b:include data='blog' name='all-head-content'/>
bismillah

Welcome

31. Katakanlah ( Muhammad ), " Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. " Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang,
32. Katakanlah ( Muhammad ), " Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-org kafir. " ( QS. Ali Imron : 31-32 )
Fruity Cherry Heart

Rabu, 13 Oktober 2010

MemilihTeman yang Bisa Membawa ke Surga

Diposting oleh AKHWATimoet di 04.10 0 komentar
Pertemanan (friendship) merupakan sebuah makna signifikan yang mesti ditarsirkan ulang. Makna dari “teman baik” berbeda dari satu orang ke yang lainnya. Sebagian orang meyakini bahwa teman baik adalah seseorang yang dapat dipercaya dan menjadi tempat untuk menceritakan semua rahasia. Sementara yang lain mendefinisikannya sebagai seseorang yang setia menemani baik ketika sedih maupun bahagia.

Kendati opini tentang definisi teman bervariasi, namun semuanya relatif benar. Dan jika kita meletakkan berbagai pandangan itu bersama-sama, maka semuanya bisa membentuk sebuah definisi sebenarnya tentang teman yang baik. Namun sejatinya masih terdapat sebuah makna signifikan dan peran dari sahabat baik yang sangat penting dalam perspektif Islam. Yaitu seseorang yang membantu kita untuk lebih dekat kepada Allah, membuat kita menjadi lebih patuh dan taat kepada perintah dan ajaran-Nya, serta memberi keuntungan positif untuk umat.Kriteria Teman Baik Menurut Islam

Jika demikian, apa sih sebenarnya kriteria teman yang baik dalam Islam? Pikirkan sejenak tentang teman-teman kalian, dan biarkan saya bertanya, “Bagaimana kalian memilih teman? Apa peran teman-teman dalam kehidupan kalian? Apakah teman hanya semata-mata untuk pergi bareng dan bersenang-senang?” Jika kalian mengamini semua pertanyaan di atas, maka ada baiknya berpikir ulang dan mencoba untuk memahami makna serta peranan teman yang shaleh. Teman bukan sekadar seseorang yang bisa diajak untuk menikmati waktu bersama. Peranan teman ternyata lebih dalam dari sekedar berbagai sudut pandang yang dangkal.

Seorang teman bisa membantu kalian melakoni amalan-amalan hebat yang memicu pahala dan surga. Di sisi lain, teman juga bisa menghalangi dirimu dari perjalanan menuju surga. Pengaruh teman terhadap diri kalian sungguh luar biasa, bahkan melebihi anggota keluarga. Inilah mengapa begitu penting untuk berhati-hati memilih teman.

…Teman bukan sekadar seseorang yang bisa diajak untuk menikmati waktu bersama. Seorang teman bisa membantu kalian melakoni amalan-amalan hebat yang memicu pahala dan surga…

Hal-hal penting yang harus kalian pikirkan ketika memilih teman adalah kedekatan mereka kepada Allah. Kalian bisa tahu kedekatan tersebut bukan hanya dari penampilan mereka. Tapi juga melalui tingkah laki, tabiat, akidah, dan tindak-tanduk mereka.

Teman yang sepanjang waktunya memikirkan bagaimana caranya menggapai pahala, bisa dekat dan menggapai keridhaan Allah melalui tindakannya adalah teman yang bisa kalian percaya. Jalinlah persahabatan dengannya.

Jika kalian tidak shalat, tidak pernah berpuasa, gemar bergosip, atau kalian tidak memiliki peran aktif dalam masyarakat, maka sudah seharusnya kalian memiliki teman-teman yang mampu memperbaiki perilaku dan sikap kalian menjadi lebih baik. Alangkah buruknya jika kita memiliki teman yang justru memperburuk moral, sikap, dan bahkan akidah kita.

Karena teman-teman berperangai buruk bisa mendorong kalian untuk melakukan tindakan-tindakan yang buruk juga. Berbohong, merokok, kecanduan narkoba, dan bahkan berzina adalah hal-hal yang merupakan hasil buruk dari teman-teman yang berperangai buruk. Seorang teman mengatakan, “Teman-teman memiliki dampak nyata terhadap diri seseorang, dan bahkan mereka bisa mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang.”

Sementara itu, teman-teman yang shaleh bisa memberikan pengaruh positif bagi kehidupan kalian; membuat hidup menjadi lebih baik dunia dan akhirat. Sebagai contoh, teman yang memiliki aktivitas dalam derma bisa mendorong kalian untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatannya. Hal demikian lebih baik daripada kalian menghabiskan waktu melakukan hal-hal tidak bermanfaat atau sesuatu yang haram bersama teman-teman berkelakuan keji. Teman-teman yang baik bisa menemani kalian untuk mengunjungi panti asuhan, menghadiri halaqah pembelajaran Al-Qur’an, atau menghabiskan waktu untuk hal-hal bermanfaat lainnya. Bahkan, selain bermanfaat, semua itu juga bernilai pahala di sisi Allah.

…Sementara itu, teman-teman yang shaleh bisa memberikan pengaruh positif bagi kehidupan kalian; membuat hidup menjadi lebih baik dunia dan akhirat…

Bahkan dalam kondisi penuh keceriaan dan kegembiraan pun, segala sesuatunya bisa berbeda jika kita lakukan bersama teman yang baik. Dia senantiasa mengingatkan kalian untuk selalu memperbarui niat karena Allah di mana pun dan kapan pun. Selain itu, teman yang baik senantiasa mendorong kalian untuk menjaga harga diri atau menjaga ibadah-ibadah yang dianjurkan, sehingga keindahan Islam selalu terukir di hati kalian.

Hal ini terjadi dengan Iman Asy-Syarif, seorang muslimah berkewarganegaraan Mesir berusia 25 tahun. Iman melakukan perjalanan ke Denmark tak lama setelah kasus kartun Nabi Muhammad merebak, untuk mengubah citra buruk Islam di sana. Apa yang mendorong Iman untuk melakukan sesuatu demi memperbaiki citra muslim?

Iman menerangkan, “Salah seorang teman saya mendorong saya untuk melakukan sesuatu demi umat. Sejak itu mulailah saya membaca banyak bacaan tentang Islam. Lalu saya ambil bagian untuk mengenalkan Islam kepada orang-orang non-muslim. Sejujurnya, saya tidak bisa mengenyampingkan peran teman yang telah membantu saya untuk melakukan hal-hal positif.”

Jelas, dengan teman-teman yang baik dan shaleh, kalian bisa melakukan hal-hal positif yang menguntungkan Islam dan kaum muslim. Kalian pun menjalani kehidupan yang bebas dari egoisme, kesedihan, kebencian, dan kegelisahan yang terjadi jika berteman dengan teman-teman yang buruk.

Kalian mungkin tidak merasakan dampak langsung dari teman-teman terhadap diri kalian. Tapi jika kalian mau berpikir secara lebih dalam, kalian akan mendapatkan bahwa teman memiliki pengaruh yang dahsyat, kendati kalian mengklaim bahwa kalian memiliki karakter dan kepribadian kuat. Inilah mengapa kalian mesti memilih teman secara bijak, karena teman bisa mengubah hidup kalian secara keseluruhan, baik positif maupun negatif.

Karena alasan demikian, Nabi Muhammad pernah bersabda, “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Dari Anas, dia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, ”Dan perumpamaan teman duduk yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi kasturi, jika minyak kasturi itu tidak mengenaimu, maka kamu akan mencium bau wanginya. Dan perumpamaan teman duduk yang jelek adalah seperti tukang pandai besi, jika kamu tidak kena arangnya (percikannya), maka kamu akan terkena asapnya.” (HR. Abu Dawud).

…Carilah sedikitnya seorang teman baik dan shaleh yang bisa menjadi batu loncatan bagi kalian menuju surga…

Menjadi sangat penting bagi kita untuk memahami hadits di atas yang mengindikasikan dampak teman terhadap kehidupan seseorang, dan pentingnya memilih teman-teman yang baik. Maka pikirkanlah baik-baik. Dan bahkan jika semua teman kalian adalah teman yang berkelakukan buruk, maka Allah akan mengampuni, jika kalian mau bertobat. Carilah sedikitnya seorang teman baik dan shaleh yang bisa menjadi batu loncatan bagi kalian menuju surga. [ganna pryadha/voa-islam.com]

tulisan dari Krisna yuliyanti http://m.cybermq.com
READ MORE - MemilihTeman yang Bisa Membawa ke Surga

Berpikir Positif

Diposting oleh AKHWATimoet di 03.31 0 komentar
“Sungguh, kulihat diriku, seandainya aku mengangkat batu niscaya kutemukan di bawahnya emas dan perak……!”

Mungkin Anda sudah mengenal kalimat yang terkenal ini, sebuah kalimat yang di ucapkan oleh salah seorang sahabat Rasulullah saw yang dijamin masuk syurga. Beliau adalah Abdurrahman bin ‘Auf. Dalam kalimat ini terkandung sebuah makna dari apa yang disebut dengan berpikir positif.

Para ahli saat ini mengatakan bahwa keajaiban berpikir positif ialah saat Anda mengatakan bisa, maka Anda akan bisa. Abdurrahman bin ‘Auf mengatakan bahwa beliau mampu untuk selalu menghasilkan uang, bahkan dengan peribahasanya: mengangkat batu pun bisa menghasilan emas dan perak. Secara tidak langsung, Abdurrahman bin ‘Auf mengatakan bahwa beliau bisa mendapatkan uang dari setiap perniagaanya.

Berpikir Positif diawali dengan sebuah keyakinan pada diri sendiri. Keyakinan bahwa dirinya mampu. Keyakinan yang mengatakan bahwa diri beliau “bisa”. Jika Anda melihat diri Anda “bisa”, maka Anda akan “bisa”. Jika Anda melihat diri Anda akan menghasilkan, maka Anda akan menghasilkan. Jika Anda tidak bisa melakukan hal seperti ini, maka Anda masih dikuasai oleh pikiran negatif.

Tidak ada orang yang memiliki pikiran positif 100% kecuali para nabi Allah. Sejauh mana diri Anda berpikir positif bisa dilihat pada diri Anda saat ini. Bagaimana dengan keuangan Anda? Itulah tingkat pikiran Anda tentang uang. Bagaimana kesehatan Anda? Itulah level pikiran Anda tentang kesehatan Anda. Bagaimana dengan hubungan Anda? Itulah kualitas pikiran Anda tentang hubungan.Bagaimana dengan orang kaya yang jahat? Dia memiliki pikiran positif terhadap uang. Betul, tetapi hanya kepada uang, tetapi dia memiliki pikiran negatif terhadap hal lain sehingga membuat dia jahat. Begitu juga, adalah sangat mungkin orang yang berpikir positif tidak kaya, bukan berarti tidak bisa, tetapi itu adalah pilihan hidup. Hal yang ideal ialah bagaimana kita memiliki pikiran positif untuk semua hal dalam hidup kita, sehingga kita hidup dalam sebuah keseimbangan. Saya menawarkan sebuah konsep berpikir yang lebih tinggi dibanding dengan berpikir positif, yaitu berpikir indah atau apa yang saya sebut dengan Beautiful Mind.

Sebagai lawan dari pikiran positif tentu saja apa yang disebut pikiran negatif. Kehadiran pikiran negatif bisa mentralisir pikiran positif Anda. Pikiran positif akan memancarkan energi positif, sementara pikiran negatif akan memancarkan energi negatif. Tergantung energi mana yang lebih besar. Jika energi positif lebih besar, maka hidup Anda akan lebih positif. Tugas Anda ada dua, yang pertama memperbesar energi positif dan yang kedua memperkecil energi negatif. Setelah itu, rasakanlah indahnya hidup jika kita memiliki pikiran indah.
READ MORE - Berpikir Positif

Sukses Satu Cara,Gagal Satu Alasan

Diposting oleh AKHWATimoet di 03.18 0 komentar
Dalam setiap episode kehidupan yang kita jalani,pastilah ada masa di mana kita menghadapi berbagai halangan dan rintangan,Besar maupun kecil,ringan maupun berat.Hal tersebut sebenarnya adalah hal yang sangat lumrah terjadi,bahkan dalam setiap perjuangan yang kita lalui,pada saat kita sedang berencana untuk mewujudkan semua impian,jalan terjal pastilah kita lewati.Tak ada satupun hal semudah kita kira,bahkan meskipun semua sudah kita rencanakan dengan sangat sempurna.Hambatan,kesulitan,gangguan,kekeliruan,ketidakberhasilan,bahkan tak sedikit yang berujung pada kegagalan,mau tidak mau harus kita terima.

Lantas harus bagaimanakah kita bersikap dalam menghadapi semua hal tersebut?Hanya ada dua pilihan yang bisa kita ambil,Dua pilihan yang akan menghasilkan dua hal yang bisa terjadi sangat bertolak belakang.

"Orang Sukses Selalu Kelebihan Satu Cara ,Orang Gagal Selalu Kelebihan Satu Alasan"

Berpikir menjadi Orang Sukses

Orang seperti ini akan selalu memiliki kelebihan satu cara dalam setiap rintangan yang menghadang,"Orang Sukses Selalu Kelebihan Satu Cara".

Berpikir menjadi Orang Gagal

Orang seperti ini akan selalu memiliki kelebihan satu alasan dalam setiap tantangan yang menerjang,"Orang Gagal Selalu Kelebihan Satu Alasan".

Kedua sikap tersebut mempunyai dampak yang sangat berbeda,Sebab,meski mungkin problematika yang di hadapi sama,tetapi penyikapan yang di pilih akan membawa perbedaan dalam bersikap dan bertindak.Perbedaan ini akan terlihat dari sikap mental dalam menghadapi setiap masalah.Bagi yang bermental sebagai pemenang pastilah akan jauh lebih siap dari pada mereka yang bermental miskin. Mereka yang bermental miskin atau yang berjiwa the looser akan selalu mempunyai dalih dan seribu satu alasan mengapa ia gagal dalam mewujudkan impian.Parahnya dalih itu bisa datang silih berganti seolah tiada habisnya.Satu masalah selalu di sikapi dengan satu atau bahkan lebih alasan tanpa ada solusi yang di tawarkan.Satu problem yang muncul akan di jawab dengan seribu satu alasan yang hanya akan membawa diri pada problem lain yang seolah takkan terselesaikan.Seorang bermental miskin dan berjiwa kerdil akan selalu menemukan alasan mengapa dirinya bisa gagal.Dan parahnya hampir semua dalih yang di kemukakan bahkan dengan alasan yang masuk akal menunjuk pada pihak atau kondisi di luar dirinya.Inilah mental pecundang!Jelas mental seperti ini adalah mental yang akan mengantar seseorang terjerumus ke jurang kegagalan lebih dalam.

Sebaliknya,orang yang berjiwa pemenang dan bermental kaya,saat menghadapi rintangan,halangan bahkan kegagalan,mereka akan melihat kedalam diri terlebih dahulu.Mereka selalu mengutamakan instrospeksi dan evaluasi diri dengan mencari penyebab dari dalam diri.Seseorang yang berjiwa the winner akan menilai segal;a sesuatu dengan selalu mencari kekurangan dan kesalahan dari sumber penyebab apa yang terjadi.Mereka akan dengan senang hati akan selalu berusaha mencari dan kemudian memperbaiki penyebab tumbuhnya masalah dan kegagalan.Dengan begitu,mereka selalu muncul dengan solusi-solusi terbaik untuk mengatasi semua halangan dan rintangan.Hebatnya orang berjiwa pemenang ini seolah-olah bisa mengatasi semua masalah yang di hadapi,bahkan dalam kondisi apapun.Sebab,mereka selalu muncul dengan semangat mencari solusi.Inilah yang membuat orang sukses akan semakin sukses karena ia selalu mempunyai kelebihan satu atau bahkan lebih cara untuk mencapai sukses sebenarnya.

Kedua hal tersebut sejalan dengan pepatah barat yang berbunyi,"The Winner sees answerfor every problem,The loose sees problem in every answer" seorang pemenang selalu melihat jawaban di setiap\masalah.Sedangkan seorang pecundang selalu melihat masalah di setiap jawaban.Tentu,ini adalah sebuah pilihan sikap yang menentukasn akan menjadi bagaimana kita nanti.Jika yang kita biasakan adalah memiliki satu alasan di setiaprintangan,pastilah kita akan semakin tenggelam dalam kesulitanan.Sebaliknya,jika kita selalu memiliki satu cara untuk mencari solusi di setiap halangan pastilah kita akan muncul sebagai seorang pemenang.

Bagi saya sendiri melalui proses perjuangan yang saya alami,semua itu mengantarkan pada pengertian bahwa sukses sejati sebenarnya adalah akumulasi dari kegagalan-kegagalan yang mampu kita atasi.Setiap halangan,rintangan,ujian dan cobaan berupa kesulitan dan kegagalan sebenarnya merupakan sarana terbaik dalam melatih dan mematangkan mental kita untuk menjadi pemenang sesungguhnya.

Maka,mari kita pastikan bahwa diri kita menjadi insan yang selalu kelebihan satu cara bukan kelebihan satu alasan.

*)By Andrie Wongso

sumber : http://motivasisukses.com
READ MORE - Sukses Satu Cara,Gagal Satu Alasan

Sabar dalam penantian

Diposting oleh AKHWATimoet di 03.17 0 komentar
Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Alloh yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya. Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang mungkin telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya. Sayang, kebanyakan kumbang–kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Na’udzubillah! Begitulah fakta di masa kini. Realita fitnah syahwat yang terjadi di mana–mana hingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya pandai–pandai menjaga diri dan selalu berhati–hati, jangan sampai tertipu. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam penantian?

a. Memperbanyak amal ibadah

Seorang muslimah dalam masa penantian hendaknya semakin mendekatkan diri kepada Alloh. Pendekatan diri kepada Alloh dengan memperbanyak amal ibadah, khususnya ibadah sunnah. Karena ia bisa menjadi perisai diri dari berbagai godaan.

b. Do’a dan tawakal

Rezeki, maut, termasuk jodoh manusia sudah diatur oleh Alloh, dan Dia maha mengetahui yang terbaik bagi hambaNya, yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar dan berdoa, kemudian bertawakal kepadaNya. Hanya kepada Alloh kita berserah diri dan mohon pertolongan. Berdoalah agar segera dikaruniai jodoh yang shalih, yang baik agamanya, dan bisa membawa kebahagiaan bagi kita di dunia dan akhirat. Yakinlah Alloh akan memberikan yang terbaik. Bukankah Dia akan mengikuti persangkaan hambaNya? Karena itu jangan pernah berburuk sangka terhadap Alloh.

c. Mempersiapkan diri, membekali diri dengan ilmu

Bekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan kerumah tanggaan. Lalu, bekali diri dengan keterampilan berumah tangga. Seorang suami tentu saja akan senang bila istrinya terampil dan cekatan. Terakhir, persiapkan diri menjadi istri shalihah dan sebaik–baik perhiasan bagi suami. Jangan lupa untuk merawat diri agar selalu tampil cantik dan segar. Tapi ingat, kecantikan itu tidak untuk diumbar sembarangan, persembahkan hanya untuk suami tercinta kelak.

Kepada para ikhwan

Bagi para ikhwan, ketahuilah sesungguhnya telah banyak akhwat yang siap. Mereka menunggu pinanganmu. Mereka menunggu keberanianmu. Tunggu apalagi jika engkau pun sudah siap menikah dan merindukan seorang istri? Ayolah, jangan ikhlaskan wanita–wanita shalihah itu dinikahkan dengan laki – laki yang tak baik agamanya. Ingat bahwa Alloh akan menolong seorang pemuda yang berniat menikah demi menyelamatkan agamanya. Karena itu, bersegeralah mencari pendamping yang bisa membantumu bertaqwa kepada Alloh.

Sumber : Majalah Nikah
READ MORE - Sabar dalam penantian

Menikah ? Tergesa-gesa atau Menyegerakan

Diposting oleh AKHWATimoet di 03.14 0 komentar
Menikah? Hmmm, siapa sih yang nggak mau? Asal sudah cukup umur, cukup
dewasa, cukup penghasilan, ada calon dan ada ijin orang tua sih tidak
masalah. Tapi jika kuliah saja belum kelar, penghasilan belum jelas,
lantas nanti anak orang mau dikasih makan apa?", begitu banyak
pertanyaan yang harus dijawab.

Manusia, sesuai dengan fitrahnya, telah diciptakan berpasang-pasangan
oleh Allah SWT. Dan adalah suatu fitrah pula timbul kecenderungan
antar pasangan tersebut.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir"(QS. Ar-Ruum:21)
Karenanya Allah telah mengatur urusan itu dan memberikan solusi berupa
pernikahan. Akan tetapi, ketika pernikahan itu harus terjadi lebih
awal alias ketika kuliah belum selesai, beragam komentar lantas
bermunculan.
"Udah nikah? Nggak tahan ya? Baru umur segitu!"
"Anak kemaren sore aja mau sok-sok menikah. Memang dia bisa apa?"
"Ngurus diri sendiri saja belum beres!"
"Jangan kecewakan kepercayaan orang tua! Mereka kasih uang supaya kita
kuliah, bukan nikah…"
Bertubi-tubi komentar berdatangan, namun toh ada juga yang berani
menikah ketika kuliah dan berjuang untuk itu. Ada juga yang baru
sebatas menyetujui . terbukti dari 176 mahasiswa FKUI program S1
reguler yang ditanya, lebih dari 60% menyatakan setuju. Walaupun ada
28% yang menentang dan sisanya abstain. Mereka yang setuju umumnya
beralasan bahwa dengan menikah ketika kuliah seseorang dapat menjaga
diri dari perbuatan dosa. Sementara sisanya mengatakan bahwa menikah
membuat hati lebih tenang.
Peristiwa Hormonal
Keinginan untuk menikah dan membina rumah tangga tentunya menyangkut
aspek pemikiran yang jauh lebih luas dari sekedar keinginan pemuasan
dorongan biologis. Dorongan biologis yang muncul sebagai rasa tertarik
kepada lawan jenis ini sangat berkaitan erat dengan gejolak hormonal
yang muncul dalam diri seseorang. Seperti dikutip dari buku "Indahnya
Pernikahan Dini" karangan Ust. Fauzil Adhim, dalam masa ini,
kebanyakan pemuda sedang berada di bangku kuliah. Sementara mayoritas
masyarakat menilai mereka belum cukup umur untuk menikah.
Maka, tidak sedikit yang menggunakan istilah menikah dini bagi mereka
yang menikah pada masa-masa kuliah. Masih menurut Ustadz yang
berperawakan gempal ini, masyarakat tidak jarang melakukan over
generalisasi. Komentar yang sering muncul ialah "Ya enggak. Tapi kan
menikah di masa kuliah nggak lazim. Jadinya pasti masyarakat akan
menilai negatif."
Namun, tidak sedikit juga masyarakat yang memberikan pujian bagi
mereka yang menikah lebih awal dan ternyata sanggup menjalaninya
dengan baik. Penilaian yang diberikan cenderung lebih menanggapi
tentang kedewasaan yang terbentuk selama mereka mengarungi bahtera
pernikahan.Menyegerakan Menikah vs Tergesa-gesa Menikah
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan
orang-orang yang layak (menikah) dari antara hamba-hamba sahayamu yang
laki-laki dan yang perempuan." (QS. An-Nuur:32)
Ayat di atas menegaskan tentang pentingnya menikah hingga menjadi
perintah untuk menikahkan orang yang masih sendirian. Namun ayat
tersebut juga tidak memerintahkan seseorang untuk menikah `buta’,
sebab terdapat penekanan kata `layak’ yang harus menjadi pertimbangan.
Menikah bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi juga tidak boleh
dipandang sebelah mata. Menikah adalah fitrah bagi manusia dan sejalan
dengan anjuran Allah serta RosulNya. Pernyataan Rasulullah SAW dalam
hadist berikut dapat menjadi bahan renungan yang bisa membantu
memantapkan hati: "Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian di
antara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka,
meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka."
Allah akan menjamin siapapun yang mau menikah. Tetapi tetap saja harus
ada persiapan yang dilakukan. Karena menikah bukanlah pekerjaan yang
akan selesai dalam waktu dekat. Bahkan bisa jadi memakan waktu
sepanjang sisa umur pasangan tersebut di dunia ini. Sehingga
perencanaan yang matang mutlak diperlukan. "Orang yang mempunyai niat
yang tulus adalah dia yang hatinya tenang, terbebas dari pemikiran
mengenai hal-hal yang dilarang, berasal dari upaya membuat niatmu
murni untuk Allah dalam segala perkara.." Begitu ucap Ja’far ash
Shiddiq, guru dari Imam Abu Hanifah. Menurutnya seseorang yang
menyegerakan menikah karena niat yang jernih Insya Allah hatinya akan
diliputi oleh perasaan sakinah, yaitu ketenangan jiwa saat menghadapi
masalah-masalah yang harus diselesaikan. Berbeda dengan menikah
tergesa-gesa yang selalu ditandai oleh perasaan tidak aman dan hati
yang diliputi kecemasan yang memburu.
Ada sebuah perumpamaan tentang pernikahan dalam buku "Kado Pernikahan
Untuk Istriku": "Menikah itu seperti orang yang sedang mengendarai
motor dan menjumpai tikungan yang tajam, apakah dia akan segera
membelokkan kemudi tanpa mengurangi kecepatan karena ingin cepat
sampai atau dia mengurangi kecepatan sedikit, membelok, dan kembali
meningkatkan kecepatan perlahan-lahan?
Jalan hidup ini begitu panjang. Menikah merupakan salah satu rute yang
harus dilalui oleh manusia, sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk
hidup yang diciptakan berpasang-pasangan. Menikah ibarat menapaki
titian pelangi. Ada bagian yang mendaki dan memerlukan curahan energi
ekstra dan adapula bagian yang menurun yang menawarkan kesenangan,
kedamaian serta ujung kisah yang penuh pesona.
Ketenangan Emosi dan Separuh Agama
Sebuah penelitian antara tahun 1950-1970an menemukan bahwa orang yang
menikah cenderung lebih bahagia daripada mereka yang tidak menikah,
hidup sendiri atau bercerai. Mendukung pendahulunya, Campbell dkk
menulis dalam Human Development bahwa orang yang menikah cenderung
meraih kepuasan hidup. Yang menarik dari temuan mereka bahwa yang
paling bahagia diantara pasangan nikah bahagia adalah pasangan nikah
usia 20an. Sementara pada tahun 1989, Thomsen & Walker mendapati bahwa
dengan menikah para wanita menemukan tempat mengekspresikan perasaan
dan mengungkapkan luapan-luapan emosinya.
Enam tahun kemudian, Sprinthall & Collins mencatat bahwa pd pernikahan
dini kehidupan seksual akan lebih teratur & memperoleh legitimasi yang
kuat. Ini berpengaruh pada kemampuan mereka menikmati kehidupan seks.
Keteraturan & legitimasi terhadap kehidupan seksual mereka menjadikan
dorongan seks lebih stabil. Pada gilirannya, kestabilan ini dapat
menurunkan erotisisme shg mereka lebih mampu menundukkan pandangan.
Selain itu dengan turunnya erotisisme maka seseorang akan mencapai
ketenangan emosi. Manakala emosi mencapai kondisi yang seimbang, maka
kemampuan fisik & intelektual akan meningkat. Hu dan Goldman (1990)
memandangnya dari sudut kesehatan. Mereka menemukan fakta bahwa
orang-orang yang menikah cenderung lebih panjang usianya.
Mereka yang menikah akan mendapatkan jaminan kesempurnaan 50% agama.
"Apabila seseorang hamba telah berkeluarga, berarti dia telah
menyempurnakan separo dari agamanya, maka takutlah kepada Allah
terhadap separo yang lainya."(HR Ath-Thabrani).
Menikah dapat pula dijadikan bagian dari investasi meraih ridho Allah
dengan surga sebagai janjinya. Jika mereka mendapat anak sholeh, maka
ia telah membuka salah satu pintu pahala yang tidak berakhir sampai
hari perhitungan.
Kendala Yang Mungkin Dihadapi
Umumnya masyarakat masih menilai kedewasaan atau kesiapan seseorang
untuk menikah dari segi umur semata. Fenomena ini dapat menjadi batu
penghambat yang cukup berarti. Dalam bukunya: "Saatnya Untuk Menikah",
M. Fauzil Adhim menerangkan tentang kriteria kemampuan ekonomi
seseorang yang sering disalahartikan sebagai kemapanan dan
kepastiannya dalam menyediakan nafkah. Hal ini terbukti dari hasil
korespondensi menyatakan bahwa tak kurang dari sepertiga responden
memberi alasan tentang kondisi ekonomi sebagai kendala utama dalam
memutuskan menikah ketika kuliah. Definisi ini sedemikian pesatnya
berkembang sehingga banyak sekali keluarga akan berpikir dua-tiga kali
sebelum merelakan anak gadisnya dipinang. Hal ini juga mengakibatkan
gaya hidup materialistis, sehingga tak sedikit meninggikan kriteria
calon bagi dirinya.
Keluarga sebagai bagian dari komunitas yang paling sering berinteraksi
dengan seseorang, memegang andil yang besar dalam penentuan pilihan.
Seringkali keinginan yang menggebu-gebu untuk menikah ketika kuliah
mendapat tentangan dari orangtua alias tidak mendapat restu. Padahal
tanpa restu dari kedua orang tua, pernikahan bukanlah sesuatu yang
indah dan diberkahi oleh Allah SWT. Tidak sedikit orang tua yang sulit
menerima kenyataan bahwa anak mereka sudah tumbuh menjadi dewasa muda
dan sudah waktunya membina mahligai rumah tangga.
Selain itu keraguan akan diri sendiri, perasaan belum siap dan takut
terikat kepada komitmen juga memegang peranan yang tak kalah
pentingnya dalam menahan laju keinginan untuk menikah.

Sumber : zein.blogsome.com
READ MORE - Menikah ? Tergesa-gesa atau Menyegerakan

Yahudi itu Pintar...... Benarkah....?

Diposting oleh AKHWATimoet di 03.02 0 komentar
Dikutif dari sebuah blog
http://remajaislamcerdas.blogspot.com

Bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai dunia karena kecerdasan dan kelicikannya baik dari segi sains, bisnis, maupun teknologi. Allah Ta’ala memang telah menganugrahkan kepada bangsa Yahudi suatu kelebihan berupa otak yang cemerlang. Dan sungguh sangat menarik mengetahui kenapa orang Yahudi begitu pintar dan mempunyai kelebihan dibanding bangsa-bangsa lain di atas dunia ini. Tentu saja dalam hal ini hanyalah sebatas kelebihan dalam hal urusan keduniawian. Berikut ini sebuah artikel yang akan memaparkan sedikit sebab dari fenomena kelebihan mereka.

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”


Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk kita semua ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Di Israel, ketika seorang ibu mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama-sama. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anakmu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak. Sedangkan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik dan dapat merusak perkembangan juga penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung. Hal ini menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung, dan ia rutin mengonsumsi pil minyak ikan. “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan, saya perhatikan mereka gemar sekali memakan ikan” Begitu kata Stephen menceritakan hasil pengamatannya ketika diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang adalah harus, terutama kacang badam. Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dulu sebelum hidangan utama. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah hal yang tabu. Bila pembaca sekalian diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh kita keluar dari rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan.Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Lalu di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!” katanya. Setiap pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olah raga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Kemudian di sekolah tinggi (menengah) murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi jika yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yang di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. “Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.” Kata Stephen.

Kesimpulannya, pada teori Stephen yaitu: melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina? Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 hingga saat ini memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!”

Kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. “Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu. “Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!! Hasilnya? Dengan penduduknya yang berjumlah jutaan orang berapa banyak yang melanjutkan ke universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok?” sambung Stephen.

Kesimpulan yang bisa kita ambil dari artikel ini diantaranya:

* Jika ada buah, dahulukan makan buah sebelum makan makanan berat. Karena hal ini sesuai dengan sunnah (cara makan Rasulullah SAW).

* Memanah, berkuda, dan berenang adalah olahraga yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada ummatnya.

* Untuk ibu yang sedang mengandung, sangat dianjurkan untuk sering membaca atau mendengarkan Al-Qur’an.

* Rokok adalah barang yang tabu bagi orang-orang Yahudi. Akan tetapi tahukah kalian, Philip Morris adalah seorang Yahudi pemilik perusahaan rokok yang telah menguasai 50% pasar rokok di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, HM Sampoerna adalah termasuk milik Philip Morris. Jadi apa yang bisa anda banggakan wahai perokok???
READ MORE - Yahudi itu Pintar...... Benarkah....?

Minggu, 10 Oktober 2010

Abdullah Ibnu Abbas Seorang Sahabat yang Kaya dan Ahli Tafsir

Diposting oleh AKHWATimoet di 00.18 0 komentar
Abdullah ibnu Abbas adalah pemimpin umat, ahli fikih di masa itu, dan imam dalam hal tafsir. Beliau adalah sahabat rasulullah, juga anak laki-laki paman rosulullah, yaitu Abbas bin Abdul Mutholib. Pada waktu ia berumur 15 tahun, rosulullah meninggal dunia.
Beliau orang yang elok rupa, berkulit putih, ganteng, tinggi badannya, gagah, cerah roman mukanya, bagaikan rembulan. Ibnu Abbas adalah shohabat Nabi yang kaya raya tetapi ia bersikap dermawan.
Diriwayatkan bahwa Abu Ayyub Al-Anshori datang kepada Mu'awiyyah, ia melaporkan apa yang menjadi beban hutangnya namun ia tidak mendapatkan seperti apa yang ia inginkan. Kemudian ia pergi ke Bashrah, menuju rumah Ibnu Abbas. Sesampainya disana ia curahkan isi hatinya, "Sungguh saya perlu denganmu sebagaimana engkau perlu kepada Rosulullah, kemudian Ibnu Abbas berkata, 'Berapa tanggungan hutangmu?' Abu Ayyub Al-Anshari menjawab, dua puluh ribu ." Kemudian Ibnu Abbas memberinya empat puluh ribu, dua puluh budak dan lainnya yang ada di rumahnya.
Shahabat Rasulullah yang terkenal banyak ilmunya adalah Abdullah bin Abbas, sehingga beliau dijuluki al-bahr(lautan) karena luas dan banyaknya ilmu. Beliau menguasai dengan baik ilmu fiqih sampai kepada ilmu tafsir al-qur'an. Dan yang paling terkenal dari beliau adalah bidang tafsir.
Keistimewaan yang dimiliki Ibnu Abbas banyak sekali, diantaranya :
1. Ia pernah didekap Rosulullah seraya beliau mendo'akan kepada Ibnu Abbas :
"Ya Allah, ajarkan kepadanya hikmah, yang dimaksud hikmah adalah
pemahaman terhadap alqur'an." (HR. at-tirmidzi)
Ibnu Abbas pernah melihat Malaikat Jibril dalam dua kesempatan :
i. Ibnu Abbas berkata : "Aku bersama bapakku di sisi Rosulullah, dan disamping Rosulullah ada seorang laki-laki yang membisikinya. Maka beliau seakan-akan berpaling dari bapakku. Kemudian kami beranjak dari sisi Rosulullah seraya bapakku berkata : 'Wahai anakku, tahukah engkau kenapa anak laki-laki pamanmu (rosulullah) seperti berpaling (menghindar) dariku? Maka aku menjawab, 'Wahai bapakku sesungguhnya disisi Rosulullah ada seorang laki-laki yang membisikinya. Ibnu Abbas berkata, 'Kemudian kami kembali menghadap Rosullah lantas bapakku berkata, 'Yang Rosulullah, aku berkata kepada Abdullah begini dan begitu, kemudian Abdullah menceritakan kepadaku ada seorang laki-laki di sampingmu yang berbisik-bisik kepadamu. Apakah benar memang ada seseorang di sisimu?. ' Rasulullah balik bertanya, 'apakah engkau melihatnya Ya Abdullah ? ' Kami menjawab, 'Ya'. Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya ia adalah Jibril alaihissalam. Dialah yang menyibukkanku dari kamu sekalian'."
(HR. Ahmad)
ii. Abbas mengutus Abdullah kepada Rosulullah dalam suatu hajat (keperluan), dan Abdullah menjumpai seorang laki-laki bersama Rosulullah. Maka tatkala ia kembali dan tidak berbicara kepada Rosulullah, maka Rosulullah bersabda, "Engkau melihatnya?" Abdullah menjawab, "Ya," Nabi bersabda, "Ia adalah Jibril. Ingatlah sesungguhnya ia tidak akan mati sehingga hilang pandangannya (buta) dan diberi (didatangkan) ilmu"
(HR. At-thobroni)
2. Nabi mendo'akannya dua kali, yaitu pertama memberikan hikmah atau mengajarkan kitab - ketika Rasulullah mendekap dadanya. Kedua mendoakan dengan mengajarkan kepandaian dalam ilmu agama. Yaitu ketika ia melayani Rasulullah dengan mengambil air wudlu. Warqa' bin Umar Al-Yasykari berkata:
"Kami mendengar Ubaidillah bin Abi Yazid menceritakan tentang Ibnu Abbas, bahwa nabi di dalam kamar kecil -dan kami meletakkan air wudhu' untuk beliau, maka tatkala keluar Rosulullah bertanya, "Siapakah yang menyiapkan air wudhu ini ? Mereka menjawab, "Ibnu Abbas," kemudian Nabi mendo'akannya,
" Ya Allah, fahamkanlah(fakihkanlah) ia" (HR. Muslim)
Ibnu Abbas berkata, "Rosulullah mendo'akan kepadaku agar Allah memberikan kepadaku ilmu hikmah itu dua kali (yang dimaksud hikmah disini adalah ilmu, fiqih qodho' (hukum) dengan adil (dzahir maknanya adalah, pemahaman terhadap alqur'an) (Tirmidzi).
Umar pernah berkata kepada Ibnu Abbas, "Sesungguhnya pada suatu hari kami melihat Rosulullah mendo'akanmu kemudian mengusap kepalamu lantas berdo'a : "Ya Allah, fakihkanlah ia didalam masalah agama dan berilah pengetahuan didalam masalah ta'wil (tafsir)"
Ibnu Abbas wafat di Thoif pada tahun 68H. Di lain riwayat pada tahun 78 H. Pada usia 75 tahun, di lain riwayat dalam usia 81 tahun. Yang mensholati beliau dan yang menjadi imam adalah Muhammad bin Al-Hanifah (Hunaifah), dan beliau juga yang memasukkan kedalam kubur.
Ibnu jubair meriwayatkan, bahwa ibnu Abbas wafat di Thoif. Kami menyaksikan jenazahnya, maka saat itu tiba-tiba kami melihat burung putih datang yang tidak diketahui bentuk wujudnya. Kemudian masuk ke dalam keranda mayat Ibnu Abbas. Kami memandang (keranda itu) dan berfikir apakah burung tersebut akan keluar. Ternyata burung tersebut tidak diketahui keluarnya dari keranda mayat itu. Dan ketika mayat telah dimakamkan tiba-tiba di tepi kuburan Ibnu Abbas terdengar suara bacaan ayat Alqur'an :
"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Masuklah kedalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam surga-Ku."
(QS Al-Fajr : 27-30)
Suara itu tidak diketahui siapa pembacanya. Allahu A'lam.
READ MORE - Abdullah Ibnu Abbas Seorang Sahabat yang Kaya dan Ahli Tafsir

Rabu, 13 Oktober 2010

MemilihTeman yang Bisa Membawa ke Surga

Pertemanan (friendship) merupakan sebuah makna signifikan yang mesti ditarsirkan ulang. Makna dari “teman baik” berbeda dari satu orang ke yang lainnya. Sebagian orang meyakini bahwa teman baik adalah seseorang yang dapat dipercaya dan menjadi tempat untuk menceritakan semua rahasia. Sementara yang lain mendefinisikannya sebagai seseorang yang setia menemani baik ketika sedih maupun bahagia.

Kendati opini tentang definisi teman bervariasi, namun semuanya relatif benar. Dan jika kita meletakkan berbagai pandangan itu bersama-sama, maka semuanya bisa membentuk sebuah definisi sebenarnya tentang teman yang baik. Namun sejatinya masih terdapat sebuah makna signifikan dan peran dari sahabat baik yang sangat penting dalam perspektif Islam. Yaitu seseorang yang membantu kita untuk lebih dekat kepada Allah, membuat kita menjadi lebih patuh dan taat kepada perintah dan ajaran-Nya, serta memberi keuntungan positif untuk umat.Kriteria Teman Baik Menurut Islam

Jika demikian, apa sih sebenarnya kriteria teman yang baik dalam Islam? Pikirkan sejenak tentang teman-teman kalian, dan biarkan saya bertanya, “Bagaimana kalian memilih teman? Apa peran teman-teman dalam kehidupan kalian? Apakah teman hanya semata-mata untuk pergi bareng dan bersenang-senang?” Jika kalian mengamini semua pertanyaan di atas, maka ada baiknya berpikir ulang dan mencoba untuk memahami makna serta peranan teman yang shaleh. Teman bukan sekadar seseorang yang bisa diajak untuk menikmati waktu bersama. Peranan teman ternyata lebih dalam dari sekedar berbagai sudut pandang yang dangkal.

Seorang teman bisa membantu kalian melakoni amalan-amalan hebat yang memicu pahala dan surga. Di sisi lain, teman juga bisa menghalangi dirimu dari perjalanan menuju surga. Pengaruh teman terhadap diri kalian sungguh luar biasa, bahkan melebihi anggota keluarga. Inilah mengapa begitu penting untuk berhati-hati memilih teman.

…Teman bukan sekadar seseorang yang bisa diajak untuk menikmati waktu bersama. Seorang teman bisa membantu kalian melakoni amalan-amalan hebat yang memicu pahala dan surga…

Hal-hal penting yang harus kalian pikirkan ketika memilih teman adalah kedekatan mereka kepada Allah. Kalian bisa tahu kedekatan tersebut bukan hanya dari penampilan mereka. Tapi juga melalui tingkah laki, tabiat, akidah, dan tindak-tanduk mereka.

Teman yang sepanjang waktunya memikirkan bagaimana caranya menggapai pahala, bisa dekat dan menggapai keridhaan Allah melalui tindakannya adalah teman yang bisa kalian percaya. Jalinlah persahabatan dengannya.

Jika kalian tidak shalat, tidak pernah berpuasa, gemar bergosip, atau kalian tidak memiliki peran aktif dalam masyarakat, maka sudah seharusnya kalian memiliki teman-teman yang mampu memperbaiki perilaku dan sikap kalian menjadi lebih baik. Alangkah buruknya jika kita memiliki teman yang justru memperburuk moral, sikap, dan bahkan akidah kita.

Karena teman-teman berperangai buruk bisa mendorong kalian untuk melakukan tindakan-tindakan yang buruk juga. Berbohong, merokok, kecanduan narkoba, dan bahkan berzina adalah hal-hal yang merupakan hasil buruk dari teman-teman yang berperangai buruk. Seorang teman mengatakan, “Teman-teman memiliki dampak nyata terhadap diri seseorang, dan bahkan mereka bisa mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang.”

Sementara itu, teman-teman yang shaleh bisa memberikan pengaruh positif bagi kehidupan kalian; membuat hidup menjadi lebih baik dunia dan akhirat. Sebagai contoh, teman yang memiliki aktivitas dalam derma bisa mendorong kalian untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatannya. Hal demikian lebih baik daripada kalian menghabiskan waktu melakukan hal-hal tidak bermanfaat atau sesuatu yang haram bersama teman-teman berkelakuan keji. Teman-teman yang baik bisa menemani kalian untuk mengunjungi panti asuhan, menghadiri halaqah pembelajaran Al-Qur’an, atau menghabiskan waktu untuk hal-hal bermanfaat lainnya. Bahkan, selain bermanfaat, semua itu juga bernilai pahala di sisi Allah.

…Sementara itu, teman-teman yang shaleh bisa memberikan pengaruh positif bagi kehidupan kalian; membuat hidup menjadi lebih baik dunia dan akhirat…

Bahkan dalam kondisi penuh keceriaan dan kegembiraan pun, segala sesuatunya bisa berbeda jika kita lakukan bersama teman yang baik. Dia senantiasa mengingatkan kalian untuk selalu memperbarui niat karena Allah di mana pun dan kapan pun. Selain itu, teman yang baik senantiasa mendorong kalian untuk menjaga harga diri atau menjaga ibadah-ibadah yang dianjurkan, sehingga keindahan Islam selalu terukir di hati kalian.

Hal ini terjadi dengan Iman Asy-Syarif, seorang muslimah berkewarganegaraan Mesir berusia 25 tahun. Iman melakukan perjalanan ke Denmark tak lama setelah kasus kartun Nabi Muhammad merebak, untuk mengubah citra buruk Islam di sana. Apa yang mendorong Iman untuk melakukan sesuatu demi memperbaiki citra muslim?

Iman menerangkan, “Salah seorang teman saya mendorong saya untuk melakukan sesuatu demi umat. Sejak itu mulailah saya membaca banyak bacaan tentang Islam. Lalu saya ambil bagian untuk mengenalkan Islam kepada orang-orang non-muslim. Sejujurnya, saya tidak bisa mengenyampingkan peran teman yang telah membantu saya untuk melakukan hal-hal positif.”

Jelas, dengan teman-teman yang baik dan shaleh, kalian bisa melakukan hal-hal positif yang menguntungkan Islam dan kaum muslim. Kalian pun menjalani kehidupan yang bebas dari egoisme, kesedihan, kebencian, dan kegelisahan yang terjadi jika berteman dengan teman-teman yang buruk.

Kalian mungkin tidak merasakan dampak langsung dari teman-teman terhadap diri kalian. Tapi jika kalian mau berpikir secara lebih dalam, kalian akan mendapatkan bahwa teman memiliki pengaruh yang dahsyat, kendati kalian mengklaim bahwa kalian memiliki karakter dan kepribadian kuat. Inilah mengapa kalian mesti memilih teman secara bijak, karena teman bisa mengubah hidup kalian secara keseluruhan, baik positif maupun negatif.

Karena alasan demikian, Nabi Muhammad pernah bersabda, “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Dari Anas, dia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, ”Dan perumpamaan teman duduk yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi kasturi, jika minyak kasturi itu tidak mengenaimu, maka kamu akan mencium bau wanginya. Dan perumpamaan teman duduk yang jelek adalah seperti tukang pandai besi, jika kamu tidak kena arangnya (percikannya), maka kamu akan terkena asapnya.” (HR. Abu Dawud).

…Carilah sedikitnya seorang teman baik dan shaleh yang bisa menjadi batu loncatan bagi kalian menuju surga…

Menjadi sangat penting bagi kita untuk memahami hadits di atas yang mengindikasikan dampak teman terhadap kehidupan seseorang, dan pentingnya memilih teman-teman yang baik. Maka pikirkanlah baik-baik. Dan bahkan jika semua teman kalian adalah teman yang berkelakukan buruk, maka Allah akan mengampuni, jika kalian mau bertobat. Carilah sedikitnya seorang teman baik dan shaleh yang bisa menjadi batu loncatan bagi kalian menuju surga. [ganna pryadha/voa-islam.com]

tulisan dari Krisna yuliyanti http://m.cybermq.com

Berpikir Positif

“Sungguh, kulihat diriku, seandainya aku mengangkat batu niscaya kutemukan di bawahnya emas dan perak……!”

Mungkin Anda sudah mengenal kalimat yang terkenal ini, sebuah kalimat yang di ucapkan oleh salah seorang sahabat Rasulullah saw yang dijamin masuk syurga. Beliau adalah Abdurrahman bin ‘Auf. Dalam kalimat ini terkandung sebuah makna dari apa yang disebut dengan berpikir positif.

Para ahli saat ini mengatakan bahwa keajaiban berpikir positif ialah saat Anda mengatakan bisa, maka Anda akan bisa. Abdurrahman bin ‘Auf mengatakan bahwa beliau mampu untuk selalu menghasilkan uang, bahkan dengan peribahasanya: mengangkat batu pun bisa menghasilan emas dan perak. Secara tidak langsung, Abdurrahman bin ‘Auf mengatakan bahwa beliau bisa mendapatkan uang dari setiap perniagaanya.

Berpikir Positif diawali dengan sebuah keyakinan pada diri sendiri. Keyakinan bahwa dirinya mampu. Keyakinan yang mengatakan bahwa diri beliau “bisa”. Jika Anda melihat diri Anda “bisa”, maka Anda akan “bisa”. Jika Anda melihat diri Anda akan menghasilkan, maka Anda akan menghasilkan. Jika Anda tidak bisa melakukan hal seperti ini, maka Anda masih dikuasai oleh pikiran negatif.

Tidak ada orang yang memiliki pikiran positif 100% kecuali para nabi Allah. Sejauh mana diri Anda berpikir positif bisa dilihat pada diri Anda saat ini. Bagaimana dengan keuangan Anda? Itulah tingkat pikiran Anda tentang uang. Bagaimana kesehatan Anda? Itulah level pikiran Anda tentang kesehatan Anda. Bagaimana dengan hubungan Anda? Itulah kualitas pikiran Anda tentang hubungan.Bagaimana dengan orang kaya yang jahat? Dia memiliki pikiran positif terhadap uang. Betul, tetapi hanya kepada uang, tetapi dia memiliki pikiran negatif terhadap hal lain sehingga membuat dia jahat. Begitu juga, adalah sangat mungkin orang yang berpikir positif tidak kaya, bukan berarti tidak bisa, tetapi itu adalah pilihan hidup. Hal yang ideal ialah bagaimana kita memiliki pikiran positif untuk semua hal dalam hidup kita, sehingga kita hidup dalam sebuah keseimbangan. Saya menawarkan sebuah konsep berpikir yang lebih tinggi dibanding dengan berpikir positif, yaitu berpikir indah atau apa yang saya sebut dengan Beautiful Mind.

Sebagai lawan dari pikiran positif tentu saja apa yang disebut pikiran negatif. Kehadiran pikiran negatif bisa mentralisir pikiran positif Anda. Pikiran positif akan memancarkan energi positif, sementara pikiran negatif akan memancarkan energi negatif. Tergantung energi mana yang lebih besar. Jika energi positif lebih besar, maka hidup Anda akan lebih positif. Tugas Anda ada dua, yang pertama memperbesar energi positif dan yang kedua memperkecil energi negatif. Setelah itu, rasakanlah indahnya hidup jika kita memiliki pikiran indah.

Sukses Satu Cara,Gagal Satu Alasan

Dalam setiap episode kehidupan yang kita jalani,pastilah ada masa di mana kita menghadapi berbagai halangan dan rintangan,Besar maupun kecil,ringan maupun berat.Hal tersebut sebenarnya adalah hal yang sangat lumrah terjadi,bahkan dalam setiap perjuangan yang kita lalui,pada saat kita sedang berencana untuk mewujudkan semua impian,jalan terjal pastilah kita lewati.Tak ada satupun hal semudah kita kira,bahkan meskipun semua sudah kita rencanakan dengan sangat sempurna.Hambatan,kesulitan,gangguan,kekeliruan,ketidakberhasilan,bahkan tak sedikit yang berujung pada kegagalan,mau tidak mau harus kita terima.

Lantas harus bagaimanakah kita bersikap dalam menghadapi semua hal tersebut?Hanya ada dua pilihan yang bisa kita ambil,Dua pilihan yang akan menghasilkan dua hal yang bisa terjadi sangat bertolak belakang.

"Orang Sukses Selalu Kelebihan Satu Cara ,Orang Gagal Selalu Kelebihan Satu Alasan"

Berpikir menjadi Orang Sukses

Orang seperti ini akan selalu memiliki kelebihan satu cara dalam setiap rintangan yang menghadang,"Orang Sukses Selalu Kelebihan Satu Cara".

Berpikir menjadi Orang Gagal

Orang seperti ini akan selalu memiliki kelebihan satu alasan dalam setiap tantangan yang menerjang,"Orang Gagal Selalu Kelebihan Satu Alasan".

Kedua sikap tersebut mempunyai dampak yang sangat berbeda,Sebab,meski mungkin problematika yang di hadapi sama,tetapi penyikapan yang di pilih akan membawa perbedaan dalam bersikap dan bertindak.Perbedaan ini akan terlihat dari sikap mental dalam menghadapi setiap masalah.Bagi yang bermental sebagai pemenang pastilah akan jauh lebih siap dari pada mereka yang bermental miskin. Mereka yang bermental miskin atau yang berjiwa the looser akan selalu mempunyai dalih dan seribu satu alasan mengapa ia gagal dalam mewujudkan impian.Parahnya dalih itu bisa datang silih berganti seolah tiada habisnya.Satu masalah selalu di sikapi dengan satu atau bahkan lebih alasan tanpa ada solusi yang di tawarkan.Satu problem yang muncul akan di jawab dengan seribu satu alasan yang hanya akan membawa diri pada problem lain yang seolah takkan terselesaikan.Seorang bermental miskin dan berjiwa kerdil akan selalu menemukan alasan mengapa dirinya bisa gagal.Dan parahnya hampir semua dalih yang di kemukakan bahkan dengan alasan yang masuk akal menunjuk pada pihak atau kondisi di luar dirinya.Inilah mental pecundang!Jelas mental seperti ini adalah mental yang akan mengantar seseorang terjerumus ke jurang kegagalan lebih dalam.

Sebaliknya,orang yang berjiwa pemenang dan bermental kaya,saat menghadapi rintangan,halangan bahkan kegagalan,mereka akan melihat kedalam diri terlebih dahulu.Mereka selalu mengutamakan instrospeksi dan evaluasi diri dengan mencari penyebab dari dalam diri.Seseorang yang berjiwa the winner akan menilai segal;a sesuatu dengan selalu mencari kekurangan dan kesalahan dari sumber penyebab apa yang terjadi.Mereka akan dengan senang hati akan selalu berusaha mencari dan kemudian memperbaiki penyebab tumbuhnya masalah dan kegagalan.Dengan begitu,mereka selalu muncul dengan solusi-solusi terbaik untuk mengatasi semua halangan dan rintangan.Hebatnya orang berjiwa pemenang ini seolah-olah bisa mengatasi semua masalah yang di hadapi,bahkan dalam kondisi apapun.Sebab,mereka selalu muncul dengan semangat mencari solusi.Inilah yang membuat orang sukses akan semakin sukses karena ia selalu mempunyai kelebihan satu atau bahkan lebih cara untuk mencapai sukses sebenarnya.

Kedua hal tersebut sejalan dengan pepatah barat yang berbunyi,"The Winner sees answerfor every problem,The loose sees problem in every answer" seorang pemenang selalu melihat jawaban di setiap\masalah.Sedangkan seorang pecundang selalu melihat masalah di setiap jawaban.Tentu,ini adalah sebuah pilihan sikap yang menentukasn akan menjadi bagaimana kita nanti.Jika yang kita biasakan adalah memiliki satu alasan di setiaprintangan,pastilah kita akan semakin tenggelam dalam kesulitanan.Sebaliknya,jika kita selalu memiliki satu cara untuk mencari solusi di setiap halangan pastilah kita akan muncul sebagai seorang pemenang.

Bagi saya sendiri melalui proses perjuangan yang saya alami,semua itu mengantarkan pada pengertian bahwa sukses sejati sebenarnya adalah akumulasi dari kegagalan-kegagalan yang mampu kita atasi.Setiap halangan,rintangan,ujian dan cobaan berupa kesulitan dan kegagalan sebenarnya merupakan sarana terbaik dalam melatih dan mematangkan mental kita untuk menjadi pemenang sesungguhnya.

Maka,mari kita pastikan bahwa diri kita menjadi insan yang selalu kelebihan satu cara bukan kelebihan satu alasan.

*)By Andrie Wongso

sumber : http://motivasisukses.com

Sabar dalam penantian

Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Alloh yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya. Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang mungkin telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya. Sayang, kebanyakan kumbang–kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Na’udzubillah! Begitulah fakta di masa kini. Realita fitnah syahwat yang terjadi di mana–mana hingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya pandai–pandai menjaga diri dan selalu berhati–hati, jangan sampai tertipu. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam penantian?

a. Memperbanyak amal ibadah

Seorang muslimah dalam masa penantian hendaknya semakin mendekatkan diri kepada Alloh. Pendekatan diri kepada Alloh dengan memperbanyak amal ibadah, khususnya ibadah sunnah. Karena ia bisa menjadi perisai diri dari berbagai godaan.

b. Do’a dan tawakal

Rezeki, maut, termasuk jodoh manusia sudah diatur oleh Alloh, dan Dia maha mengetahui yang terbaik bagi hambaNya, yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar dan berdoa, kemudian bertawakal kepadaNya. Hanya kepada Alloh kita berserah diri dan mohon pertolongan. Berdoalah agar segera dikaruniai jodoh yang shalih, yang baik agamanya, dan bisa membawa kebahagiaan bagi kita di dunia dan akhirat. Yakinlah Alloh akan memberikan yang terbaik. Bukankah Dia akan mengikuti persangkaan hambaNya? Karena itu jangan pernah berburuk sangka terhadap Alloh.

c. Mempersiapkan diri, membekali diri dengan ilmu

Bekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan kerumah tanggaan. Lalu, bekali diri dengan keterampilan berumah tangga. Seorang suami tentu saja akan senang bila istrinya terampil dan cekatan. Terakhir, persiapkan diri menjadi istri shalihah dan sebaik–baik perhiasan bagi suami. Jangan lupa untuk merawat diri agar selalu tampil cantik dan segar. Tapi ingat, kecantikan itu tidak untuk diumbar sembarangan, persembahkan hanya untuk suami tercinta kelak.

Kepada para ikhwan

Bagi para ikhwan, ketahuilah sesungguhnya telah banyak akhwat yang siap. Mereka menunggu pinanganmu. Mereka menunggu keberanianmu. Tunggu apalagi jika engkau pun sudah siap menikah dan merindukan seorang istri? Ayolah, jangan ikhlaskan wanita–wanita shalihah itu dinikahkan dengan laki – laki yang tak baik agamanya. Ingat bahwa Alloh akan menolong seorang pemuda yang berniat menikah demi menyelamatkan agamanya. Karena itu, bersegeralah mencari pendamping yang bisa membantumu bertaqwa kepada Alloh.

Sumber : Majalah Nikah

Menikah ? Tergesa-gesa atau Menyegerakan

Menikah? Hmmm, siapa sih yang nggak mau? Asal sudah cukup umur, cukup
dewasa, cukup penghasilan, ada calon dan ada ijin orang tua sih tidak
masalah. Tapi jika kuliah saja belum kelar, penghasilan belum jelas,
lantas nanti anak orang mau dikasih makan apa?", begitu banyak
pertanyaan yang harus dijawab.

Manusia, sesuai dengan fitrahnya, telah diciptakan berpasang-pasangan
oleh Allah SWT. Dan adalah suatu fitrah pula timbul kecenderungan
antar pasangan tersebut.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir"(QS. Ar-Ruum:21)
Karenanya Allah telah mengatur urusan itu dan memberikan solusi berupa
pernikahan. Akan tetapi, ketika pernikahan itu harus terjadi lebih
awal alias ketika kuliah belum selesai, beragam komentar lantas
bermunculan.
"Udah nikah? Nggak tahan ya? Baru umur segitu!"
"Anak kemaren sore aja mau sok-sok menikah. Memang dia bisa apa?"
"Ngurus diri sendiri saja belum beres!"
"Jangan kecewakan kepercayaan orang tua! Mereka kasih uang supaya kita
kuliah, bukan nikah…"
Bertubi-tubi komentar berdatangan, namun toh ada juga yang berani
menikah ketika kuliah dan berjuang untuk itu. Ada juga yang baru
sebatas menyetujui . terbukti dari 176 mahasiswa FKUI program S1
reguler yang ditanya, lebih dari 60% menyatakan setuju. Walaupun ada
28% yang menentang dan sisanya abstain. Mereka yang setuju umumnya
beralasan bahwa dengan menikah ketika kuliah seseorang dapat menjaga
diri dari perbuatan dosa. Sementara sisanya mengatakan bahwa menikah
membuat hati lebih tenang.
Peristiwa Hormonal
Keinginan untuk menikah dan membina rumah tangga tentunya menyangkut
aspek pemikiran yang jauh lebih luas dari sekedar keinginan pemuasan
dorongan biologis. Dorongan biologis yang muncul sebagai rasa tertarik
kepada lawan jenis ini sangat berkaitan erat dengan gejolak hormonal
yang muncul dalam diri seseorang. Seperti dikutip dari buku "Indahnya
Pernikahan Dini" karangan Ust. Fauzil Adhim, dalam masa ini,
kebanyakan pemuda sedang berada di bangku kuliah. Sementara mayoritas
masyarakat menilai mereka belum cukup umur untuk menikah.
Maka, tidak sedikit yang menggunakan istilah menikah dini bagi mereka
yang menikah pada masa-masa kuliah. Masih menurut Ustadz yang
berperawakan gempal ini, masyarakat tidak jarang melakukan over
generalisasi. Komentar yang sering muncul ialah "Ya enggak. Tapi kan
menikah di masa kuliah nggak lazim. Jadinya pasti masyarakat akan
menilai negatif."
Namun, tidak sedikit juga masyarakat yang memberikan pujian bagi
mereka yang menikah lebih awal dan ternyata sanggup menjalaninya
dengan baik. Penilaian yang diberikan cenderung lebih menanggapi
tentang kedewasaan yang terbentuk selama mereka mengarungi bahtera
pernikahan.Menyegerakan Menikah vs Tergesa-gesa Menikah
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan
orang-orang yang layak (menikah) dari antara hamba-hamba sahayamu yang
laki-laki dan yang perempuan." (QS. An-Nuur:32)
Ayat di atas menegaskan tentang pentingnya menikah hingga menjadi
perintah untuk menikahkan orang yang masih sendirian. Namun ayat
tersebut juga tidak memerintahkan seseorang untuk menikah `buta’,
sebab terdapat penekanan kata `layak’ yang harus menjadi pertimbangan.
Menikah bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi juga tidak boleh
dipandang sebelah mata. Menikah adalah fitrah bagi manusia dan sejalan
dengan anjuran Allah serta RosulNya. Pernyataan Rasulullah SAW dalam
hadist berikut dapat menjadi bahan renungan yang bisa membantu
memantapkan hati: "Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian di
antara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka,
meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka."
Allah akan menjamin siapapun yang mau menikah. Tetapi tetap saja harus
ada persiapan yang dilakukan. Karena menikah bukanlah pekerjaan yang
akan selesai dalam waktu dekat. Bahkan bisa jadi memakan waktu
sepanjang sisa umur pasangan tersebut di dunia ini. Sehingga
perencanaan yang matang mutlak diperlukan. "Orang yang mempunyai niat
yang tulus adalah dia yang hatinya tenang, terbebas dari pemikiran
mengenai hal-hal yang dilarang, berasal dari upaya membuat niatmu
murni untuk Allah dalam segala perkara.." Begitu ucap Ja’far ash
Shiddiq, guru dari Imam Abu Hanifah. Menurutnya seseorang yang
menyegerakan menikah karena niat yang jernih Insya Allah hatinya akan
diliputi oleh perasaan sakinah, yaitu ketenangan jiwa saat menghadapi
masalah-masalah yang harus diselesaikan. Berbeda dengan menikah
tergesa-gesa yang selalu ditandai oleh perasaan tidak aman dan hati
yang diliputi kecemasan yang memburu.
Ada sebuah perumpamaan tentang pernikahan dalam buku "Kado Pernikahan
Untuk Istriku": "Menikah itu seperti orang yang sedang mengendarai
motor dan menjumpai tikungan yang tajam, apakah dia akan segera
membelokkan kemudi tanpa mengurangi kecepatan karena ingin cepat
sampai atau dia mengurangi kecepatan sedikit, membelok, dan kembali
meningkatkan kecepatan perlahan-lahan?
Jalan hidup ini begitu panjang. Menikah merupakan salah satu rute yang
harus dilalui oleh manusia, sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk
hidup yang diciptakan berpasang-pasangan. Menikah ibarat menapaki
titian pelangi. Ada bagian yang mendaki dan memerlukan curahan energi
ekstra dan adapula bagian yang menurun yang menawarkan kesenangan,
kedamaian serta ujung kisah yang penuh pesona.
Ketenangan Emosi dan Separuh Agama
Sebuah penelitian antara tahun 1950-1970an menemukan bahwa orang yang
menikah cenderung lebih bahagia daripada mereka yang tidak menikah,
hidup sendiri atau bercerai. Mendukung pendahulunya, Campbell dkk
menulis dalam Human Development bahwa orang yang menikah cenderung
meraih kepuasan hidup. Yang menarik dari temuan mereka bahwa yang
paling bahagia diantara pasangan nikah bahagia adalah pasangan nikah
usia 20an. Sementara pada tahun 1989, Thomsen & Walker mendapati bahwa
dengan menikah para wanita menemukan tempat mengekspresikan perasaan
dan mengungkapkan luapan-luapan emosinya.
Enam tahun kemudian, Sprinthall & Collins mencatat bahwa pd pernikahan
dini kehidupan seksual akan lebih teratur & memperoleh legitimasi yang
kuat. Ini berpengaruh pada kemampuan mereka menikmati kehidupan seks.
Keteraturan & legitimasi terhadap kehidupan seksual mereka menjadikan
dorongan seks lebih stabil. Pada gilirannya, kestabilan ini dapat
menurunkan erotisisme shg mereka lebih mampu menundukkan pandangan.
Selain itu dengan turunnya erotisisme maka seseorang akan mencapai
ketenangan emosi. Manakala emosi mencapai kondisi yang seimbang, maka
kemampuan fisik & intelektual akan meningkat. Hu dan Goldman (1990)
memandangnya dari sudut kesehatan. Mereka menemukan fakta bahwa
orang-orang yang menikah cenderung lebih panjang usianya.
Mereka yang menikah akan mendapatkan jaminan kesempurnaan 50% agama.
"Apabila seseorang hamba telah berkeluarga, berarti dia telah
menyempurnakan separo dari agamanya, maka takutlah kepada Allah
terhadap separo yang lainya."(HR Ath-Thabrani).
Menikah dapat pula dijadikan bagian dari investasi meraih ridho Allah
dengan surga sebagai janjinya. Jika mereka mendapat anak sholeh, maka
ia telah membuka salah satu pintu pahala yang tidak berakhir sampai
hari perhitungan.
Kendala Yang Mungkin Dihadapi
Umumnya masyarakat masih menilai kedewasaan atau kesiapan seseorang
untuk menikah dari segi umur semata. Fenomena ini dapat menjadi batu
penghambat yang cukup berarti. Dalam bukunya: "Saatnya Untuk Menikah",
M. Fauzil Adhim menerangkan tentang kriteria kemampuan ekonomi
seseorang yang sering disalahartikan sebagai kemapanan dan
kepastiannya dalam menyediakan nafkah. Hal ini terbukti dari hasil
korespondensi menyatakan bahwa tak kurang dari sepertiga responden
memberi alasan tentang kondisi ekonomi sebagai kendala utama dalam
memutuskan menikah ketika kuliah. Definisi ini sedemikian pesatnya
berkembang sehingga banyak sekali keluarga akan berpikir dua-tiga kali
sebelum merelakan anak gadisnya dipinang. Hal ini juga mengakibatkan
gaya hidup materialistis, sehingga tak sedikit meninggikan kriteria
calon bagi dirinya.
Keluarga sebagai bagian dari komunitas yang paling sering berinteraksi
dengan seseorang, memegang andil yang besar dalam penentuan pilihan.
Seringkali keinginan yang menggebu-gebu untuk menikah ketika kuliah
mendapat tentangan dari orangtua alias tidak mendapat restu. Padahal
tanpa restu dari kedua orang tua, pernikahan bukanlah sesuatu yang
indah dan diberkahi oleh Allah SWT. Tidak sedikit orang tua yang sulit
menerima kenyataan bahwa anak mereka sudah tumbuh menjadi dewasa muda
dan sudah waktunya membina mahligai rumah tangga.
Selain itu keraguan akan diri sendiri, perasaan belum siap dan takut
terikat kepada komitmen juga memegang peranan yang tak kalah
pentingnya dalam menahan laju keinginan untuk menikah.

Sumber : zein.blogsome.com

Yahudi itu Pintar...... Benarkah....?

Dikutif dari sebuah blog
http://remajaislamcerdas.blogspot.com

Bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai dunia karena kecerdasan dan kelicikannya baik dari segi sains, bisnis, maupun teknologi. Allah Ta’ala memang telah menganugrahkan kepada bangsa Yahudi suatu kelebihan berupa otak yang cemerlang. Dan sungguh sangat menarik mengetahui kenapa orang Yahudi begitu pintar dan mempunyai kelebihan dibanding bangsa-bangsa lain di atas dunia ini. Tentu saja dalam hal ini hanyalah sebatas kelebihan dalam hal urusan keduniawian. Berikut ini sebuah artikel yang akan memaparkan sedikit sebab dari fenomena kelebihan mereka.

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”


Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk kita semua ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Di Israel, ketika seorang ibu mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama-sama. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anakmu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak. Sedangkan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik dan dapat merusak perkembangan juga penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung. Hal ini menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung, dan ia rutin mengonsumsi pil minyak ikan. “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan, saya perhatikan mereka gemar sekali memakan ikan” Begitu kata Stephen menceritakan hasil pengamatannya ketika diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang adalah harus, terutama kacang badam. Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dulu sebelum hidangan utama. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah hal yang tabu. Bila pembaca sekalian diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh kita keluar dari rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan.Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Lalu di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!” katanya. Setiap pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olah raga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Kemudian di sekolah tinggi (menengah) murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi jika yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yang di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. “Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.” Kata Stephen.

Kesimpulannya, pada teori Stephen yaitu: melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina? Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 hingga saat ini memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!”

Kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. “Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu. “Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!! Hasilnya? Dengan penduduknya yang berjumlah jutaan orang berapa banyak yang melanjutkan ke universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok?” sambung Stephen.

Kesimpulan yang bisa kita ambil dari artikel ini diantaranya:

* Jika ada buah, dahulukan makan buah sebelum makan makanan berat. Karena hal ini sesuai dengan sunnah (cara makan Rasulullah SAW).

* Memanah, berkuda, dan berenang adalah olahraga yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada ummatnya.

* Untuk ibu yang sedang mengandung, sangat dianjurkan untuk sering membaca atau mendengarkan Al-Qur’an.

* Rokok adalah barang yang tabu bagi orang-orang Yahudi. Akan tetapi tahukah kalian, Philip Morris adalah seorang Yahudi pemilik perusahaan rokok yang telah menguasai 50% pasar rokok di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, HM Sampoerna adalah termasuk milik Philip Morris. Jadi apa yang bisa anda banggakan wahai perokok???

Minggu, 10 Oktober 2010

Abdullah Ibnu Abbas Seorang Sahabat yang Kaya dan Ahli Tafsir

Abdullah ibnu Abbas adalah pemimpin umat, ahli fikih di masa itu, dan imam dalam hal tafsir. Beliau adalah sahabat rasulullah, juga anak laki-laki paman rosulullah, yaitu Abbas bin Abdul Mutholib. Pada waktu ia berumur 15 tahun, rosulullah meninggal dunia.
Beliau orang yang elok rupa, berkulit putih, ganteng, tinggi badannya, gagah, cerah roman mukanya, bagaikan rembulan. Ibnu Abbas adalah shohabat Nabi yang kaya raya tetapi ia bersikap dermawan.
Diriwayatkan bahwa Abu Ayyub Al-Anshori datang kepada Mu'awiyyah, ia melaporkan apa yang menjadi beban hutangnya namun ia tidak mendapatkan seperti apa yang ia inginkan. Kemudian ia pergi ke Bashrah, menuju rumah Ibnu Abbas. Sesampainya disana ia curahkan isi hatinya, "Sungguh saya perlu denganmu sebagaimana engkau perlu kepada Rosulullah, kemudian Ibnu Abbas berkata, 'Berapa tanggungan hutangmu?' Abu Ayyub Al-Anshari menjawab, dua puluh ribu ." Kemudian Ibnu Abbas memberinya empat puluh ribu, dua puluh budak dan lainnya yang ada di rumahnya.
Shahabat Rasulullah yang terkenal banyak ilmunya adalah Abdullah bin Abbas, sehingga beliau dijuluki al-bahr(lautan) karena luas dan banyaknya ilmu. Beliau menguasai dengan baik ilmu fiqih sampai kepada ilmu tafsir al-qur'an. Dan yang paling terkenal dari beliau adalah bidang tafsir.
Keistimewaan yang dimiliki Ibnu Abbas banyak sekali, diantaranya :
1. Ia pernah didekap Rosulullah seraya beliau mendo'akan kepada Ibnu Abbas :
"Ya Allah, ajarkan kepadanya hikmah, yang dimaksud hikmah adalah
pemahaman terhadap alqur'an." (HR. at-tirmidzi)
Ibnu Abbas pernah melihat Malaikat Jibril dalam dua kesempatan :
i. Ibnu Abbas berkata : "Aku bersama bapakku di sisi Rosulullah, dan disamping Rosulullah ada seorang laki-laki yang membisikinya. Maka beliau seakan-akan berpaling dari bapakku. Kemudian kami beranjak dari sisi Rosulullah seraya bapakku berkata : 'Wahai anakku, tahukah engkau kenapa anak laki-laki pamanmu (rosulullah) seperti berpaling (menghindar) dariku? Maka aku menjawab, 'Wahai bapakku sesungguhnya disisi Rosulullah ada seorang laki-laki yang membisikinya. Ibnu Abbas berkata, 'Kemudian kami kembali menghadap Rosullah lantas bapakku berkata, 'Yang Rosulullah, aku berkata kepada Abdullah begini dan begitu, kemudian Abdullah menceritakan kepadaku ada seorang laki-laki di sampingmu yang berbisik-bisik kepadamu. Apakah benar memang ada seseorang di sisimu?. ' Rasulullah balik bertanya, 'apakah engkau melihatnya Ya Abdullah ? ' Kami menjawab, 'Ya'. Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya ia adalah Jibril alaihissalam. Dialah yang menyibukkanku dari kamu sekalian'."
(HR. Ahmad)
ii. Abbas mengutus Abdullah kepada Rosulullah dalam suatu hajat (keperluan), dan Abdullah menjumpai seorang laki-laki bersama Rosulullah. Maka tatkala ia kembali dan tidak berbicara kepada Rosulullah, maka Rosulullah bersabda, "Engkau melihatnya?" Abdullah menjawab, "Ya," Nabi bersabda, "Ia adalah Jibril. Ingatlah sesungguhnya ia tidak akan mati sehingga hilang pandangannya (buta) dan diberi (didatangkan) ilmu"
(HR. At-thobroni)
2. Nabi mendo'akannya dua kali, yaitu pertama memberikan hikmah atau mengajarkan kitab - ketika Rasulullah mendekap dadanya. Kedua mendoakan dengan mengajarkan kepandaian dalam ilmu agama. Yaitu ketika ia melayani Rasulullah dengan mengambil air wudlu. Warqa' bin Umar Al-Yasykari berkata:
"Kami mendengar Ubaidillah bin Abi Yazid menceritakan tentang Ibnu Abbas, bahwa nabi di dalam kamar kecil -dan kami meletakkan air wudhu' untuk beliau, maka tatkala keluar Rosulullah bertanya, "Siapakah yang menyiapkan air wudhu ini ? Mereka menjawab, "Ibnu Abbas," kemudian Nabi mendo'akannya,
" Ya Allah, fahamkanlah(fakihkanlah) ia" (HR. Muslim)
Ibnu Abbas berkata, "Rosulullah mendo'akan kepadaku agar Allah memberikan kepadaku ilmu hikmah itu dua kali (yang dimaksud hikmah disini adalah ilmu, fiqih qodho' (hukum) dengan adil (dzahir maknanya adalah, pemahaman terhadap alqur'an) (Tirmidzi).
Umar pernah berkata kepada Ibnu Abbas, "Sesungguhnya pada suatu hari kami melihat Rosulullah mendo'akanmu kemudian mengusap kepalamu lantas berdo'a : "Ya Allah, fakihkanlah ia didalam masalah agama dan berilah pengetahuan didalam masalah ta'wil (tafsir)"
Ibnu Abbas wafat di Thoif pada tahun 68H. Di lain riwayat pada tahun 78 H. Pada usia 75 tahun, di lain riwayat dalam usia 81 tahun. Yang mensholati beliau dan yang menjadi imam adalah Muhammad bin Al-Hanifah (Hunaifah), dan beliau juga yang memasukkan kedalam kubur.
Ibnu jubair meriwayatkan, bahwa ibnu Abbas wafat di Thoif. Kami menyaksikan jenazahnya, maka saat itu tiba-tiba kami melihat burung putih datang yang tidak diketahui bentuk wujudnya. Kemudian masuk ke dalam keranda mayat Ibnu Abbas. Kami memandang (keranda itu) dan berfikir apakah burung tersebut akan keluar. Ternyata burung tersebut tidak diketahui keluarnya dari keranda mayat itu. Dan ketika mayat telah dimakamkan tiba-tiba di tepi kuburan Ibnu Abbas terdengar suara bacaan ayat Alqur'an :
"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Masuklah kedalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam surga-Ku."
(QS Al-Fajr : 27-30)
Suara itu tidak diketahui siapa pembacanya. Allahu A'lam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

AKHWATimoet Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Celebrity Gossip