b:include data='blog' name='all-head-content'/>
bismillah

Welcome

31. Katakanlah ( Muhammad ), " Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. " Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang,
32. Katakanlah ( Muhammad ), " Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-org kafir. " ( QS. Ali Imron : 31-32 )
Fruity Cherry Heart

Rabu, 22 Juni 2011

Makalah Al - Islam

Diposting oleh AKHWATimoet di 04.44 1 komentar

QS. AL- INSYIR

OH

“Rahasia Dibalik Kesulitan”

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Al- Islam







Disusun Oleh :

Irma Ervina

Shelvy Novia Wijayanti

PAKET 2


STAI ACPRILESMA INDONESIA

Jl. Raya Bintara Jaya no. 9 Rt. 08/Rw. 10 Bintara Jaya – Bekasi

2011



KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah-Nya kepada seluruh umat manusia untuk dijadikan pedoman dan acuan dalam meraih keselamatan dunia dan akhirat. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat dan hidayah-Nya,tidak lupa kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, dan sampai kepada kita selaku umatnya yang senantiasa meneruskan perjuangannya demi tegaknya islam di muka bumi ini.

Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, karena berkat iradah-Nya kami diberikan kemudahan sehingga kami mampu melalui hambatan-hambatan yang datang selama penyusunan makalah ini, tentunya dengan ridho Allah SWT terwujudlah makalah ini yang berjudul QS. Al Insyiroh ( Rahasia Dibalik Kesulitan).

Makalah ini memang bukan karya yang sempurna karena kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisannya, baik dalam isi, sistematika, dan teknik penulisannya. Walaupun masih banyak kekurangan, namun berkat bantuan dan kerjasama kelompok, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan.

Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari teman-teman sekalian akan saya terima dengan senang hati, guna penyempurnaan tugas makalah ini di kemudian hari. Selanjutnya, Semoga laporan praktikum ini bisa memberikan manfaat bagi saya selaku penulis dan bagi para pembaca. Amin.


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang / Asbabun Nuzul

Surah Al Inshirah atau Surat Alam Nasyrah( سورة الشرح )adalah surat ke-94 dalam Al Qur'an. Surat ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyah serta diturunkan sesudah surat Adh Dhuhaa. Nama Alam Nasyrah diambil dari kata Alam Nasyrah yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti: bukankah Kami telah melapangkan.

Penegasan tentang nikmat-nikmat Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, dan pernyataan Allah bahwa disamping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan amal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya.

Dalam menjalani hidup di dunia ini, tidak jarang ditemukan orang yang kadang merasa berat dalam menjalani hidupnya, apalagi di zaman global, yang penuh dengan tantangan ini. Karenanya seringkali seseorang merasa stres karena tidak kuat menjalaninya. Ketika seperti itu, ada yang melampiaskannya dengan minum minuman keras, mengkonsumsi sabu-sabu, melacur, dan sebagainya. Naasnya lagi kadang ada yang sampai berani bunuh diri. Naudzubillah.

Kenapa sampai terjadi seperti itu? Apa dan siapa yang salah? Apakah hidup bahagia memang tidak gampang dicapai oleh sembarang orang? Semua itu sebetulnya tergantung pada masing-masing diri kita sendiri. Kita tinggal memilih apakah kita ingin hidup bahagia atau tidak. Tinggal kita bagaimana cara mengatur emosi dan pikiran kita.

Bagaimana cara kita mengaturnya agar kita bisa mencapai hidup bahagia? Jawabannya bisa ditemukan dalam kandungan surat al-Insyirah, surat ke-94 dalam al-Qur'an. Surat al-Qur'an yang terdiri dari delapan ayat ini mengandung falsafah hidup yang patut kita jadikan acuan untuk menggapai kebahagiaan hakiki dunia-akhirat. Surat al-Insyirah ini bisa dijadikan paradigma meraih kesuksesan, keberhasilan, dan kebahagiaan hidup.

Kandungan pertama surat al-Insyirah ini diawali dengan anugerah lapang dada, yang kemudian dilanjutkan dengan anugerah-anugerah yang lain. Surah ini menyiratkan bahwa hidup itu berarti bercengkerama dengan kesulitan-kesulitan dan sekaligus menunjukkan bagaimana meraih kemudahan-kemudahan. Hal ini sesuai dengan bunyi salah satu ayat dalam surat ini yang artinya: "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Al-Insyirah (94): 5-6).

Pada hakikatnya, surat ini adalah surat yang dikhususkan kepada diri Rasulullah agar ia berlapang dada. Akan tetapi tidak ada salahnya kalau kita juga mengambil ibrah darinya. Apalangi sudah jelas bahwa Rasulullah itu merupakan contoh teladan yang patut dicontoh, seperti apa yang difirmankan Allah yang artinya: "sesungguhnya pada diri Rasulullah itu telah ada contoh suri tauladan yang baik..." (QS. Al-Ahzab (33): 21).

Dalam menjalani hidup di dunia ini setidaknya kita harus menghadapinya dengan penuh senyuman. Berbagai macam kesulitan (rintangan) yang pastinya akan dialami setiap orang, seyogianya dihadapi penuh pertimbangan dengan tetap berlapang dada, istiqamah, dan tidak menjadikannya sebuah beban. Falsafah dalam surat al-Insyirah bisa menuntun kita untuk bisa berdamai dengan aneka ragamnya kehidupan kita. Tuntunan surat al-Insyirah ini meminta kita agar dalam menjalani hidup pertama-pertama harus dan bisa berlapang dada, tetap istiqamah, dan terakhir pasrah terhadap semua apa yang telah kita usahakan.

Falsafah untuk berlapang dada ini ada pada ayat pertama surat al-Insyirah. Anjuran untuk tetap istiqamah ada pada ayat ketujuh. Dan ayat terakhir menganjurkan kepasrahan. Kesulitan-kesulitan yang mungkin sering berhadapan dengan kita, kita harus menghadapi dengan penuh lapang dada, tetap istiqamah menjalankannya sesuai dengan koridor kehidupan, dan terakhir kita pasrah pada Tuhan yang maha kuasa-yang nantinya pasti ada kemudahan yang akan diberikan-Nya. Allah sudah berjanji bahwa setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Inilah janji Allah yang tersurat pada ayat kelima dan enam dalam surat al-Insyirah ini. Allah tidak ada mengingkarinya janjinya (QS. Ali Imran (3): 9).

Sungguh luar biasa, lewat surat al-Insyirah ini Allah memberi tahu rumus bagaimana cara kita menjalani kehidupan. Dengan rahman dan rahim-Nya, Allah bekali diri kita potensi untuk mengatasi kelemahan yang ada pada diri kita. Allah berfirman yang artinya: "sesungguhnya manusia diciptakan besifat keluh kesah lagi kikir" (QS. Al-Ma'arij (70): 19), tetapi Allah juga berfirman yang artinya: "kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya..." (QS. Al-Mukminun (23): 62).

Kalau kita sudah bisa menjalani hidup dengan kisi-kisi yang telah dikandung surat al-Insyirah di atas, maka sudah barang pasti Allah akan menganugerahkan pada kita sebuah kebahagiaan yang tiada tara. Buktinya bisa kita lihat pada diri Rasulullah. Selain nabi-nabi yang lain, nama yang disejajarkan dengan nama Tuhan adalah nama Rasulullah. Jika nabi Ibrahim disebut khalilullah (kekasih Allah), maka Rasulullah lebih dari itu. Allah menggandeng nama Rasulullah, Muhammad, sebagai paduan dua kalimat syahadat.

Setidaknya seperti itulah falsafah hidup bahagia yang semuanya terkandung dalam surat al-Insyirah. Akan semua itu dibahas habis dalam buku "Sukses dan Bahagia dengan Aurat al-Insyirah: Bersama Kesulitan Pasti Ada Kemudahan". Taufiqurrahman Al-Azizy, penulis buku ini, dengan bahasa yang ringan menafsirkan ayat demi ayat dari surat al-Insyirah itu, dengan bahasa dan format yang mudah ditangkap berbagai kalangan. Bahasa dan format motivasi yang diambil penulis membuat buku ini tidak terkesan menggurui.

Layaknya tidak ada sesuatu yang sempurna, dalam buku ini banyak ditemukan kekeliruan dalam ejaan penulisannya. Karenanya buku ini terkesan terburu-buru dalam menerbitkannya dan tidak adanya ketelitian editornya. Padahal di sanalah fungsi editor yang sesungguhnya. ***

BAB II

PEMBAHASAN

SURAH AL-INSYIRAH

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهِ بِِسْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

1. أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

2. وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu,

3. الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ yang memberatkan punggungmu?

4. وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.

5. فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا Kerana sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,

6. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.

7. فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

8. وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهِ بِِسْمِ

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Surah ini berkaitan erat dengan surah sebelumnya, dan sebagian mufasir menganggapnya sebagai sambungan langsung dariSurah al-Dhuha. Bagaimana pun juga, surah ini ditujukan kepada Nabi dan diperluas kepada semua orang yang mengikuti jejak langkah Nabi.

لَكَ صَدْرَكَ نَشْرَحْ أَلَمْ

1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu untukmu?

Syaraha berarti 'membukakan, menyingkapkan, menjelaskan, menerangkan atau menampakkan,' dan 'melapangkan'. Syarahajuga berarti 'memotong'. Dalam dunia bedah, kata tasyrih berarti pemotongan.

Shadara berarti 'kembali dari pengairan, melanjutkan, memancar, keluar', dan shadr adalah 'dada, payudara atau peti'. Jika seseorang mengatakan ia ingin 'mengambil sesuatu dari dadanya', maka sesuatu ini, tentu saja, bukan obyek fisik. Melainkan, sesuatu yang sudah ia kenakan sendiri pada dirinya, sehingga ia merasa terhimpit atau terbebani, seolah-olah ia tidak bisa lagi bernapas dengan bebas. Dengan melepaskan diri dari beban ini, dengan 'melapangkan' diri, maka yang jauh menjadi dekat dan yang sulit menjadi mudah.

Syarh (uraian terperinci, penjelasan) yang utama adalah berupa pengetahuan, penyaksian langsung bahwa yang ada hanyalah Allah. Itulah syarh yang terakhir; tidak ada apa-apa di luar itu. Tidak ada kelegaan di luar penyaksian langsung.

Meskipun ayat ini ditujukan kepada Nabi, namun ia berlaku kepada semua orang. Beban kebodohan digantikan dengan beban kenabian, tapi beban tersebut menjadi ringan karena berbagai rahasia alam semesta telah diungkapkan kepadanya.

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

2. Dan mengangkat bebanmu dari (pundak)mu,

Wazara, akar dari wizr (beban, muatan berat), adalah 'memikul atau menanggung (suatu beban)'. Dari kata tersebut muncul katawazir artinya 'menteri, wakil, konselor', yakni, seseorang yang membantu penguasa atau raja untuk memikul beban negara. Maksud ayat ini adalah bahwa kita dibebaskan dari tanggung jawab apa pun selain daripada sebagai hamba Pencipta kita. Jika kita sungguh-sungguh memahami penghambaan, maka kita tidak lagi terbebani seperti sebelumnya tapi kita malah hanya melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban kepada Allah, tanpa menambah beban lagi kepada diri kita.


ظَهْرَكَ أَنْقَضَ الَّذِي

3. Yang telah memberatkan Punggungmu?

Lagi-lagi ini merupakan penjelasan metaforis. Ada di antara kita yang nampaknya memikul beban berat, meskipun, sebenarnya, tidak ada beban yang bersifat permanen. Jika kita selalu ingat akan Allah (zikrullah), sadar bahwa pada suatu saat napas kita bisa berhenti, dan bahwa kita akan segera kembali menjadi debu, maka kita pun akan sadar bahwa yang dapat kita lakukan saat ini hanyalah menghamba dan berusaha berbuat sebaik-baiknya. Tidak ada yang harus kita lakukan selain dari itu. Secara tidak sengaja mungkin kita telah mengundang kesulitan di dunia ini, namun kesulitan dunia ini tetap akan datang dan menemukan kita. Jika kita tidak memperdulikan orang fi sabilillah (di jalan Allah), jika kita tidak membantu orang, melayani dan membimbing mereka, maka berbagai kesulitan akan menimpa kita

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ.

4. Dan meninggikan untukmu sebutan kamu?

Ini berkenaan dengan zikir lahiriah Nabi. Kita tidak bisa melakukan zikir lahiriah yang lebih tinggi dari Nama Allah. Zikir batiniah Nabi merupakan kesadaran beliau yang tak henti-henti, berkesinambungan, dan tidak terputus terhadap Penciptanya. Zikir Nabi terhadap Penciptanya memiliki kedudukan paling tinggi karena di antara ciptaan Allah beliaulah yang paling dekat kepada-Nya.

Ketika Nabi berzikir, zikimya diangkat lebih tinggi sehingga zikir Nabi berada di urutan paling tinggi; kehidupannya sendiri merupakan zikrullah.

يُسْرًا الْعُسْرِ مَعَ فَإِنَّ

5. Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan,

يُسْرًا الْعُسْرِ مَعَ إِنَّ

6. Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.

Dua ayat ini memberikan penjelasan khusus mengenai 'sang' kesulitan, yakni 'bersama kesulitan ada kemudahan', yang menunjukkan bahwa hanya ada satu kesulitan. Ini berarti bahwa pada setiap kesulitan ada dua kemudahan atau solusi. Solusi pertama adalah bahwa kesulitan akan berlalu: ia tidak bisa berlalu dengan sendirinya, tapi akhirnya ia akan berlalu karena lambat laun kita pergi darinya melalui kematian. Solusi kedua adalah bagi pencari sejati; solusinya terletak dalam pengetahuan tentang proses awal terjadinya kesulitan kemudian melihat kesempumaan di dalamnya.

Umpamanya, seseorang bisa saja melakukan kesalahan dengan memasuki areal proyek pembangunan yang berbahaya sehingga kepalanya tertimpa sesuatu. Ia mungkin saja tidak menyadari berbagai faktor yang terkait dengan kecelakaannya, apakah orang lain bermaksud mencelakakannya atau tidak, tapi yang jelas ia akan mengalami musibah itu. Begitu ia mengetahui bagaimana musibah itu terjadi, betapa sempurna kejadiannya! Kepalanya akan terluka, tapi itu pun akan sembuh: itu adalah kemudahan lain. Bersamaan dengan sulitnya merasakan pemisahan muncul pertolongan untuk mengetahui bahwa kita berhubungan.

فَانصَبْ فَرَغْتَ فَإِذَا

7. Maka jika engkau sudah bebas, tetaplah tabah bekerja keras!

Makna syari’ (lahiriah) dari ayat ini adalah bahwa begitu kita selesai berurusan dengan dunia dan dengan segala tanggung jawab kita di dalamnya, hendaknya kita bersiap-siap untuk mencari pengetahuan langsung tentang Realitas Ilahi. Menurut penafsiran golongan ahl al-Bayt tentang ayat ini, bila kita selesai menunaikan salat-salat formal kita, maka hendaknya kita melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni begadang sepanjang malam melaksanakan salat lagi, zikir dan belajar. Bila kita sudah menyelesaikan segala kewajiban kita terhadap penciptaan dan terhadap Pencipta kita, maka hendaknya kita berbuat lebih, dan mencurahkan diri kita sepenuhnya. Perjuangan dan upaya batin ini adalah makna harfiah dari kata jihad, yang hanya dalam peristiwa tertentu saja menjadi 'perang suci'.

فَارْغَبْ رَبِّكَ لَى إِوَ

8. Dan jadikanlah Tuhanmu sebagai tujuan [kerinduan] engkau semata!

Ketika kita mempraktikkan hasrat keingintahuan kita, bila kita menginginkan pengetahuan, maka kita akan menjadi pengetahuan, persis sebagaimana kita mempraktikkan kemarahan, maka kita pun akan menjadi kemarahan. Begitu kita meletakkan dasar-dasar yang perlu untuk menunaikan segala kewajiban kita, maka kita pun sah untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan kita. Bagaimana pun, menunaikan kewajiban kita terlebih dahulu adalah penting, karena, kalau tidak kita akan melaksanakan keinginan untuk melarikan diri.[]

HIKMAH

Presuposisi adalah sebuah asumsi yang telah diakui kebenaran dari kata-katanya. Karena saya belum pandai dalam bahasa Arab maka saya mengkaji berdasarkan ilmu yang baru saya fahami. oleh karena itu mohon bantuan dari para sahabat untuk meluruskan saya jika saya khilaf atau lupa.

Seperti halnya sebuah kalimat " Ayo kamu semangat", kata tersebut memberikan presupose bahwa orang tersebut sedang tidak semangat sehinggat dia diberi motivasi agar dia semangat.

coba bandingkan dengan kata berikut

"Ayo kamu lebih semangat", tentu ada yang berbeda yah. Kata lebih semangat mempresuposisikan bahwa keadaan seseorang tersebut sudah semangat kemudian diberi motivasi agar menjadi lebih semangat lagi.

Yah kurang lebih itulah presuposisi.
Nah dalam kali ini saya ingin membedah tentang kajian surat Al Insyirah ayat 5-6 dari sisi saya seorang Neuro Linguistic Programmer.

AlQuran surat Al Insyirah:5-6 menyebutkan :
5: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"
6: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"

"Maka" : memiliki presupose bahwa ada kalimat sebelumnya yang berkaitan dengan ayat ini. Atau bisa juga kata "Maka" memperesupose tentang suatu PENEGASAN.

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" : memiliki presupose bahwa Kesulitan itu pasti terjadi bagi setiap manusia yang pernah hidup di muka bumi. Kesulitan itu adalah hal yang eksis dan pasti terjadi. Terlebih kata "sungguh" telah menekankan bahwa manusia tidak pernah tidak mendapatkan kesulitan dalam hidupnya.

Jadi ketika seseorang mendapatkan kesulitan dunia maka itu adalah hal yang sudah digariskan dalam takdir mereka. Mereka tidak bisa mengelak kesulitan kehidupan. Baik saya , anda bahkan seorang Nabi seperti Baginda Muhammad SAW, sekalipun. Mungkin kita tahu bagaimana seorang Muhammad pernah ditimpuk oleh batu di Taif. Padahal dia itu adalah kekasih yang sangat dicintai oleh Allah. Namun kenapa Allah masih memberikan kesulitan itu hadir pada diriNya tak lain dan tak bukan karena itu sudah digariskan untuk menguji keimanan seperti yang telah diwahyukan dalam surat Al Ankabut ayat 2:
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi"

Oleh karena itu ketika kesulitan itu hadir dalam kehidupan manusia. Maka yakinilah bahwa setiap kesulitan yang datang pasti karena seizin Allah SWT.

Dan Allah telah memberikan kabar gembira melalui surat Al Insyirah ini pada kata selanjutnya yaitu "KEMUDAHAN" yang hadir bersama kesulitan.

Kata "ma'a" memiliki arti "bersama" bukan sesudah. Dan artinya ketika Allah telah memberikan kesulitan dalam kehidupan kita maka Ia pun juga memberikan kunci jawaban dari kesulitan yang kita hadapi. Kunci jawaban itu sudah ada. Terutama bagi mereka yang berakal. Karena mereka telah mengatakan "Ya Allah , tidaklah engkau ciptakan ini semua dengan sia-sia." Sehingga bagi mereka yang berakal mereka dapat dengan mudah mendapatkan INSPIRASI dan HIKMAH dari setiap kesulitan yang datang kepada mereka.

Dan INSPIRASI itulah yang menjadi salah satu kunci KEMUDAHAN dari KESULITAN yang kita terima dalam kehidupan.

Berarti Allah secara tidak langsung telah meminta manusia untuk mencari Hikmah dari setiap KESULITAN yang mereka alami dalam rangka mencari SOLUSI/KEMUDAHAN

Mungkin inilah yang sebaiknya kita lakukan ketika ujian itu hadir daripada mengeluh atau bahkan saling menyalahkan. Padahal bukankah Allah lebih mengutamakan kita untuk mencari KEMUDAHAN terlebih dahulu daripada meributkan masalah yang sudah terlanjut terjadi.

Kemudian pada ayat ke-6, Allah menyebutkan lagi namun kali ini tidak ada kata sambung "maka" seperti ayat sebelumnya. Sehingga pada ayat ke-6 ini memberikan presupose berupa "Penguatan" dari ayat sebelumnya.

Karena ini diperkuat dua kali oleh Allah tentu ini adalah hal yang SANGAT DITEKANKAN oleh Allah agar manusia bisa menemukan KEMUDAHAN dibalik KESULITAN yang diberikan. Solusinya telah ada, tinggal bagaimana manusia mau melangkah mencari solusi yang tersembunyi bersama masalah yang dialami. Dan itulah petunjuk dari Allah agar manusia bisa menjadi Survive bahkan menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Karena setiap kesulitan itu pasti ada kemudahan maka ayat ini juga mempertegas ayat terakhir dari surat Al Baqarah yang memiliki arti :
"Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

sehingga ketika Allah memberikan ujian/beban pasti manusia itu sanggup karena itu sudah sesuai takaran kesanggupan orang tersebut.

Satu Kesulitan vs Dua Kemudahan

Percayalah pada janji Allah. Pun disaat kita diamuk gulana.

Semuanya sudah termaktub dalam lembaran ayat suci-Nya. Bacalah surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al-Insyirah: 5-6).

Tentu ayat di atas sudah tak asing lagi bagi kita. Kita seringkali mendengar ayat ini, namun kadang hati kita masih saja lalai, sehingga tidak betul-betul merenungkannya. Atau mungkin kita pun belum memahaminya. Padahal jika ayat tersebut betul-betul direnungkan sungguh luar biasa faedah yang dapat kita petik. Jika kita benar-benar mentadabburi ayat di atas, sungguh berbagai kesempitan akan terasa ringan dan semakin mudah kita pikul.

Percayalah…

“Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”

‘Abdullah bin Mas’ud RA pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya…”

Yakinlah saudaraku…

Bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang begitu dekat. Mungkin di awal-awal kesulitan, belum datang pertolongan atau jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian ya? Itu karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu amat pasrah. Segala suatu telah diserahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala urusan. Itulah yang dinamakan hakekat dari tawakkal.

Kuncinya adalah sabar. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah.

Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair,

Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.

Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan, maka ia pasti akan selamat.

Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.

Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.

BAB III

PENUTUP

Ada ahli tafsir yang mengatakan bahwa melapangkan dada ialah yang terjadi pada malam israa mi'raj ketika Nabi sw. dibelah dadanya untuk ditambah nur iman, keyakinan dan kesabaran.

Abu Said Al Khudri ra berkata: Rasulullah saw bersabda:
"
Jibril datang kepadaku dan berkata: Tuhanku dan Tuhanmu bertanya, Bagaimanakah Aku mengangkat setinggi-tinggi nama sebutanmu? jawab Nabi saw. Allahua'lam. Tuhan berkata: Jika nama-KU disebut maka namamu juga disebut bersama nama-Ku".

Anas bin Malik ra. berkata: Ketika Rasulullah saw. duduk dan dihadapannya ada batu tiba-tiba ia bersabda:
"
Andainya kesukaran datang dan masuk ke dalam batu ini niscaya akan akan datang pula kelapangan dan masuk ke dalam batu ini untuk mengeluarkan kesukaran itu. Maka tutunlah ayat 5 - 6.
(HR: Ibnu Abi Hatim).

Abu Hurairah ra. berkata , Rusulullah saw. bersabda:
"
Pertolongan dari Allah diturunkan dari langit menurut kadar beban keperluan dan turunlah kesabaran menurut kadar ujian musibah. Jika engkau telah selesai dari urusan duniamu maka tegakkan dirimu untuk melakukan ibadah dan kepada rahmat Tuhanmu sajalah engkau tetap berharap".

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini :
· Kemarahan, kesusahan, kegagalan, dan keburukan lainnya bermula dari cara pandang

yang salah, perbaiki cara pandang maka semuanya akan berubah
· Yakinlah pada cara pandang Al-Quran bahwa Allah menawarkan 2 kemudahan bagi setiap

kesusahan yang telah dihadapi dengan sabar dan syukur.
· Kegagalan atau kesusahan disebabkan beban pikiran/pekerjaan yang terlalu menumpuk.
· Yakinlah pada cara pandang Al-Quran, kerjakan segala sesuatu secara bertahap, jangan

memikirkan pekerjaan yang akan datang bila pekerjaan yang ada dihadapan belum

selesai.
· Hasil dari setiap usaha (mendapat pujian atau cercaan) bergantung pada cara kita

memasrahkan seluruh pekerjaan pada Tuhan.

DAFTAR PUSTAKA

http://ms.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Insyirah

http://jakarta45.wordpress.com/2011/05/26/hikmah-satu-kesulitan-vs-dua-kemudahan/

http://www.al-shia.org/html/id/quran/tafsir/juz30/094.htm

http://www.indoislamicstore.com/505-al-quranku-keren-al-insyirah-rahasia-dibalik-kesulitan.html

READ MORE - Makalah Al - Islam

Senin, 20 Juni 2011

PESAN RASULULLAH: 'JANGAN PUTUS ASA BERDOA'

Diposting oleh AKHWATimoet di 17.30 0 komentar
PESAN RASULULLAH: 'JANGAN PUTUS ASA BERDOA'

Daripada Abu Hurairah bahawa Nabi SAW bersabda bermaksud;

" Allah sentiasa memperkenankan doa seseorang hamba selama doa itu tidak mengandungi ( perkara ) dosa, ( perkara yang ) memutuskan silaturahim dan selama tidak meminta supaya cepat-cepat diperkenankan. "

Lalu Baginda ditanya oleh seseorang; "Apa maksudnya meminta dicepatkan? "

Jawab Baginda;

" Umpamanya seseorang itu berkata dalam doanya : Aku berdoa, aku berdoa tetapi aku belum melihat doaku diperkenankan. Lalu aku putus asa dan berhenti berdoa. "

Hadith Riwayat Muslim

Jangan Berputus-asa dikala Doa Belum dikabulkan

Ada Hadith yang menyatakan : " Doa adalah senjata bagi orang yang beriman. " Juga di sisi lain menerangkan : " Doa itu sumsum ibadah. "

Maka perjuangan tanpa doa binasa dan doa yang tidak diiringi dengan usaha hampa.

" Jangan engkau berputus asa kerana kelambatan pemberian Allah kepadamu, padahal doamu bersungguh-sungguh. Allah telah menjamin menerima semua doa sesuai dengan yang Dia kehendaki untukmu pada waktu yang telah Dia tentukan. Bukan menurut kehendakmu dan bukan pada waktu yang engkau tentukan. "

Oleh kerana itu jadikan doa dan usahamu sebagaimana fungsi ruh dengan jasad pada diri manusia. Sebab yang disebut insan kamil ( manusia seutuhnya ) ialah manakala jasad dengan ruh bertemu pada satu wujud manusia. Tidak akan disebut manusia yang sempurna, bila hanya ada ruh. Begitu pula sebaliknya, hanya akan disebut mayat, bila manusia hanya ada jasadnya sahaja tanpa dengan ruh.

Janganlah Membuatmu Putus Asa Dalam Mengulang Doa-Doa, Ketika Allah Menunda Ijabah Doa Itu?

Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus-asa dalam berdoa. Mengapa demikian? Kerana nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam keadaan demikian manusia seringkali berputus-asa, dan merasa bahawa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan kerana manusia merasakan bahawa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah. Tanpa disedari bahawa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur ( hadir ) bersama Allah.

Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahawa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga perkara :

Pertama :

Seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan sepenuhnya, sehingga dia meraih redhaNya. Hamba ini senantiasa bergantung denganNya, baik doa itu dikabulkan seketika mahupun ditunda. Dia tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.

Kedua :

Seseorang tegak di depan pintuNya dengan harapan penuh pada janjiNya dan memandang aturanNya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang tidak acuh dan syarat-syarat yang tidak dipenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, tapi syariatnya menjadi besar dalam hatinya.

Ketiga :

Seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semuga Allah mengampuninya.

Apakah Setiap Doa Akan Dikabulkan?

Pertanyaan ini akan terjawab bila engkau telah memahami apa yang disebut doa dan hakikatnya. Maka, tidak harus berhenti dari kesungguhan doamu, juga jangan berpaling dariNya kerana lambat masa diperkenankan pintamu. Pun pula jangan mengherdik seraya terlontar kalimah protes atas ketidak puasanmu dengan huraian firmanNya yang menyatakan :

" Dan Tuhan kamu berfirman : Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina. "

Q.S Ghaafir : 60

Perbaiki dahulu sangkamu kepada Allah dan yakinlah seraya husnuzhon ( bersangka baik ) kepadaNya, bahawa Ia tak akan mengingkari janjiNya. Kemudian perhatikan dengan saksama petunjukNya, terutama pada syarat-adab berdoa. Kemudian, cuba engkau renungkan firmanNya yang tertera di bawah ini;

" Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku maka ( beritahu kepada mereka ) : Sesungguhnya Aku ( Allah ) sentiasa hampir ( kepada mereka ); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanKu ( dengan mematuhi perintahKu ) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul. "

Q.S Al Baqarah : 186

Allah itu dekat kepada setiap hamba-hambaNya, bahkan kedekatanNya dihurai dalam firmanNya;

" Dan demi sesungguhnya, Kami telah mencipta manusia dan Kami sedia mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, sedang ( pengetahuan ) Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, "

Q.S Qaaf : 16

Maka tidak layak untuk mengatakan : "Allah tidak mengabulkan doa kami. "



Yang menjadi masalah di sini ialah, pemahaman tentang Allah dekat dengan hamba-hambaNya, juga Allah mengabulkan setiap pinta dan doa hamba-hambaNya. Tentunya memahami perkara semacam ini perlu ada kajian ilmu tauhid yang akan menyampaikan kepada pengetahuan tentang Allah dan keberadaanNya.

Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihanNya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendakiNya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki.

Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :

" Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu."

Q.S Ghaafir : 60

Allah menjamin pengabulan itu melalui janjiNya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak memfirmankan dengan kata-kata, "menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri. "

Konsep doa yang dikabulkan harus difahami sebagai janjiNya yang pasti akan dipenuhi sesuai dengan kehendakNya. Pengabulan itu ada kalanya di dalam dunia dan ada pula di akhirat. Jika yang dipinta sesuai dengan kehendakNya, maka akan diberikannya segera, tetapi bila permohonannya tidak seiring dengan kehendakNya maka sebagai gantinya, Ia akan memberikan sesuai dengan kehendakNya sebagai alternatif yang tepat untuk dirimu dariNya. Perkara ini pun, jika Ia berkenan atas pintamu. Yang jelas Ia tidak pernah menyalahi janji-janjiNya.

Saya perjelas di sini, bahawa Allah telah mengakui pintamu juga akan memperkenankannya sesuai dengan apa yang Dia pilihkan bagimu. Tidak menurut pilihanmu bagi nafsumu. Gelora jiwa yang terasa padamu adalah rahmatNya. Terkadang engkau benci terhadap sesuatu yang tidak seirama dengan nafsumu, tetapi ia baik untukmu. Begitu pula sebaliknya, apa yang engkau cintai belum tentu baik untukmu, bahkan jahat serta merosakkan lahir batinmu. Sebagaimana firmanNya yang menyatakan;

" Kamu diwajibkan berperang ( untuk menentang pencerobohan ) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan ( ingatlah ), Allah jualah Yang mengetahui ( semuanya itu ), sedang kamu tidak mengetahuinya. "

Q.S Al-Baqarah : 216

Maka itu pasrahkan dirimu dalam pilihanNya untukmu sesuai dengan kehendakNya, nescaya engkau akan menemui apa yang baik bagimu dan menurutNya.

" Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dirancangkan berlakunya dan Dialah juga yang memilih (satu-satu dari makhlukNya untuk sesuatu tugas atau keutamaan dan kemuliaan); tidaklah layak dan tidaklah berhak bagi sesiapapun memilih (selain dari pilihan Allah). Maha Suci Allah dan Maha Tinggilah keadaanNya dari apa yang mereka sekutukan denganNya. "

Q.S Al-Qasas : 68

Oleh kerana itu jangan engkau memilih sesuatu apapun, jika harus memilih, maka pilih olehmu untuk tidak memilih. Jika engkau telah berhenti dari memilih sesuatu, kemudian engkau serahkan kepada Allah dalam segala hal pilihan atas kehendakNya, nescaya Ia akan memilihkan untukmu yang paling terbaik menurutNya.

Adapun diperkenankan doa itu terkadang diberi dengan wujud yang dipinta, namun tidak mustahil akan diganti dengan lainnya yang lebih baik bagimu seperti tercegah dari malapetaka, diampuni dosa atau kesalahannya, mendapat curahan nikmat serta pengabulannya ditunda untuk kelak di akhirat. Sebagaimana dihurai dalam hadith yang bersumber dari Anas RA. Berikut;

"Tiada seorangpun yang berdoa, melainkan Allah pasti akan mengabulkan doanya atau dihindarkan dari bahaya padanya atau diampuni sebahgian dari dosanya selagi ia tidak berdoa untuk sesuatu yang menjurus kepada dosa atau untuk memutuskan hubungan sanak keluarga. "

Pada hadith riwayat Muslim menerangkan;

" Tiada seorangpun yang berdoa kepada Allah dengan rangkaian doa yang tak durhaka, melainkan Allah akan menganugerahkan dengan salah satu dari tiga perkara: Pertama disegerakan doanya, kedua ditunda untuk di akhirat dan ketiga dihindarkan dari malapetaka walau sekadarnya. "

Maka hendaklah engkau harus mengakui kekuasaanNya yang mutlak, bahawa diperkenankan pintamu pada waktu yang dikehendakiNya bukan pada waktu yang engkau kehendaki. Kerana pilihan Allah bagi hambanya itu terlebih baik dari pada pilihan hamba bagi dirinya. Jadi, setiap doa itu pasti dikabulkan. Masalahnya hanya waktu, sebagaimana doa Musa A.S dan Harun A.S dalam firmanNya;

" Allah berfirman: Sesungguhnya telah dikabulkan doa kamu berdua; oleh itu hendaklah kamu tetap ( menjalankan perintahKu seterusnya ) dan janganlah kamu menurut jalan orang-orang yang tidak mengetahui ( peraturan janjiKu ). "

Q.S Yunus : 89

Firman ini menerangkan tentang pengabulan doa Nabi Musa A.S dan Harun A.S untuk kehancuran Fir'aun. Tetapi untuk menunggu dikabulkan doa tersebut memakan kurun waktu selama empat puluh tahun. Begitu pula Nabi Muhammad SAW berdoa untuk Umar Ibnu Khatab R.A, agar diberi hidayah dan sekaligus menjadi pendampingnya yang setia. Dalam perkara ini beliau, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada penantian dua tahun lamanya. Dan masih banyak lagi riwayat yang senada dengan huraian di atas.

Dalam hadith Rasutullah SAW bersabda;

" Tidak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini : Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda ( pengabulannya ) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya. "

HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim

Dalam hadith lain disebutkan, " Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, ( hingga akhirnya ) seseorang mengatakan, ' Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. ' "

HR. Bukhari-Muslim

Kerana kasih sayang dan pertolongan Allah pada hambaNya. Sebab Allah Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Mengetahui. Zat Yang Maha Pemurah apabila dimohon oleh orang yang memuliakanNya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut KemahatahuanNya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih berfaedah. Terkadang seseorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.

Doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahsia doa adalah menunjukkan betapa seseorang hamba itu serba kekurangan. Kalau sahaja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kekurangan itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahsia taklif ( kewajiban ubudiyah ) menjadi keliru, padahal erti dari doa adalah adanya rahsia taklij' itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana seterusnya :

" Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata. "

Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan hingga membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri disebalik semua itu, iaitu mengekalkan rububiyah atas ubudiyah hambaNya. Syarat-syarat ijabah atas janjiNya, terkadang tidak dipenuhi oleh hambaNya. Kerana itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada NabiNya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah.

Kenapa kita tidak boleh meragukan janji Allah? Sebab sikap meragukan janji Allah itu dapat mengaburkan pandangan hati kita terhadap kurnia Allah sendiri.

As-Sakandari meneruskan;

" Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahsia batinmu. "

Bahawa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahsia batin, kerana sikap skeptik terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan disebalik janji Allah itu.

" Sesungguhnya Allah jualah Yang Menguasai segala alam langit dan bumi; Dia menghidupkan dan mematikan dan tidaklah ada bagi kamu selain dari Allah sesiapa pun yang menjadi pelindung dan juga yang menjadi penolong. "

Q.S At-Taubah : 116

sumber :
http://www.wanitakini.org/

READ MORE - PESAN RASULULLAH: 'JANGAN PUTUS ASA BERDOA'

Sabtu, 11 Juni 2011

Jam Piket Organ Tubuh

Diposting oleh AKHWATimoet di 20.22 0 komentar
Teman2,, organ tubuh kita punya jam piket jg lhoo..
Yukk kita baca dan pelajari.. Bs mnjadi bentuk rasa syukur kita qLo bs memeliharanya...
Semoga Bermanfaat :-)

LAMBUNG
Jam 07.00 – 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk
proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari.
Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih
kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.

LIMPA
Jam 09.00 – 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk
energi
pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa
lemah.
Kurangi konsumsi gula, lemak,minyak dan protein hewani.

JANTUNG
Jam 11.00 – 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah
fisik, ambisi
dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .

HATI
Jam 13.00 – 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul
dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati.
Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.

PARU-PARU
Jam 15.00 – 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk
proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru

GINJAL
Jam 17.00 – 19.00
Jam piket organ
ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar
karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta
kecerdasan.

LAMBUNG
Jam 19.00 – 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang
sulit dicerna
atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan

LIMPA
Jam 21.00 – 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan
proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan
musik yang menenangkan
jiwa, untuk meningkatkan imunitas.

JANTUNG
Jam 23.00 – 01.00
Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur,
apabila masih terus
bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.

HATI
Jam 01.00 – 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil
metabolisme
tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan
gangguan mata.
Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.

PARU-PARU
Jam 03.00 – 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun
pada organ
paru-paru, apabila terjadi batuk,bersin- bersin dan berkeringat
menandakan adanya gangguan fungsi
paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi
paru yang sehat dan kuat.

USUS BESAR
Jam 05.00 – 07.00
Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.
READ MORE - Jam Piket Organ Tubuh

39 Cara Membantu Mujahidin

Diposting oleh AKHWATimoet di 18.23 0 komentar
"Barangsiapa meninggal dunia sementara dia belum pernah berperang atau meniatkan diri untuk berperang, maka dia mati di atas satu cabang dari kemunafikan." (HR. Muslim)


Lintasan sejarah telah memberikan pelajaran berharga bagi kita, bahwa jihad merupakan benteng terkokoh yang melindungi kaum muslimin dari penindasan. Tanpanya syariat Islam tak akan bisa tegak dan darah kaum muslimin akan tertumpah murah.

Begitu pentingnya posisi jihad bagi �izzul Islam wal muslimin, sehingga kaum kafir berusaha untuk memdamkannya, menghilangkannya dari benak kaum muslimin, hingga umat Islam merasa asing dengan jihad, bahkan alergi terhadapnya (jihad bi ma�na qital). Tetapi Allah mempunyai rencana sendiri untuk menyelamatkan Islam, sebagaimana telah diisyaratkan oleh Rasulullah saw, "Akan senantiasa ada sekelompok kecil dari umatku yang berperang membela kebenaran, mereka akan mendapatkan kemenangan hingga datangnya hari kiamat." (HR. Muslim)

Jika anda termasuk golongan ini, maka bersyukurlah karena Allah memilih anda dalam barisan yang diselamatkan-Nya�.

Namun jika tidak, maka jadilah anda sebagai penolongnya�.

Risalah kecil ini memaparkan dengan gamblang 39 cara praktis yang dapat anda lakukan untuk membantu para mujahidin (beserta landasan dalil-dalil syar�i mengenai kewajiban dan keutamaan jihad, analisa-analisa mengenai situasi dunia dan umat Islam saat ini yang dipaparkan secara singkat-padat, tujuan-tujuan taktis maupun strategis dari alternatif-alternatif cara membantu mujahidin, dan penjelasan-penjelasan lainnya yang sangat bermanfaat). Siapapun anda dan di manapun anda berada, anda bisa menerapkannya.

Ayo rapatkan barisan, bergabunglah dalam barisan mujahidin di seluruh dunia! Lakukan apa yang kita bisa!


39 Cara Membantu Mujahidin:

1. Meniatkan diri untuk berjihad
2. Memohon syahadah dengan jujur
3. Pergi berjihad dengan jiwa
4. Berjihad dengan harta
5. Membekali mujahid
6. Menggantikan tugas mujahid di keluarganya dengan baik
7. Menyantuni keluarga para syuhada
8. Menyantuni keluarga mujahid yang terluka dan keluarga mujahid yang tertawan
9. Mengumpulkan sedekah untuk mujahidin
10. Membayar zakat untuk mereka
11. Ikut serta dalam mengobati mujahid yang terluka
12. Memuji mujahidin, menyebutkan perbuatan mulia mereka, dan mengajak orang-orang untuk meneladani mereka
13. Memotivasi mujahidin agar meneruskan jihad mereka
14. Membela mujahidin
15. Menyingkap konspirasi kaum munafik
16. Mengajak dan mengobarkan semangat orang agar berjihad
17. Menasihati kaum muslimin dan mujahidin
18. Menyembunyikan mujahidin dan menyimpan rahasia mereka
19. Mendoakan mujahidin
20. Melakukan qunut nazilah
21. Mengikuti dan menyebarkan berita-berita jihad
22. Berpartisipasi dalam menyebarkan kitab-kitab dan buletin-buletin mujahidin
23. Mengeluarkan fatwa untuk membantu mujahidin
24. Membangun komunikasi dengan para ulama dan penceramah serta mengabarkan keadaan mujahidin kepada mereka
25. Berlatih ketangkasan fisik
26. Latihan menggunakan senjata
27. Renang dan menunggang kuda
28. Mempelajari P3K
29. Mempelajari fikih jihad
30. Memberikan tempat perlindungan dan menghormati mujahidin
31. Memusuhi dan membenci orang-orang kafir
32. Berusaha untuk menebus tawanan
33. Menyebarkan berita tentang para tawanan dan memperhatikan masalah mereka
34. Jihad elektronik
35. Tidak membantu orang-orang musyrik
36. Mentarbiyah anak agar mencintai jihad dan mujahid
37. Meninggalkan gaya hidup mewah
38. Memboikot barang-barang produksi musuh
39. Tidak memakai para pekerja dari negeri-negeri yang memerangi kaum muslimin


La hawla wa la quwwata illa biLlah.


READ MORE - 39 Cara Membantu Mujahidin

Selasa, 07 Juni 2011

MY PROFILE

Diposting oleh AKHWATimoet di 18.33 0 komentar
Assalamu'alaikum.....haiii kawan...perkenalkan,,PENULIS ENTRI AKHWATimoet ini adalah VINA..Salam kenal yyaahh......
Vina baru belajar menulis..ada sebagian yang CoPas,,ada jg yang sebagian memang hasil tulisan Vina...gpp ya kawan?? :-)

Sering-sering ya mampir Blog Vina....Vina seneeeng bgt,,apalagi kalo kalian Follow teruss.. y?? hehe...

Qta share iLmu Ok...
"sampaikan walau satu ayat" inget ayat itu...

Comment-comment juga...
READ MORE - MY PROFILE

Kawand,,tepat Waktu donk....

Diposting oleh AKHWATimoet di 17.55 1 komentar
Assalamu'alaikum,,,
Selamat pagi Blogger,,
Bagaimana kbr'y??
Vina seneng bgt bs menyapa kembali bloggers.......
Ternyata kita masih diberikan panjang umur,sehingga blogger semua masih bisa baca posting'an AKHWATimoet kali ini....hehe

Yukk berdoa dlu sbntr,,agar kita dipanjangumur utk bekal ibadah diakhirat kelak..

Allahumma tawwil 'umurana fi ta'atika wa ta'ati rasulika waj'alna min 'ibadikas salihina.

Artinya: "Ya Allah panjangkanlah umur kami dalam mentaati-Mu, dan mentaati utusan-Mu serta jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh."
amiiiiin....^^

Kemarin Vina abis meeting di Kantor pusat,,
Duuhh,,klo inget kmrn agak-agak kesel.
Tp kan AKHWATimoet gk blh kesel,,harus CERIA...^^

Dasar jakarta,,jalanan muuuuaaceet bgt...padahal brgkt pagi bgt..apalagi vina berdiri lagi di Bus..:-(
hampir 2jam vina berdiriii...
Hikz,,,hikks...ini yang biasa bikin telaaaaaaat.....
dateng2 langsung tidur deh..rebaHan...

Gk lama yg lain pada dtg tuh...
Wahh..agak menghilangkan keBeTean,,hehe

oBrolan hangat didapat...ada nasehat yg bnr2 buat Vina semangat...
dia bilang gni :
Kita yg harus mengatur waktu,,bukan waktu yg mengatur kita..
asalkan azzam'y kita harus kuat..
Tuh kan jd ketauan,,,,siapa sbnr'y yg bikin telat..???
Ternyata diri kita Bloggers...

Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati dalam menatapi kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran"
[Q.S. AI Ashr: (103): 1-3].

hadits qudsi, "Pada setiap fajar ada dua malaikat yang berseru-seru: "Wahai anak Adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan amalan kamu. Oleh sebab itu manfaatkanlah aku sebaik-baiknya. Karena aku tidak kembali lagi sehingga hari pengadilan". ( HR. Tirmidzi )

Nah,,gda salahnya koq,,kalo kita bener-bener azzamkan diawal mula..kalo kita akan memanfaatkan waktu.. sebenernya karena niat kita. 1 detik bs mengubah sgala'y lhoo...
jangan telad lagi y kawand......
( nasehat buat AKHWATimoet jg )

Salam Semangat,,
Silahkan Share,,jgn lupa masukan link ya...

Barokallah....
READ MORE - Kawand,,tepat Waktu donk....

Rabu, 22 Juni 2011

Makalah Al - Islam


QS. AL- INSYIR

OH

“Rahasia Dibalik Kesulitan”

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Al- Islam







Disusun Oleh :

Irma Ervina

Shelvy Novia Wijayanti

PAKET 2


STAI ACPRILESMA INDONESIA

Jl. Raya Bintara Jaya no. 9 Rt. 08/Rw. 10 Bintara Jaya – Bekasi

2011



KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah-Nya kepada seluruh umat manusia untuk dijadikan pedoman dan acuan dalam meraih keselamatan dunia dan akhirat. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat dan hidayah-Nya,tidak lupa kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, dan sampai kepada kita selaku umatnya yang senantiasa meneruskan perjuangannya demi tegaknya islam di muka bumi ini.

Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, karena berkat iradah-Nya kami diberikan kemudahan sehingga kami mampu melalui hambatan-hambatan yang datang selama penyusunan makalah ini, tentunya dengan ridho Allah SWT terwujudlah makalah ini yang berjudul QS. Al Insyiroh ( Rahasia Dibalik Kesulitan).

Makalah ini memang bukan karya yang sempurna karena kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisannya, baik dalam isi, sistematika, dan teknik penulisannya. Walaupun masih banyak kekurangan, namun berkat bantuan dan kerjasama kelompok, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan.

Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari teman-teman sekalian akan saya terima dengan senang hati, guna penyempurnaan tugas makalah ini di kemudian hari. Selanjutnya, Semoga laporan praktikum ini bisa memberikan manfaat bagi saya selaku penulis dan bagi para pembaca. Amin.


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang / Asbabun Nuzul

Surah Al Inshirah atau Surat Alam Nasyrah( سورة الشرح )adalah surat ke-94 dalam Al Qur'an. Surat ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyah serta diturunkan sesudah surat Adh Dhuhaa. Nama Alam Nasyrah diambil dari kata Alam Nasyrah yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti: bukankah Kami telah melapangkan.

Penegasan tentang nikmat-nikmat Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, dan pernyataan Allah bahwa disamping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan amal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya.

Dalam menjalani hidup di dunia ini, tidak jarang ditemukan orang yang kadang merasa berat dalam menjalani hidupnya, apalagi di zaman global, yang penuh dengan tantangan ini. Karenanya seringkali seseorang merasa stres karena tidak kuat menjalaninya. Ketika seperti itu, ada yang melampiaskannya dengan minum minuman keras, mengkonsumsi sabu-sabu, melacur, dan sebagainya. Naasnya lagi kadang ada yang sampai berani bunuh diri. Naudzubillah.

Kenapa sampai terjadi seperti itu? Apa dan siapa yang salah? Apakah hidup bahagia memang tidak gampang dicapai oleh sembarang orang? Semua itu sebetulnya tergantung pada masing-masing diri kita sendiri. Kita tinggal memilih apakah kita ingin hidup bahagia atau tidak. Tinggal kita bagaimana cara mengatur emosi dan pikiran kita.

Bagaimana cara kita mengaturnya agar kita bisa mencapai hidup bahagia? Jawabannya bisa ditemukan dalam kandungan surat al-Insyirah, surat ke-94 dalam al-Qur'an. Surat al-Qur'an yang terdiri dari delapan ayat ini mengandung falsafah hidup yang patut kita jadikan acuan untuk menggapai kebahagiaan hakiki dunia-akhirat. Surat al-Insyirah ini bisa dijadikan paradigma meraih kesuksesan, keberhasilan, dan kebahagiaan hidup.

Kandungan pertama surat al-Insyirah ini diawali dengan anugerah lapang dada, yang kemudian dilanjutkan dengan anugerah-anugerah yang lain. Surah ini menyiratkan bahwa hidup itu berarti bercengkerama dengan kesulitan-kesulitan dan sekaligus menunjukkan bagaimana meraih kemudahan-kemudahan. Hal ini sesuai dengan bunyi salah satu ayat dalam surat ini yang artinya: "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Al-Insyirah (94): 5-6).

Pada hakikatnya, surat ini adalah surat yang dikhususkan kepada diri Rasulullah agar ia berlapang dada. Akan tetapi tidak ada salahnya kalau kita juga mengambil ibrah darinya. Apalangi sudah jelas bahwa Rasulullah itu merupakan contoh teladan yang patut dicontoh, seperti apa yang difirmankan Allah yang artinya: "sesungguhnya pada diri Rasulullah itu telah ada contoh suri tauladan yang baik..." (QS. Al-Ahzab (33): 21).

Dalam menjalani hidup di dunia ini setidaknya kita harus menghadapinya dengan penuh senyuman. Berbagai macam kesulitan (rintangan) yang pastinya akan dialami setiap orang, seyogianya dihadapi penuh pertimbangan dengan tetap berlapang dada, istiqamah, dan tidak menjadikannya sebuah beban. Falsafah dalam surat al-Insyirah bisa menuntun kita untuk bisa berdamai dengan aneka ragamnya kehidupan kita. Tuntunan surat al-Insyirah ini meminta kita agar dalam menjalani hidup pertama-pertama harus dan bisa berlapang dada, tetap istiqamah, dan terakhir pasrah terhadap semua apa yang telah kita usahakan.

Falsafah untuk berlapang dada ini ada pada ayat pertama surat al-Insyirah. Anjuran untuk tetap istiqamah ada pada ayat ketujuh. Dan ayat terakhir menganjurkan kepasrahan. Kesulitan-kesulitan yang mungkin sering berhadapan dengan kita, kita harus menghadapi dengan penuh lapang dada, tetap istiqamah menjalankannya sesuai dengan koridor kehidupan, dan terakhir kita pasrah pada Tuhan yang maha kuasa-yang nantinya pasti ada kemudahan yang akan diberikan-Nya. Allah sudah berjanji bahwa setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Inilah janji Allah yang tersurat pada ayat kelima dan enam dalam surat al-Insyirah ini. Allah tidak ada mengingkarinya janjinya (QS. Ali Imran (3): 9).

Sungguh luar biasa, lewat surat al-Insyirah ini Allah memberi tahu rumus bagaimana cara kita menjalani kehidupan. Dengan rahman dan rahim-Nya, Allah bekali diri kita potensi untuk mengatasi kelemahan yang ada pada diri kita. Allah berfirman yang artinya: "sesungguhnya manusia diciptakan besifat keluh kesah lagi kikir" (QS. Al-Ma'arij (70): 19), tetapi Allah juga berfirman yang artinya: "kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya..." (QS. Al-Mukminun (23): 62).

Kalau kita sudah bisa menjalani hidup dengan kisi-kisi yang telah dikandung surat al-Insyirah di atas, maka sudah barang pasti Allah akan menganugerahkan pada kita sebuah kebahagiaan yang tiada tara. Buktinya bisa kita lihat pada diri Rasulullah. Selain nabi-nabi yang lain, nama yang disejajarkan dengan nama Tuhan adalah nama Rasulullah. Jika nabi Ibrahim disebut khalilullah (kekasih Allah), maka Rasulullah lebih dari itu. Allah menggandeng nama Rasulullah, Muhammad, sebagai paduan dua kalimat syahadat.

Setidaknya seperti itulah falsafah hidup bahagia yang semuanya terkandung dalam surat al-Insyirah. Akan semua itu dibahas habis dalam buku "Sukses dan Bahagia dengan Aurat al-Insyirah: Bersama Kesulitan Pasti Ada Kemudahan". Taufiqurrahman Al-Azizy, penulis buku ini, dengan bahasa yang ringan menafsirkan ayat demi ayat dari surat al-Insyirah itu, dengan bahasa dan format yang mudah ditangkap berbagai kalangan. Bahasa dan format motivasi yang diambil penulis membuat buku ini tidak terkesan menggurui.

Layaknya tidak ada sesuatu yang sempurna, dalam buku ini banyak ditemukan kekeliruan dalam ejaan penulisannya. Karenanya buku ini terkesan terburu-buru dalam menerbitkannya dan tidak adanya ketelitian editornya. Padahal di sanalah fungsi editor yang sesungguhnya. ***

BAB II

PEMBAHASAN

SURAH AL-INSYIRAH

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهِ بِِسْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

1. أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

2. وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu,

3. الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ yang memberatkan punggungmu?

4. وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.

5. فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا Kerana sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,

6. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.

7. فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

8. وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهِ بِِسْمِ

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Surah ini berkaitan erat dengan surah sebelumnya, dan sebagian mufasir menganggapnya sebagai sambungan langsung dariSurah al-Dhuha. Bagaimana pun juga, surah ini ditujukan kepada Nabi dan diperluas kepada semua orang yang mengikuti jejak langkah Nabi.

لَكَ صَدْرَكَ نَشْرَحْ أَلَمْ

1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu untukmu?

Syaraha berarti 'membukakan, menyingkapkan, menjelaskan, menerangkan atau menampakkan,' dan 'melapangkan'. Syarahajuga berarti 'memotong'. Dalam dunia bedah, kata tasyrih berarti pemotongan.

Shadara berarti 'kembali dari pengairan, melanjutkan, memancar, keluar', dan shadr adalah 'dada, payudara atau peti'. Jika seseorang mengatakan ia ingin 'mengambil sesuatu dari dadanya', maka sesuatu ini, tentu saja, bukan obyek fisik. Melainkan, sesuatu yang sudah ia kenakan sendiri pada dirinya, sehingga ia merasa terhimpit atau terbebani, seolah-olah ia tidak bisa lagi bernapas dengan bebas. Dengan melepaskan diri dari beban ini, dengan 'melapangkan' diri, maka yang jauh menjadi dekat dan yang sulit menjadi mudah.

Syarh (uraian terperinci, penjelasan) yang utama adalah berupa pengetahuan, penyaksian langsung bahwa yang ada hanyalah Allah. Itulah syarh yang terakhir; tidak ada apa-apa di luar itu. Tidak ada kelegaan di luar penyaksian langsung.

Meskipun ayat ini ditujukan kepada Nabi, namun ia berlaku kepada semua orang. Beban kebodohan digantikan dengan beban kenabian, tapi beban tersebut menjadi ringan karena berbagai rahasia alam semesta telah diungkapkan kepadanya.

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

2. Dan mengangkat bebanmu dari (pundak)mu,

Wazara, akar dari wizr (beban, muatan berat), adalah 'memikul atau menanggung (suatu beban)'. Dari kata tersebut muncul katawazir artinya 'menteri, wakil, konselor', yakni, seseorang yang membantu penguasa atau raja untuk memikul beban negara. Maksud ayat ini adalah bahwa kita dibebaskan dari tanggung jawab apa pun selain daripada sebagai hamba Pencipta kita. Jika kita sungguh-sungguh memahami penghambaan, maka kita tidak lagi terbebani seperti sebelumnya tapi kita malah hanya melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban kepada Allah, tanpa menambah beban lagi kepada diri kita.


ظَهْرَكَ أَنْقَضَ الَّذِي

3. Yang telah memberatkan Punggungmu?

Lagi-lagi ini merupakan penjelasan metaforis. Ada di antara kita yang nampaknya memikul beban berat, meskipun, sebenarnya, tidak ada beban yang bersifat permanen. Jika kita selalu ingat akan Allah (zikrullah), sadar bahwa pada suatu saat napas kita bisa berhenti, dan bahwa kita akan segera kembali menjadi debu, maka kita pun akan sadar bahwa yang dapat kita lakukan saat ini hanyalah menghamba dan berusaha berbuat sebaik-baiknya. Tidak ada yang harus kita lakukan selain dari itu. Secara tidak sengaja mungkin kita telah mengundang kesulitan di dunia ini, namun kesulitan dunia ini tetap akan datang dan menemukan kita. Jika kita tidak memperdulikan orang fi sabilillah (di jalan Allah), jika kita tidak membantu orang, melayani dan membimbing mereka, maka berbagai kesulitan akan menimpa kita

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ.

4. Dan meninggikan untukmu sebutan kamu?

Ini berkenaan dengan zikir lahiriah Nabi. Kita tidak bisa melakukan zikir lahiriah yang lebih tinggi dari Nama Allah. Zikir batiniah Nabi merupakan kesadaran beliau yang tak henti-henti, berkesinambungan, dan tidak terputus terhadap Penciptanya. Zikir Nabi terhadap Penciptanya memiliki kedudukan paling tinggi karena di antara ciptaan Allah beliaulah yang paling dekat kepada-Nya.

Ketika Nabi berzikir, zikimya diangkat lebih tinggi sehingga zikir Nabi berada di urutan paling tinggi; kehidupannya sendiri merupakan zikrullah.

يُسْرًا الْعُسْرِ مَعَ فَإِنَّ

5. Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan,

يُسْرًا الْعُسْرِ مَعَ إِنَّ

6. Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.

Dua ayat ini memberikan penjelasan khusus mengenai 'sang' kesulitan, yakni 'bersama kesulitan ada kemudahan', yang menunjukkan bahwa hanya ada satu kesulitan. Ini berarti bahwa pada setiap kesulitan ada dua kemudahan atau solusi. Solusi pertama adalah bahwa kesulitan akan berlalu: ia tidak bisa berlalu dengan sendirinya, tapi akhirnya ia akan berlalu karena lambat laun kita pergi darinya melalui kematian. Solusi kedua adalah bagi pencari sejati; solusinya terletak dalam pengetahuan tentang proses awal terjadinya kesulitan kemudian melihat kesempumaan di dalamnya.

Umpamanya, seseorang bisa saja melakukan kesalahan dengan memasuki areal proyek pembangunan yang berbahaya sehingga kepalanya tertimpa sesuatu. Ia mungkin saja tidak menyadari berbagai faktor yang terkait dengan kecelakaannya, apakah orang lain bermaksud mencelakakannya atau tidak, tapi yang jelas ia akan mengalami musibah itu. Begitu ia mengetahui bagaimana musibah itu terjadi, betapa sempurna kejadiannya! Kepalanya akan terluka, tapi itu pun akan sembuh: itu adalah kemudahan lain. Bersamaan dengan sulitnya merasakan pemisahan muncul pertolongan untuk mengetahui bahwa kita berhubungan.

فَانصَبْ فَرَغْتَ فَإِذَا

7. Maka jika engkau sudah bebas, tetaplah tabah bekerja keras!

Makna syari’ (lahiriah) dari ayat ini adalah bahwa begitu kita selesai berurusan dengan dunia dan dengan segala tanggung jawab kita di dalamnya, hendaknya kita bersiap-siap untuk mencari pengetahuan langsung tentang Realitas Ilahi. Menurut penafsiran golongan ahl al-Bayt tentang ayat ini, bila kita selesai menunaikan salat-salat formal kita, maka hendaknya kita melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni begadang sepanjang malam melaksanakan salat lagi, zikir dan belajar. Bila kita sudah menyelesaikan segala kewajiban kita terhadap penciptaan dan terhadap Pencipta kita, maka hendaknya kita berbuat lebih, dan mencurahkan diri kita sepenuhnya. Perjuangan dan upaya batin ini adalah makna harfiah dari kata jihad, yang hanya dalam peristiwa tertentu saja menjadi 'perang suci'.

فَارْغَبْ رَبِّكَ لَى إِوَ

8. Dan jadikanlah Tuhanmu sebagai tujuan [kerinduan] engkau semata!

Ketika kita mempraktikkan hasrat keingintahuan kita, bila kita menginginkan pengetahuan, maka kita akan menjadi pengetahuan, persis sebagaimana kita mempraktikkan kemarahan, maka kita pun akan menjadi kemarahan. Begitu kita meletakkan dasar-dasar yang perlu untuk menunaikan segala kewajiban kita, maka kita pun sah untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan kita. Bagaimana pun, menunaikan kewajiban kita terlebih dahulu adalah penting, karena, kalau tidak kita akan melaksanakan keinginan untuk melarikan diri.[]

HIKMAH

Presuposisi adalah sebuah asumsi yang telah diakui kebenaran dari kata-katanya. Karena saya belum pandai dalam bahasa Arab maka saya mengkaji berdasarkan ilmu yang baru saya fahami. oleh karena itu mohon bantuan dari para sahabat untuk meluruskan saya jika saya khilaf atau lupa.

Seperti halnya sebuah kalimat " Ayo kamu semangat", kata tersebut memberikan presupose bahwa orang tersebut sedang tidak semangat sehinggat dia diberi motivasi agar dia semangat.

coba bandingkan dengan kata berikut

"Ayo kamu lebih semangat", tentu ada yang berbeda yah. Kata lebih semangat mempresuposisikan bahwa keadaan seseorang tersebut sudah semangat kemudian diberi motivasi agar menjadi lebih semangat lagi.

Yah kurang lebih itulah presuposisi.
Nah dalam kali ini saya ingin membedah tentang kajian surat Al Insyirah ayat 5-6 dari sisi saya seorang Neuro Linguistic Programmer.

AlQuran surat Al Insyirah:5-6 menyebutkan :
5: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"
6: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"

"Maka" : memiliki presupose bahwa ada kalimat sebelumnya yang berkaitan dengan ayat ini. Atau bisa juga kata "Maka" memperesupose tentang suatu PENEGASAN.

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" : memiliki presupose bahwa Kesulitan itu pasti terjadi bagi setiap manusia yang pernah hidup di muka bumi. Kesulitan itu adalah hal yang eksis dan pasti terjadi. Terlebih kata "sungguh" telah menekankan bahwa manusia tidak pernah tidak mendapatkan kesulitan dalam hidupnya.

Jadi ketika seseorang mendapatkan kesulitan dunia maka itu adalah hal yang sudah digariskan dalam takdir mereka. Mereka tidak bisa mengelak kesulitan kehidupan. Baik saya , anda bahkan seorang Nabi seperti Baginda Muhammad SAW, sekalipun. Mungkin kita tahu bagaimana seorang Muhammad pernah ditimpuk oleh batu di Taif. Padahal dia itu adalah kekasih yang sangat dicintai oleh Allah. Namun kenapa Allah masih memberikan kesulitan itu hadir pada diriNya tak lain dan tak bukan karena itu sudah digariskan untuk menguji keimanan seperti yang telah diwahyukan dalam surat Al Ankabut ayat 2:
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi"

Oleh karena itu ketika kesulitan itu hadir dalam kehidupan manusia. Maka yakinilah bahwa setiap kesulitan yang datang pasti karena seizin Allah SWT.

Dan Allah telah memberikan kabar gembira melalui surat Al Insyirah ini pada kata selanjutnya yaitu "KEMUDAHAN" yang hadir bersama kesulitan.

Kata "ma'a" memiliki arti "bersama" bukan sesudah. Dan artinya ketika Allah telah memberikan kesulitan dalam kehidupan kita maka Ia pun juga memberikan kunci jawaban dari kesulitan yang kita hadapi. Kunci jawaban itu sudah ada. Terutama bagi mereka yang berakal. Karena mereka telah mengatakan "Ya Allah , tidaklah engkau ciptakan ini semua dengan sia-sia." Sehingga bagi mereka yang berakal mereka dapat dengan mudah mendapatkan INSPIRASI dan HIKMAH dari setiap kesulitan yang datang kepada mereka.

Dan INSPIRASI itulah yang menjadi salah satu kunci KEMUDAHAN dari KESULITAN yang kita terima dalam kehidupan.

Berarti Allah secara tidak langsung telah meminta manusia untuk mencari Hikmah dari setiap KESULITAN yang mereka alami dalam rangka mencari SOLUSI/KEMUDAHAN

Mungkin inilah yang sebaiknya kita lakukan ketika ujian itu hadir daripada mengeluh atau bahkan saling menyalahkan. Padahal bukankah Allah lebih mengutamakan kita untuk mencari KEMUDAHAN terlebih dahulu daripada meributkan masalah yang sudah terlanjut terjadi.

Kemudian pada ayat ke-6, Allah menyebutkan lagi namun kali ini tidak ada kata sambung "maka" seperti ayat sebelumnya. Sehingga pada ayat ke-6 ini memberikan presupose berupa "Penguatan" dari ayat sebelumnya.

Karena ini diperkuat dua kali oleh Allah tentu ini adalah hal yang SANGAT DITEKANKAN oleh Allah agar manusia bisa menemukan KEMUDAHAN dibalik KESULITAN yang diberikan. Solusinya telah ada, tinggal bagaimana manusia mau melangkah mencari solusi yang tersembunyi bersama masalah yang dialami. Dan itulah petunjuk dari Allah agar manusia bisa menjadi Survive bahkan menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Karena setiap kesulitan itu pasti ada kemudahan maka ayat ini juga mempertegas ayat terakhir dari surat Al Baqarah yang memiliki arti :
"Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

sehingga ketika Allah memberikan ujian/beban pasti manusia itu sanggup karena itu sudah sesuai takaran kesanggupan orang tersebut.

Satu Kesulitan vs Dua Kemudahan

Percayalah pada janji Allah. Pun disaat kita diamuk gulana.

Semuanya sudah termaktub dalam lembaran ayat suci-Nya. Bacalah surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al-Insyirah: 5-6).

Tentu ayat di atas sudah tak asing lagi bagi kita. Kita seringkali mendengar ayat ini, namun kadang hati kita masih saja lalai, sehingga tidak betul-betul merenungkannya. Atau mungkin kita pun belum memahaminya. Padahal jika ayat tersebut betul-betul direnungkan sungguh luar biasa faedah yang dapat kita petik. Jika kita benar-benar mentadabburi ayat di atas, sungguh berbagai kesempitan akan terasa ringan dan semakin mudah kita pikul.

Percayalah…

“Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”

‘Abdullah bin Mas’ud RA pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya…”

Yakinlah saudaraku…

Bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang begitu dekat. Mungkin di awal-awal kesulitan, belum datang pertolongan atau jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian ya? Itu karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu amat pasrah. Segala suatu telah diserahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala urusan. Itulah yang dinamakan hakekat dari tawakkal.

Kuncinya adalah sabar. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah.

Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair,

Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.

Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan, maka ia pasti akan selamat.

Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.

Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.

BAB III

PENUTUP

Ada ahli tafsir yang mengatakan bahwa melapangkan dada ialah yang terjadi pada malam israa mi'raj ketika Nabi sw. dibelah dadanya untuk ditambah nur iman, keyakinan dan kesabaran.

Abu Said Al Khudri ra berkata: Rasulullah saw bersabda:
"
Jibril datang kepadaku dan berkata: Tuhanku dan Tuhanmu bertanya, Bagaimanakah Aku mengangkat setinggi-tinggi nama sebutanmu? jawab Nabi saw. Allahua'lam. Tuhan berkata: Jika nama-KU disebut maka namamu juga disebut bersama nama-Ku".

Anas bin Malik ra. berkata: Ketika Rasulullah saw. duduk dan dihadapannya ada batu tiba-tiba ia bersabda:
"
Andainya kesukaran datang dan masuk ke dalam batu ini niscaya akan akan datang pula kelapangan dan masuk ke dalam batu ini untuk mengeluarkan kesukaran itu. Maka tutunlah ayat 5 - 6.
(HR: Ibnu Abi Hatim).

Abu Hurairah ra. berkata , Rusulullah saw. bersabda:
"
Pertolongan dari Allah diturunkan dari langit menurut kadar beban keperluan dan turunlah kesabaran menurut kadar ujian musibah. Jika engkau telah selesai dari urusan duniamu maka tegakkan dirimu untuk melakukan ibadah dan kepada rahmat Tuhanmu sajalah engkau tetap berharap".

Prinsip Nilai yang bisa dipetik dari buku ini :
· Kemarahan, kesusahan, kegagalan, dan keburukan lainnya bermula dari cara pandang

yang salah, perbaiki cara pandang maka semuanya akan berubah
· Yakinlah pada cara pandang Al-Quran bahwa Allah menawarkan 2 kemudahan bagi setiap

kesusahan yang telah dihadapi dengan sabar dan syukur.
· Kegagalan atau kesusahan disebabkan beban pikiran/pekerjaan yang terlalu menumpuk.
· Yakinlah pada cara pandang Al-Quran, kerjakan segala sesuatu secara bertahap, jangan

memikirkan pekerjaan yang akan datang bila pekerjaan yang ada dihadapan belum

selesai.
· Hasil dari setiap usaha (mendapat pujian atau cercaan) bergantung pada cara kita

memasrahkan seluruh pekerjaan pada Tuhan.

DAFTAR PUSTAKA

http://ms.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Insyirah

http://jakarta45.wordpress.com/2011/05/26/hikmah-satu-kesulitan-vs-dua-kemudahan/

http://www.al-shia.org/html/id/quran/tafsir/juz30/094.htm

http://www.indoislamicstore.com/505-al-quranku-keren-al-insyirah-rahasia-dibalik-kesulitan.html

Senin, 20 Juni 2011

PESAN RASULULLAH: 'JANGAN PUTUS ASA BERDOA'

PESAN RASULULLAH: 'JANGAN PUTUS ASA BERDOA'

Daripada Abu Hurairah bahawa Nabi SAW bersabda bermaksud;

" Allah sentiasa memperkenankan doa seseorang hamba selama doa itu tidak mengandungi ( perkara ) dosa, ( perkara yang ) memutuskan silaturahim dan selama tidak meminta supaya cepat-cepat diperkenankan. "

Lalu Baginda ditanya oleh seseorang; "Apa maksudnya meminta dicepatkan? "

Jawab Baginda;

" Umpamanya seseorang itu berkata dalam doanya : Aku berdoa, aku berdoa tetapi aku belum melihat doaku diperkenankan. Lalu aku putus asa dan berhenti berdoa. "

Hadith Riwayat Muslim

Jangan Berputus-asa dikala Doa Belum dikabulkan

Ada Hadith yang menyatakan : " Doa adalah senjata bagi orang yang beriman. " Juga di sisi lain menerangkan : " Doa itu sumsum ibadah. "

Maka perjuangan tanpa doa binasa dan doa yang tidak diiringi dengan usaha hampa.

" Jangan engkau berputus asa kerana kelambatan pemberian Allah kepadamu, padahal doamu bersungguh-sungguh. Allah telah menjamin menerima semua doa sesuai dengan yang Dia kehendaki untukmu pada waktu yang telah Dia tentukan. Bukan menurut kehendakmu dan bukan pada waktu yang engkau tentukan. "

Oleh kerana itu jadikan doa dan usahamu sebagaimana fungsi ruh dengan jasad pada diri manusia. Sebab yang disebut insan kamil ( manusia seutuhnya ) ialah manakala jasad dengan ruh bertemu pada satu wujud manusia. Tidak akan disebut manusia yang sempurna, bila hanya ada ruh. Begitu pula sebaliknya, hanya akan disebut mayat, bila manusia hanya ada jasadnya sahaja tanpa dengan ruh.

Janganlah Membuatmu Putus Asa Dalam Mengulang Doa-Doa, Ketika Allah Menunda Ijabah Doa Itu?

Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus-asa dalam berdoa. Mengapa demikian? Kerana nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam keadaan demikian manusia seringkali berputus-asa, dan merasa bahawa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan kerana manusia merasakan bahawa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah. Tanpa disedari bahawa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur ( hadir ) bersama Allah.

Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahawa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga perkara :

Pertama :

Seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan sepenuhnya, sehingga dia meraih redhaNya. Hamba ini senantiasa bergantung denganNya, baik doa itu dikabulkan seketika mahupun ditunda. Dia tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.

Kedua :

Seseorang tegak di depan pintuNya dengan harapan penuh pada janjiNya dan memandang aturanNya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang tidak acuh dan syarat-syarat yang tidak dipenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, tapi syariatnya menjadi besar dalam hatinya.

Ketiga :

Seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semuga Allah mengampuninya.

Apakah Setiap Doa Akan Dikabulkan?

Pertanyaan ini akan terjawab bila engkau telah memahami apa yang disebut doa dan hakikatnya. Maka, tidak harus berhenti dari kesungguhan doamu, juga jangan berpaling dariNya kerana lambat masa diperkenankan pintamu. Pun pula jangan mengherdik seraya terlontar kalimah protes atas ketidak puasanmu dengan huraian firmanNya yang menyatakan :

" Dan Tuhan kamu berfirman : Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina. "

Q.S Ghaafir : 60

Perbaiki dahulu sangkamu kepada Allah dan yakinlah seraya husnuzhon ( bersangka baik ) kepadaNya, bahawa Ia tak akan mengingkari janjiNya. Kemudian perhatikan dengan saksama petunjukNya, terutama pada syarat-adab berdoa. Kemudian, cuba engkau renungkan firmanNya yang tertera di bawah ini;

" Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku maka ( beritahu kepada mereka ) : Sesungguhnya Aku ( Allah ) sentiasa hampir ( kepada mereka ); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanKu ( dengan mematuhi perintahKu ) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul. "

Q.S Al Baqarah : 186

Allah itu dekat kepada setiap hamba-hambaNya, bahkan kedekatanNya dihurai dalam firmanNya;

" Dan demi sesungguhnya, Kami telah mencipta manusia dan Kami sedia mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, sedang ( pengetahuan ) Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, "

Q.S Qaaf : 16

Maka tidak layak untuk mengatakan : "Allah tidak mengabulkan doa kami. "



Yang menjadi masalah di sini ialah, pemahaman tentang Allah dekat dengan hamba-hambaNya, juga Allah mengabulkan setiap pinta dan doa hamba-hambaNya. Tentunya memahami perkara semacam ini perlu ada kajian ilmu tauhid yang akan menyampaikan kepada pengetahuan tentang Allah dan keberadaanNya.

Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihanNya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendakiNya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki.

Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :

" Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu."

Q.S Ghaafir : 60

Allah menjamin pengabulan itu melalui janjiNya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak memfirmankan dengan kata-kata, "menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri. "

Konsep doa yang dikabulkan harus difahami sebagai janjiNya yang pasti akan dipenuhi sesuai dengan kehendakNya. Pengabulan itu ada kalanya di dalam dunia dan ada pula di akhirat. Jika yang dipinta sesuai dengan kehendakNya, maka akan diberikannya segera, tetapi bila permohonannya tidak seiring dengan kehendakNya maka sebagai gantinya, Ia akan memberikan sesuai dengan kehendakNya sebagai alternatif yang tepat untuk dirimu dariNya. Perkara ini pun, jika Ia berkenan atas pintamu. Yang jelas Ia tidak pernah menyalahi janji-janjiNya.

Saya perjelas di sini, bahawa Allah telah mengakui pintamu juga akan memperkenankannya sesuai dengan apa yang Dia pilihkan bagimu. Tidak menurut pilihanmu bagi nafsumu. Gelora jiwa yang terasa padamu adalah rahmatNya. Terkadang engkau benci terhadap sesuatu yang tidak seirama dengan nafsumu, tetapi ia baik untukmu. Begitu pula sebaliknya, apa yang engkau cintai belum tentu baik untukmu, bahkan jahat serta merosakkan lahir batinmu. Sebagaimana firmanNya yang menyatakan;

" Kamu diwajibkan berperang ( untuk menentang pencerobohan ) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan ( ingatlah ), Allah jualah Yang mengetahui ( semuanya itu ), sedang kamu tidak mengetahuinya. "

Q.S Al-Baqarah : 216

Maka itu pasrahkan dirimu dalam pilihanNya untukmu sesuai dengan kehendakNya, nescaya engkau akan menemui apa yang baik bagimu dan menurutNya.

" Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dirancangkan berlakunya dan Dialah juga yang memilih (satu-satu dari makhlukNya untuk sesuatu tugas atau keutamaan dan kemuliaan); tidaklah layak dan tidaklah berhak bagi sesiapapun memilih (selain dari pilihan Allah). Maha Suci Allah dan Maha Tinggilah keadaanNya dari apa yang mereka sekutukan denganNya. "

Q.S Al-Qasas : 68

Oleh kerana itu jangan engkau memilih sesuatu apapun, jika harus memilih, maka pilih olehmu untuk tidak memilih. Jika engkau telah berhenti dari memilih sesuatu, kemudian engkau serahkan kepada Allah dalam segala hal pilihan atas kehendakNya, nescaya Ia akan memilihkan untukmu yang paling terbaik menurutNya.

Adapun diperkenankan doa itu terkadang diberi dengan wujud yang dipinta, namun tidak mustahil akan diganti dengan lainnya yang lebih baik bagimu seperti tercegah dari malapetaka, diampuni dosa atau kesalahannya, mendapat curahan nikmat serta pengabulannya ditunda untuk kelak di akhirat. Sebagaimana dihurai dalam hadith yang bersumber dari Anas RA. Berikut;

"Tiada seorangpun yang berdoa, melainkan Allah pasti akan mengabulkan doanya atau dihindarkan dari bahaya padanya atau diampuni sebahgian dari dosanya selagi ia tidak berdoa untuk sesuatu yang menjurus kepada dosa atau untuk memutuskan hubungan sanak keluarga. "

Pada hadith riwayat Muslim menerangkan;

" Tiada seorangpun yang berdoa kepada Allah dengan rangkaian doa yang tak durhaka, melainkan Allah akan menganugerahkan dengan salah satu dari tiga perkara: Pertama disegerakan doanya, kedua ditunda untuk di akhirat dan ketiga dihindarkan dari malapetaka walau sekadarnya. "

Maka hendaklah engkau harus mengakui kekuasaanNya yang mutlak, bahawa diperkenankan pintamu pada waktu yang dikehendakiNya bukan pada waktu yang engkau kehendaki. Kerana pilihan Allah bagi hambanya itu terlebih baik dari pada pilihan hamba bagi dirinya. Jadi, setiap doa itu pasti dikabulkan. Masalahnya hanya waktu, sebagaimana doa Musa A.S dan Harun A.S dalam firmanNya;

" Allah berfirman: Sesungguhnya telah dikabulkan doa kamu berdua; oleh itu hendaklah kamu tetap ( menjalankan perintahKu seterusnya ) dan janganlah kamu menurut jalan orang-orang yang tidak mengetahui ( peraturan janjiKu ). "

Q.S Yunus : 89

Firman ini menerangkan tentang pengabulan doa Nabi Musa A.S dan Harun A.S untuk kehancuran Fir'aun. Tetapi untuk menunggu dikabulkan doa tersebut memakan kurun waktu selama empat puluh tahun. Begitu pula Nabi Muhammad SAW berdoa untuk Umar Ibnu Khatab R.A, agar diberi hidayah dan sekaligus menjadi pendampingnya yang setia. Dalam perkara ini beliau, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada penantian dua tahun lamanya. Dan masih banyak lagi riwayat yang senada dengan huraian di atas.

Dalam hadith Rasutullah SAW bersabda;

" Tidak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini : Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda ( pengabulannya ) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya. "

HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim

Dalam hadith lain disebutkan, " Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, ( hingga akhirnya ) seseorang mengatakan, ' Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. ' "

HR. Bukhari-Muslim

Kerana kasih sayang dan pertolongan Allah pada hambaNya. Sebab Allah Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Mengetahui. Zat Yang Maha Pemurah apabila dimohon oleh orang yang memuliakanNya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut KemahatahuanNya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih berfaedah. Terkadang seseorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.

Doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahsia doa adalah menunjukkan betapa seseorang hamba itu serba kekurangan. Kalau sahaja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kekurangan itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahsia taklif ( kewajiban ubudiyah ) menjadi keliru, padahal erti dari doa adalah adanya rahsia taklij' itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana seterusnya :

" Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata. "

Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan hingga membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri disebalik semua itu, iaitu mengekalkan rububiyah atas ubudiyah hambaNya. Syarat-syarat ijabah atas janjiNya, terkadang tidak dipenuhi oleh hambaNya. Kerana itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada NabiNya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah.

Kenapa kita tidak boleh meragukan janji Allah? Sebab sikap meragukan janji Allah itu dapat mengaburkan pandangan hati kita terhadap kurnia Allah sendiri.

As-Sakandari meneruskan;

" Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahsia batinmu. "

Bahawa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahsia batin, kerana sikap skeptik terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan disebalik janji Allah itu.

" Sesungguhnya Allah jualah Yang Menguasai segala alam langit dan bumi; Dia menghidupkan dan mematikan dan tidaklah ada bagi kamu selain dari Allah sesiapa pun yang menjadi pelindung dan juga yang menjadi penolong. "

Q.S At-Taubah : 116

sumber :
http://www.wanitakini.org/

Sabtu, 11 Juni 2011

Jam Piket Organ Tubuh

Teman2,, organ tubuh kita punya jam piket jg lhoo..
Yukk kita baca dan pelajari.. Bs mnjadi bentuk rasa syukur kita qLo bs memeliharanya...
Semoga Bermanfaat :-)

LAMBUNG
Jam 07.00 – 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk
proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari.
Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih
kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.

LIMPA
Jam 09.00 – 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk
energi
pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa
lemah.
Kurangi konsumsi gula, lemak,minyak dan protein hewani.

JANTUNG
Jam 11.00 – 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah
fisik, ambisi
dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .

HATI
Jam 13.00 – 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul
dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati.
Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.

PARU-PARU
Jam 15.00 – 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk
proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru

GINJAL
Jam 17.00 – 19.00
Jam piket organ
ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar
karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta
kecerdasan.

LAMBUNG
Jam 19.00 – 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang
sulit dicerna
atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan

LIMPA
Jam 21.00 – 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan
proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan
musik yang menenangkan
jiwa, untuk meningkatkan imunitas.

JANTUNG
Jam 23.00 – 01.00
Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur,
apabila masih terus
bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.

HATI
Jam 01.00 – 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil
metabolisme
tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan
gangguan mata.
Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.

PARU-PARU
Jam 03.00 – 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun
pada organ
paru-paru, apabila terjadi batuk,bersin- bersin dan berkeringat
menandakan adanya gangguan fungsi
paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi
paru yang sehat dan kuat.

USUS BESAR
Jam 05.00 – 07.00
Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.

39 Cara Membantu Mujahidin

"Barangsiapa meninggal dunia sementara dia belum pernah berperang atau meniatkan diri untuk berperang, maka dia mati di atas satu cabang dari kemunafikan." (HR. Muslim)


Lintasan sejarah telah memberikan pelajaran berharga bagi kita, bahwa jihad merupakan benteng terkokoh yang melindungi kaum muslimin dari penindasan. Tanpanya syariat Islam tak akan bisa tegak dan darah kaum muslimin akan tertumpah murah.

Begitu pentingnya posisi jihad bagi �izzul Islam wal muslimin, sehingga kaum kafir berusaha untuk memdamkannya, menghilangkannya dari benak kaum muslimin, hingga umat Islam merasa asing dengan jihad, bahkan alergi terhadapnya (jihad bi ma�na qital). Tetapi Allah mempunyai rencana sendiri untuk menyelamatkan Islam, sebagaimana telah diisyaratkan oleh Rasulullah saw, "Akan senantiasa ada sekelompok kecil dari umatku yang berperang membela kebenaran, mereka akan mendapatkan kemenangan hingga datangnya hari kiamat." (HR. Muslim)

Jika anda termasuk golongan ini, maka bersyukurlah karena Allah memilih anda dalam barisan yang diselamatkan-Nya�.

Namun jika tidak, maka jadilah anda sebagai penolongnya�.

Risalah kecil ini memaparkan dengan gamblang 39 cara praktis yang dapat anda lakukan untuk membantu para mujahidin (beserta landasan dalil-dalil syar�i mengenai kewajiban dan keutamaan jihad, analisa-analisa mengenai situasi dunia dan umat Islam saat ini yang dipaparkan secara singkat-padat, tujuan-tujuan taktis maupun strategis dari alternatif-alternatif cara membantu mujahidin, dan penjelasan-penjelasan lainnya yang sangat bermanfaat). Siapapun anda dan di manapun anda berada, anda bisa menerapkannya.

Ayo rapatkan barisan, bergabunglah dalam barisan mujahidin di seluruh dunia! Lakukan apa yang kita bisa!


39 Cara Membantu Mujahidin:

1. Meniatkan diri untuk berjihad
2. Memohon syahadah dengan jujur
3. Pergi berjihad dengan jiwa
4. Berjihad dengan harta
5. Membekali mujahid
6. Menggantikan tugas mujahid di keluarganya dengan baik
7. Menyantuni keluarga para syuhada
8. Menyantuni keluarga mujahid yang terluka dan keluarga mujahid yang tertawan
9. Mengumpulkan sedekah untuk mujahidin
10. Membayar zakat untuk mereka
11. Ikut serta dalam mengobati mujahid yang terluka
12. Memuji mujahidin, menyebutkan perbuatan mulia mereka, dan mengajak orang-orang untuk meneladani mereka
13. Memotivasi mujahidin agar meneruskan jihad mereka
14. Membela mujahidin
15. Menyingkap konspirasi kaum munafik
16. Mengajak dan mengobarkan semangat orang agar berjihad
17. Menasihati kaum muslimin dan mujahidin
18. Menyembunyikan mujahidin dan menyimpan rahasia mereka
19. Mendoakan mujahidin
20. Melakukan qunut nazilah
21. Mengikuti dan menyebarkan berita-berita jihad
22. Berpartisipasi dalam menyebarkan kitab-kitab dan buletin-buletin mujahidin
23. Mengeluarkan fatwa untuk membantu mujahidin
24. Membangun komunikasi dengan para ulama dan penceramah serta mengabarkan keadaan mujahidin kepada mereka
25. Berlatih ketangkasan fisik
26. Latihan menggunakan senjata
27. Renang dan menunggang kuda
28. Mempelajari P3K
29. Mempelajari fikih jihad
30. Memberikan tempat perlindungan dan menghormati mujahidin
31. Memusuhi dan membenci orang-orang kafir
32. Berusaha untuk menebus tawanan
33. Menyebarkan berita tentang para tawanan dan memperhatikan masalah mereka
34. Jihad elektronik
35. Tidak membantu orang-orang musyrik
36. Mentarbiyah anak agar mencintai jihad dan mujahid
37. Meninggalkan gaya hidup mewah
38. Memboikot barang-barang produksi musuh
39. Tidak memakai para pekerja dari negeri-negeri yang memerangi kaum muslimin


La hawla wa la quwwata illa biLlah.


Selasa, 07 Juni 2011

MY PROFILE

Assalamu'alaikum.....haiii kawan...perkenalkan,,PENULIS ENTRI AKHWATimoet ini adalah VINA..Salam kenal yyaahh......
Vina baru belajar menulis..ada sebagian yang CoPas,,ada jg yang sebagian memang hasil tulisan Vina...gpp ya kawan?? :-)

Sering-sering ya mampir Blog Vina....Vina seneeeng bgt,,apalagi kalo kalian Follow teruss.. y?? hehe...

Qta share iLmu Ok...
"sampaikan walau satu ayat" inget ayat itu...

Comment-comment juga...

Kawand,,tepat Waktu donk....

Assalamu'alaikum,,,
Selamat pagi Blogger,,
Bagaimana kbr'y??
Vina seneng bgt bs menyapa kembali bloggers.......
Ternyata kita masih diberikan panjang umur,sehingga blogger semua masih bisa baca posting'an AKHWATimoet kali ini....hehe

Yukk berdoa dlu sbntr,,agar kita dipanjangumur utk bekal ibadah diakhirat kelak..

Allahumma tawwil 'umurana fi ta'atika wa ta'ati rasulika waj'alna min 'ibadikas salihina.

Artinya: "Ya Allah panjangkanlah umur kami dalam mentaati-Mu, dan mentaati utusan-Mu serta jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh."
amiiiiin....^^

Kemarin Vina abis meeting di Kantor pusat,,
Duuhh,,klo inget kmrn agak-agak kesel.
Tp kan AKHWATimoet gk blh kesel,,harus CERIA...^^

Dasar jakarta,,jalanan muuuuaaceet bgt...padahal brgkt pagi bgt..apalagi vina berdiri lagi di Bus..:-(
hampir 2jam vina berdiriii...
Hikz,,,hikks...ini yang biasa bikin telaaaaaaat.....
dateng2 langsung tidur deh..rebaHan...

Gk lama yg lain pada dtg tuh...
Wahh..agak menghilangkan keBeTean,,hehe

oBrolan hangat didapat...ada nasehat yg bnr2 buat Vina semangat...
dia bilang gni :
Kita yg harus mengatur waktu,,bukan waktu yg mengatur kita..
asalkan azzam'y kita harus kuat..
Tuh kan jd ketauan,,,,siapa sbnr'y yg bikin telat..???
Ternyata diri kita Bloggers...

Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati dalam menatapi kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran"
[Q.S. AI Ashr: (103): 1-3].

hadits qudsi, "Pada setiap fajar ada dua malaikat yang berseru-seru: "Wahai anak Adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan amalan kamu. Oleh sebab itu manfaatkanlah aku sebaik-baiknya. Karena aku tidak kembali lagi sehingga hari pengadilan". ( HR. Tirmidzi )

Nah,,gda salahnya koq,,kalo kita bener-bener azzamkan diawal mula..kalo kita akan memanfaatkan waktu.. sebenernya karena niat kita. 1 detik bs mengubah sgala'y lhoo...
jangan telad lagi y kawand......
( nasehat buat AKHWATimoet jg )

Salam Semangat,,
Silahkan Share,,jgn lupa masukan link ya...

Barokallah....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

AKHWATimoet Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Celebrity Gossip