemalu

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati bidadari dengan “menundukkan pandangan” pada tiga tempat di Al-Qur’an, yaitu:

"Di dalam surga, terdapat bidadari-bidadari-bidadari yang sopan, yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan biadadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. Ar-Rahman: 56-58)

"Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” (Qs. Ash-Shaffat: 48)

Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.”
Seluruh ahli tafsir sepakat bahwa pandangan para bidadari surgawi hanya tertuju untuk suami mereka, sehingga mereka tidak pernah melirik lelaki lain.

Putihnya Bidadari

Allah Ta’ala berfirman,

"Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. ar-Rahman: 58)

al-Hasan dan mayoritas ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah bidadari-bidadari surga itu sebening yaqut dan seputih marjan.
Allah juga menyatakan,

"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah.” (Qs. Ar-Rahman: 72)

Maksudnya mereka itu dipingit hanya diperuntukkan bagi para suami mereka, sedangkan orang lain tidak ada yang melihat dan tidak ada yang tahu. Mereka berada di dalam kemah.
Baiklah…ini adalah sedikit gambaran yang Allah berikan tentang bidadari di surga. Karena bagaimanapun gambaran itu, maka manusia tidak akan bisa membayangkan sesuai rupa aslinya, karena sesuatu yang berada di surga adalah sesuatu yang tidak/belum pernah kita lihat di dunia ini.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah mengetahui sifat fisik dan akhlak bidadari, maka bukan berarti bidadari lebih baik daripada wanita surga. Sesungguhnya wanita-wanita surga memiliki keutamaan yang sedemikian besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

"Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan lagi, seorang manusia telah Allah ciptakan dengan sebaik-baik rupa,

"Dan manusia telah diciptakan dengan sebaik-baik rupa.” (Qs. At-Tiin: 4)

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani)

Subhanallah. Betapa indahnya perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah perkataan yang seharusnya membuat kalian, wanita dunia, menjadi lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi wanita shalihah. Berusaha untuk menjadi sebaik-baik perhiasan. Berusaha dengan lebih keras untuk bisa menjadi wanita penghuni surga..
Nah, tinggal lagi, apakah kalian mau berusaha menjadi salah satu dari wanita penghuni surga?


muslimah.or.id

Selasa, 25 Januari 2011

20 LANGKAH MEMBANGUN SIKAP MENTAL SEORANG PEMENANG


. Belajarlah terus-menerus untuk dapat mengendalikan diri. Pengendalian diri membuat anda hidup berdasarkan keputusan anda sendiri. Orang yang sangat bijak pernah menulis,”Orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota”.

II. Ketika suasana hati sedang buruk, jangan biarkan diri anda hanyut dalam perasaan negatif. Berusahalah untuk segera memulihkannya dengan tindakan-tindakan yang positif.

III. Biasakanlah bertanggung jawab pada diri sendiri. Hilangkanlah kebiasaan mencari kambing hitam untuk disalahkan atau mencari-cari alasan untuk membela diri. Semakin besar tanggung jawab pribadi anda, maka akan semakin berkembang karakter anda.

IV. Hindari kebiasaan mencari penghargaan atau pujian dari orang lain. Sadarilah bahwa harga diri anda tidak dikukur berdasarkan penilaian orang lain tapi seberapa jauh anda menghargai diri sendiri. Hanya orang-orang yang lemah saja yang suka mencari-cari pujian dan haus akan perhargaan.

V. Berusahalah untuk selalu meningkatkan kualitas hidup. Itu tidak saja dapat memperkaya jiwa anda tapi juga menumbuhsuburkan rasa percaya diri.

VI. Beranilah memasuki wilayah yang penuh tantangan, jangan berdiam diri ditempat yang nyaman dan aman saja. Ingatlah bahwa karakter anda dibentuk dalam badai, bukan dalam ketenangan.

VII. Milikilah visi, tujuan yang pasti. Visi yang jelas membuat anda tahu kemana anda harus melangkah. Orang yang tidak punya visi dalam hidupnya bagaikan seorang pelari maraton yang tidak tahu dimana letak garis finish. Ingatlah bahwa ketidakpuasan dan patah semangat seringkali tidak disebabkan oleh ketiadaan materi namun karena ketiadaan visi.

VIII. Lakukanlah segera apa yang harus anda lakukan. Kebiasaan menunda tidak saja akan mengikis rasa percaya diri dan membuat anda lemah, tapi juga bisa membuat masalah semakin besar.

IX. Kembangkanlah kebiasaan bertindak. Bila anda sudah memiliki pengetahuan dan kesadaran, maka langkah yang paling penting adalah bertindak. Tindakanlah yang akan membuat pengetahuan dan kesadaran anda mengubah hidup anda.

X. Berpikirlah besar. Keberhasilan dan kebahagiaan anda banyak ditentukan oleh cara berpikir anda. Bila anda berpikir besar, anda cenderung menarik hal-hal yang besar terjadi dalam hidup anda. Tapi sebaliknya, pikiran yang kecil membuat dunia anda terasa sempit dan tidak menyenangkan.

XI. Berusahalah untuk terus-menerus menyelaraskan sikap positif anda dengan perkataan anda. Perkataan anda merupakan alat untuk memperkuat sikap anda, begitupun sebaliknya.

XII. Berpeganglah pada prinsip yang sudah berlalu biarlah berlalu, dan yang akan terjadi biarlah terjadi. Jangan biarkan masa lalu menganggu dan jangan biarkan masa depan merusak masa kini. Yang penting anda mengisi masa kini dengan hal-hal yang positif.

XIII. Hadapilah setiap masalah yang datang bukan sebagai ancaman yang akan mengalahkan, tapi sebagai tantangan yang akan membuat anda semakin kuat.

XIV. Biasakanlah untuk berfokus pada kemungkinan untuk berhasil dari pada mengantisipasi kemungkinan buruk. Meskipun anda mempunyai kemungkinan untuk kalah, namun berjuanglah untuk menang dan berpikirlah sebagai pemenang.

XV. Anggaplah setiap kegagalan itu sebagai pelajaran, bukan sebagai alasan untuk menyerah. Dengan demikian anda tidak dikalahkan oleh kegagalan, namun dibesarkan oleh kegagalan. Seorang yang bijak pernah menulis,” Tidak ada kegagalan, yang ada Cuma kemunduran-kemunduran kecil.

XVI. Jangan mudah menyerah menghadapi situasi dan kondisi apapun. Bertahanlah dan cari jalan keluarnya. David Tyler Scoates pernah menulis, “Selamanya terlalu pagi untuk menyerah”.

XVII. Beranilah untuk mengakuai kesalahan tidak saja kepada tuhan, tapi juga pada diri sendiri dan orang lain. Mengakui kesalahan merupakan tindakan yang membebaskan jiwa anda dari beban yang berat.

XVIII. Berusahalah untuk menjadi seperti termostat yang mempengaruhi lingkungan, dan bukan seperti termometer yang dipengaruhi oleh lingkungan. Bautlah diri anda berarti bagi orang lain. Bukan parasit atau beban bagi orang lain.

XIX. Beranilah untuk mengakui keunggulan kelebihan atau prestasi orang lain tanpa merasa rendah diri. Biasakanlah melihat sisi-sisi positif orang lain dan pujilah dengan spontan dan tulus. Hindari perasaan iri hati ketika orang lain diperlakukan secara istimewa di hadapan anda.

XX. Jadilah seorang motivator, pemberi dorongan tidak saja bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain. Hanya pecundang saja yang sukamenghambat orang lain untuk kemajuan dirinya sendiri.

MEMOHON DI SAAT GENTING


Saudara,
Allah SWT mengetahui keperluan diri kita lebih daripada kita sendiri. Maka sebab itu Allah SWT telah mengadakan segala keperluan kita sebelum kita memohon kepadaNya. Untuk memiliki apa yang diperlukan oleh kita, kita hanya perlu memohon kepada Allah SWT.
Namun di dalam hal memohon ini, ramai yang melihat dari segi keperluan bentuk fizikal. Jika ada dari segi perasaan hati, ramai yang memohon setelah sesuatu menimpa pada hati tersebut seperti sedih dan sempit.
Kita jarang memohon di saat genting iaitu dalam keadaan hampir melakukan sesuatu yang kita tahu kesudahannya adalah tidak baik. Seperti contoh, ketika kita bersembang, kita tahu jika kita mengumpat, kita berdosa. Namun hati ini memberontak untuk kita bercerita keburukan orang lain kepada kawan-kawan kita dan selalunya kita akur dengan kehendak hati. Kita sering menyalahkan Allah SWT dengan mengatakan bahawa kita tidak boleh berbuat apa-apa kerana hati kuat berasakan untuk mengumpat.
Nah! Di sinilah kita seringkali melakukan kesalahan besar di mana kita tidak memohon di saat genting sebelum beberapa ketika untuk mengumpat. Kita tidak memohon kepada Allah SWT agar mengubah kehendak hati kita agar tidak mengumpat.
“Ya Allah, aku rasa nak cakap pasal si fulan ni ya Allah. Tapi nanti berdosalah ya Allah. Ya Allah Kau cabutlah rasa nak cakap pasal si Fulan ni ya Allah. Kau cabutlah rasa itu ya Allah. Bantulah aku ya Allah. Aku tak mampu nak kawal rasa aku ni ya Allah. Bantu aku ye ya Allah, bantu aku. Terima kasih Allah, terima kasih”.
Saudara,
Sejak dua bulan ini saya menerima banyak masalah rumahtangga pembaca laman web ini. Ada yang memeningkan kepala apabila suami orang bercinta dengan isteri orang. Alasannya mudah. Soal jiwa tiada siapa yang dapat menghalang termasuk diri sendiri. Perasaan cinta itu datang sendiri. Ia menyeronokkan walaupun tahu ia salah. Mana mungkin ingin menghalangnya.
Persoalan pertama yang harus di lihat adalah bukankah kita sedar bahawa cinta yang sedemikian merupakan satu perbuatan yang buruk? Jika ditanya pasti jawapannya tahu dan sedar. Namun sekali lagi jawapan yang diberi adalah soal hati. Perasaan itu datang dan Allah SWT yang memberinya.
Apakah Allah SWT yang salah dalam hal ini? Mari kita lihat, ketika suami orang dan isteri orang ini dilamun cinta yang mendalam, pasti ada kesedaran bahawa apa yang dilakukan merupakan perkara yang buruk pada mulanya. Ketika ini mengapa TIDAK MEMOHON kepada Allah SWT agar dihilangkan perasaan cinta itu? Sejauh mana permohonan yang dilakukan? Rasa cinta itu memang datang. Allah SWT beri pada mereka rasa itu. Allah SWT tidak mencabut rasa itu kerana mereka tiada memohon agar Allah SWT mencabut rasa itu.
Lalu siapakan yang bersalah? Mengapa tidak memohon kepada Allah SWT untuk dihilangkan rasa itu awal-awal lagi kerana masing-masing tahu akibatnya adalah buruk. Merosak dan memporak perandakan rumahtangga sendiri. Tengah sedar, ingat dan tahu itu, mohonlah agar Allah SWT cabutkan rasa itu. Nanti sudah berada di dalam rasa cinta, pasti tidak termampu lagi untuk melawan rasa cinta itu.
Saudara,
Ketika nafsu memuncak ingin melakukan maksiat dan kejahatan, apakah kita menyalahkan Allah SWT kerana memberikan rasa itu kepada kita? Sedangkan pasti sebelum melakukannya kita sudah tahu akibat daripada perkara yang buruk jika kita melakukannya.
Kesalahan adalah pada diri kita kerana kita tidak memohon kepada Allah SWT di saat genting perasaan kita. Kita terus menurutkan rasa hati yang ada ketika itu sedangkan kita tahu jika kita melakukan apa yang kita rasa, pasti akan membawa kepada keburukan.
Mengapa kita tidak mengambil pengajaran cerita Nabi Yusuf ketika saat hendak melakukan maksiat bersama Zulaikha, Nabi Yusuf memohon kepada Allah SWT agar merahmati nafsu baginda. Lalu Allah SWT memberi kekuatan kepada nabi Yusuf agar tidak meneruskan kehendak hati untuk melakukan maksiat.
Saudara,
Mohonlah kepada Allah SWT di saat genting di mana jiwa kita terasa seolah-olah tidak mampu dibendung lagi untuk melakukan maksiat atau kejahatan. Yakinlah ketika kita memohon kepada Allah SWT di saat genting itu, Allah SWT akan menarik, mencabut, meluaskan kesempitan rasa untuk melakukan maksiat dan kejahatan yang ada dalam hati kita saat itu.
Ketika kita terasa dengan pasangan kita, mohonlah pada Allah SWT agar mencabut rasa terasa kita itu ketika itu juga. Tidak perlu kita melayan untuk merajuk atau memarahi pasangan kita dengan hal yang sebenarnya tidak perlu terasa.
“Ya Allah, geram betul dengan laki aku ni ya Allah. Boleh dia lupa beli barang yang aku suruh ya Allah. Aku dah pesan banyak kali tadi, dia boleh lupa. Dah lah balik lambat. Ya Allah sabarkan aku ya Allah. Cabutkanlah rasa geram ini ya Allah. Buangkanlah rasa geram ini dalam hati aku ni ya Allah. Sabarkan aku ye ya Allah. Sabarkan aku. Terima kasih Allah, terima kasih”.
Ketika kita marah pada anak-anak kita, mohonlah pada Allah SWT agar mencabut rasa marah itu serta merta. Tidak perlu kita menurutkan rasa marah itu. Kita mohonlah agar Allah SWT menunjukkan pada kita cara bagaimana mahu mendidik anak-anak kita. Setiap anak kita, pasti berbeza cara didikannya. Sebab itu hanya Allah SWT yang tahu cara terbaik untuk mendidik setiap anak-anak kita.
Ketika kita ada rasa benci, mohonlah pada Allah SWT agar dicabut rasa benci itu tanpa ditangguhkan. Biarlah hati kita tenang dan lapang setelah Allah SWT cabut rasa benci itu dari hati kita.
“Ya Allah, aku benci tengok muka budak tu ya Allah. Bencinya aku ya Allah. Tak tau lah mengapa, setiap kali aku tengok muka dia, aku rasa benci. Ya Allah Engkau cabutlah rasa benci aku ini ya Allah. Rasa benci ini tak menenangkan hati aku pun ya Allah. Buat apa aku nak benci dia pun ya Allah. Bantulah aku ya Allah. Cabutkan rasa benci pada budak tu ye ya Allah. Terima kasih Allah, terima kasih.”
Ketika kita ada rasa dengki, mohonlah pada Allah SWT agar dicabut rasa dengki itu di saat itu jua. Biarlah hati kita ini bersih dan suci yang banyak digunakan untuk Allah SWT.
Saudara,
Jangan dilayan rasa hati untuk melakukan maksiat dan kejahatan serta terasa dengan perasaan yang buruk. Mohonlah pada Allah SWT untuk mencabut rasa yang menyempitkan itu. Apabila kita memohon, pasti Allah SWT akan memberinya. Pasti….kerana Allah SWT tidak pernah memungkiri janjiNya.
Memang kita tidak mampu melawan kehendak hati kita kerana ia dipegang oleh Allah SWT. Namun kita diberi oleh Allah SWT pilihan iaitu untuk memohon kepada Allah SWT. Terpulang samada kita ingin memohon untuk dicabut rasa yang sempit itu atau mengikut rasa hati yang menyakitkan diri sendiri di kemudiannya.
Apabila perasaan sempit dicabut dari hati kita, kita sentiasa mempunyai hati yang sabar, yang lapang, yang bahagia, yang tenang dan kita hidup dengan jiwa yang positif di dalam hidup BerTuhan.
Yang penting……memohon kepada Allah SWT.

Senin, 24 Januari 2011

aku bahagiaaaa.....



Bismillahirrahmanirrahim.....
25 Januari,,,
11:50,,rasanya aku tak menyangka...
skrg,,umurku sdh menginjak 19 thn...
Ya Allah,,kemana umurku yg dLU??

semoga ada hasiL yang baik atas usahaku yang kemarin.........
hiduP adalah ujian...dan ada pertanggungjawaban.....

Banyak sekali harapan yang belum tercapai,,semoga ajah tahun ini bisa..
( Ya Rabbi,,kabulkan doaku )

Rasulullah mengajarkan bahwa kita harus lebih baik dari hari kemarin,,agar kita termasuk orang-orang yang beruntung..
Bukan seorang yang merugi,,dan apalagi sampai celaka..Naudzubillahimin dzalik...

Harus kuperbaiki segala yang belum baik,,
mempertahankan yang sudah ada dan tingkatkan tentunya,,,,,.....


dhudhudhuu,,,senengnya hari ini..........

gk boleh sia-siain waktu..!!!
Manfaatkan sisa hidup yang ada...
Perbaiki diri,,iTu harus !!

semoga semua berjalan dengan sempurnaaaa..........
walau ada rintangan,,aku HADAPI !!
optimis selalu !!!



karena Allah ada bersamaku :)

Rabu, 19 Januari 2011

Dialog Aku Dan Hati

“ Sesungguhnya ubat hati itu ada lima perkara, maka ubatilah hati kamu dengan lima perkara tersebut. Pertamanya, bacalah Al-Quran dengan menghayati isi kandunganya. Kedua, mengosongkan perut dari terlalu kenyang atau berpuasa. Ketiga, bangun ( beribadat ) di waktu malam. Keempat, menghampirkan diri kepada Allah ( beribadat ) disepertiga malam dan yang kelimanya, sentiasa bersama-sama di dalam majlis orang-orang yang soleh ”-
Ibrahim Al-Khawas RA



Tirai malam dibuka. Di hujung pentas dua sahabat karib sedang berbicara. Aku dan Hati. Kelihatan sang Hati berduka nestapa.


Aku: Duhai hati, mengapa kau bermuram durja hari ini? Kongsilah masalahmu padaku.


Hati : Aku kongsikan kiranya kau sudi mendengar.


Aku : Ya, aku ingin mendengar.


Hati : Bagaimana aku tidak bermuram. Aku sedih. Kau tidak seperti dulu lagi. Kau tidak lagi menemani aku dengan Tahajjudmu dimalam hari. Kau biarkan aku merintih rindu pada Tuhan.


Aku : Maafkan aku. Apakah itu sahaja? Wajahmu jua kulihat pucat tidak bermaya. Mengapa begini?


Hati : Wahai diri, mana mungkin aku tidak pucat sebegini kalau tidak kau tidak berikan aku makanan padaku lagi?


Aku : Makanan? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.


Hati : Bodohnya engkau. Bukankah dahulu engkau memberi aku makanan kepadaku dengan bersedekah pada yang memerlu? Mengapa sekarang kau tinggalkan sedekah itu??


Aku : Jahilnya aku. Aku minta maaf. Apa lagi yang membuat engkau menjadi lemah dan tidak bermaya begini?


Hati : Ke mana Al Quranmu minggu ini? Aku belum mendengarnya walau sepatah. Aku rindukan lantunan ayatNya. Mengapa kau begini? Mahukah engkau melihat aku mati lantaran tidak ku dengar lagi ia kini?


Aku : Jangan begitu wahai hati. Aku bersalah! Aku bersalah! Maafkan aku. Aku tidak mahu melihat engkau mati atau derita. Terus khabarkan padaku apa lagi yang membuat kau menderita sebegini?


Hati : Aku merasakah hidupku kosong. Tiada ruh. Tahukah engkau mengapa?


Aku : Tidaklah engkau lebih mengetahui dari aku. Aku ternyata jahil sekali.


Hati : Ke mana solat jemaahmu? Aku merasa duniaku tidak bererti dan tidak ada keberkatan dek solat jemaah yang kau jauhkan. Mengapa kau sebegini teruk?? Bukankah kita pernah bersama-sama mendengar bahawa Rasulillah SAW pernah ingin membakar rumah sahabat yang tidak bersolat jemaah? Jua kau pernah membacakan hadis kepadaku berkenaan Baginda menyuruh sahabat yang buta sekalipun untuk datang mendirikan solat jemaah! Apakah kau lupa?? Maka, lantaran alasan apakah lagi yang kau berikan pada Ilahi ketika dihitungkan kelak??


Aku :Duhai hatiku sayang, Aku menyesal. Entah syaitan apa yang merasukku sampai aku menjadi begini. Aku terkadang ingin kembali kepada fitrah tetapi tidak terdaya rasa.


Hati : Kau memang bodoh! Bagaimana engkau ingin terbitkan kekuatan seandainya kekuatan itu sendiri kau halau bilamana ia menghampirimu?? Bukankah kau tahu, aku menjadi kuat dengan segala apa yang pernah kau lakukan dahulu?? Sekarang kau tinggalkannya, maka bagaimana kau dan aku ingin menjadi kuat? Kuatkan aku dalam kau maka kau akan kuat bersamaku.


Aku: Ternyata segala katamu tepat belaka. Aku memang jahil. Beruntung sungguh aku mendapat sahabat sepertimu. Suka duka bersama. Baiklah, aku akan menjadi lebih baik dari aku sekarang. Maafkan aku atas segala kekejaman aku terhadapmu wahai hati. Maafkan aku.


Hati : Aku gembira amat mendengar begitu. Ayuh, kita mulakan taubat denganNya. Moga-moga Dia menerima ampunmu dan ampunku jua.


Aku : Ayuh!


Dua bersahabat meninggalkan pentas menuju ke kamar solat. Tirai malam ditutup perlahan-lahan. Sebuah lagu diputarkan.


Tombo Ati iku limo perkorone
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo iso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani


Obat Hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perbanyaklah
Salah satunya siapa bisa menjalaniMoga-moga Gusti Allah mencukupi

(Dari Hawa Untuk Adam Tercinta)

Adam,mengertilah...
Hawa bukanlah insan yg kuat.....
bukan juga insan yg bisa menahan nafsu..
tatkala diri diuji, Hawa sering tewas...
tewas dgn godaan syaitan & nafsu sendiri..

Adam,mengertilah...
sungguh, Hawa telah cuba melakukan yg terbaik..
agar diri ini tidak menjadi fitnah dunia...
telah Hawa cuba menjaga diri ini sebaik-baiknya..
Hawa sedaya upaya menjauhkan diri dari tabarruj..
perfume, make up, perhiasan...
telah Hawa elakkan sejauh-jauhnya..
namun mengapa masih Adam tertarik pd Hawa
yg serba kekurangan ini..

Adam,mengertilah...
Hawa ini berjiwa lembut...
sukar untuk Hawa menolak bila Adam meminta...
Hawa tau permintaan Adam
tak mungkin membawa Hawa ke kancah maksiat...
namun, Hawa lemah...
Hawa takut zina hati...

Adam,mengertilah...
setiap kali 'sms' diterima..
Hawa keliru...
ingin sekali Hawa membiarkan sahaja..
tapi Hawa akur tuntutan sahabat...
Hawa tewas...
Hawa reply juga...
mengenangkan Adam adalah sahabat....

Adam,mengertilah...
setiap layanan yg Hawa beri hanya sekadar membantu..
mungkin Hawa adalah antara kasih sayang Allah yg dikurniakan buat Adam..
memudahkan perjalanan hidup Adam..
jgn disalah tafsir apa yg Hawa berikan..

Adam,mengertilah...
Hawa mengharapkan Adam menjaga Hawa..
namun,bukanlah 'couple' yg Hawa pinta...
tp cukuplah sekadar tidak memandang Hawa..
cukuplah sekadar menghormati Hawa sebagai Hawa..
jgn dipinta apa yg tak mampu Hawa berikan..
kerana Hawa milik Allah sepenuhnya...

Kisah Isteri Solehah...Subhanallah,,


Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.

Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…

Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.

Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.

Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..

Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.

Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.

Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.

oOo

Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi ?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…

Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.

oOo

“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…

Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.

Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.

“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”

“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.

Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.

“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”

“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.

Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”

“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.

“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”

“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”

”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.

oOo

Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.

“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.

Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.

Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.

“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”

Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…

Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.

“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”

Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah).

“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.

Subhanallah,..aku membacanya, sambil menangis.. :) Hehe..Semoga ku dikaruniakan Istri Yang Solehah Mujahidah Nan Jamilah :) Amien...


Sumber: Kafemuslimah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

AKHWATimoet Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Celebrity Gossip